Pengeleompokan tanaman Aquascape berdasarkan penempatannya di aquarium dibagi menjadi 3, yaitu Foreground plants (Penempatan di area depan akuarium), Midground plants (Penempatan di area tengah akuarium) dan yang terakhir adalah Background plants (Penempatan di area belakang akuarium).

1. Narrow Leaf Anacharis (Egeria Najas)

Tanaman yang diletakan di area tengah akuarium
Via www.aquadec.ro

Egeria Najas atau biasa dikenal dengan sebutan Narrow Leaf Anacharis adalah tanaman asli dari wilayah America Selatan yang menjadi salah satu tanaman air favorit bagi para aquarist. Tanaman ini termasuk dalam keluarga Hydrocharitaceae yang memiliki ukuran maksimal mencapai 80cm. Egeria Najas akan tumbuh dengan cepat, struktur batang yang kuat dan tidak banyak menuntut dalam hal parameter air sehingga cocok untuk para pemula di bidang Aquascape.

2. Anacharis Densa (Egeria Densa)

Tanaman yang cocok ditanam di area tengah akuarium
Via www.tradera.com

Egeria Densa adalah salah satu tanaman air paling populer yang sering digunakan sebagai tanaman akuarium atau bahkan kolam, tanaman ini juga biasa dikenal dengan sebutan Anacharis, Elodea Brasil atau kadang-kadang hanya Elodea saja. Meskipun Egeria Densa ini sudah diperkenalkan secara luas sebagai tanaman air kecuali di antartika, namun distribusi secara alaminya hanya berasal dari wilayah Brasil, Uruguay dan Argentina.

Sama seperti Egeria Najas, Egeria Densa juga termasuk dalam keluarga Hydrocharitaceae. Tanaman ini tumbuh sekitar 3 – 7 cm dengan suhu air 10 – 28o C. Teknik perbanyakan Egeria Densa sangatlah mudah dan sederhana, jika Anda ingin memperbanyak tanaman ini cukup memotong bagian batangnya saja dan tanam kembali pada substrate.

3. Echinodorus x Subulatus Lucanas

tanaman yg cocok ditanam diarea tengah akuarium
Via www.ribkin.de

Echinodorus x Subulatus Lucanas merupakan tanaman pendek lainnya dari spesies Echinodorsu. Tanaman ini mampu hidup di bawah tingkat pencahayaan rendah tanpa injeksi CO2. Di akuarium yang cukup besar, Subulatur Lucanas ini cocok dijadikan sebagai foreground plant atau idealnya pada akuarium kecil bisa dijadikan sebagai midground plant. Tumbuhan ini masuk dalam keluarga Alismataceae. Ukuran tumbuhan ini sekitar 15+ cm dan cocok di air bersuhu 18 – 28o C.

Ciri khusus tanaman ini adalah bentuk daunnya yang lonjong memanjang dengan bagian batang lebih panjang dibandingkan bagian daun. Ukuran daunnya pun tidak terlalu besar sehingga jika ingin menciptakan efek rimbun Anda perlu menempatkan beberapa tanaman ini sekaligus pada satu titik.

4. Echinodorus x Spidernet

tanaman yg cocok ditanam di area tengah akuarium
Via jurnalaquascape.com

Tumbuhan asal amerika ini adalah spesies Echinodorus yang relatif kecil jika dibandingkan dengan spesies Echinodorus lainnya. Ukuran Echinodorus x Spidernet mencapai 15+ cm. Tanaman ini mendapatkan namanya dari karakteristik pola jaring pada daunnya yang akan semakin terlihat jelas ketika tumbuh secara submersed. Ketika tumbuh secara submersed, bentuk daun sedikit memanjang dan oval serta berwarna merah karat yang akan semakin kuat ketika unsur nutrisi di dalam air terpenuhi. Suhu air yang ideal untuk tanaman ini berkisar 22 – 28o C dan pH air 6-8.

5. Echinodorus x Rubra Lucanas

tanaman akuarium
Via www.laboutiquedelacuario.com

Echinodorus x Rubra Lucanas memiliki ciri khusus yaitu 3 urat tebal di setiap daunnya. Tanaman ini berbeda dengan kebanyakan spesies Echinodorus lainnya dalam hal ukuran, cocok digunakan sebagai midground plant atau bahkan foreground plant pada akuarium yang cukup besar karena memang mereka hanya mampu tumbuh hingga 35 cm saja.

Tanaman ini pun sebetulnya mampu tumbuh di bawah pencahayaan rendah tanpa injeksi CO2 namun untuk pertumbuhan terbaik maka tingkat pencahayaan moderate dan injeksi CO2 sangat diperlukan. Echinodorus x Rubra Lucanas memiliki kelemah yang menjadikannya kurang diminati dalam Aquascape, yaitu tingkat perumbuhannya yang lambat meskipun mudah dalam perawatannya sehingga cocok untuk pemula.

6. Echinodorus x Rainers Kitty (Dwarf Ozelot)

tanaman akuarium
Via www.aquapage.eu

Tanaman ini merupakan hasil mutasi alami dari Echinodorus Ozelot yang memiliki kemiripan hampir 100% dengan Ozelot namun dengan postur yang lebih pendek, ukurannya sekitar 15 – 20 cm. Tanaman ini mampu tumbuh di berbagai kondisi air sehingga cocok untuk pemula. Ukuran akuarium ideal jika Anda ingin memelihara tanaman ini adalah 60x30x30 cm. Saat ini masih sulit untuk mendapatkan tanaman yang satu ini karena memang belum banyak yang menjualnya dan termasuk spesies langka.

7. Echinodorus x Ipica

Tanaman akuarium
Via jurnalaquascape.com

Echinodorus x Ipica termasuk dalam jenis Echinodorus, memiliki warna daun hijau tua dan pada ujung daunnya berwarna coklat. Ketika tumbuh secara emersed, tanaman ini mampu memunculkan bunga yang sedikit berduri. Terdapat 5-7 vena (urat halus) berwarna hijau atau terkadang merah pada setiap daunnya dan itu salah satu ciri yang membedakannya dengan spesies echinodorus lainnya. Dimensi dari tanaman ini ketika pertumbuhannya baik bisa mencapai 16×6 cm (panjang x lebar) sedangkan untuk tingginya sendiri lebih dari 30 cm.

8. Echinodorus x Frans Stoffels (Frans Stoffels)

Via www.aquaplants.biz
Via www.aquaplants.biz

Echinodorus x Frans Stoffels adalah tanaman yang cukup mencolok dan tegolong baru dibandingkan dengan spesies Echinodorus lainnya. Ketika tumbuh secara submersed (terendam sepenuhnya), tanaman ini memiliki daun berwarna hijau, lebar dan sedikit bergelombang. Pertumbuhan tanaman ini tergolong cepat dan mudah untuk dipelihara sehingga cocok untuk pemula.

Ketika tumbuh secara emersed, akan muncul urat berwarna merah maroon pada daunnya dan pertumbuhannya lebih cepat jika dibandingkan secara submersed. Selain itu, tanaman ini akan memunculkan bunga berwarna putih ketika ditanaman secara emersed. Echinodorus x Frans Stoffels di hibridasi oleh Thomas Kaliebe di Jerman dan mulai dipasarkan secara luas pada bulan Juni 2010.

9. Echinodorus x Foxtail

Via www.staraqua.ru
Via www.staraqua.ru

Echinodorus x Foxtail merupakan spesies yang menarik dan dekoratif, ideal digunakan sebagai tanaman hias pada akuarium sedang hingga besar. Tanaman ini cenderung tumbuh menyebar (rebah) dan kompak dengan warna daun hijau bercahaya sedangkan daun muda biasanya berwarna agak merah. Echinodorus x Foxtail mampu tumbuh dengan baik pada tingkat pencahayaan rendah dan dengan suhu air 20 – 28o C. Namun tetap disarankan setidaknya tingkat pencahayaan untuk tanaman yang satu adalah moderate hingga tinggi.

10. Echinodorus x Barthii

Via aquaumniki.ru
Via aquaumniki.ru

Echinodorus x barthii atau dikenal sebagai Red Melon Sowrd adalah salah satu spesies Echinodorus yang tersedia secara komersil sebagai tanaman merah hibrida pertama. Tanaman yang berasal dari Kultivar ini sangat populer dikenal karena warna merahnya yang cukup menguasai pasar diantara tanaman merah lainnya. Meskipun tanaman ini sempat kehilangan popularitas di dekade terakhir namun biasanya selalu tersedia di para penjual tanaman air.

Echinodorus x barthii sangat mudah untuk tumbuh, selain substrate yang kaya gizi, penambahan CO2 serta intensitas cahaya tinggi mampu mengoptimalkan pertumbuhannya.  Tanaman ini memiliki pola garis lurus pada daunnya dan karena ukurannya yang cukup besar maka mereka membutuhkan banyak ruang di dalam akuarium.

11. Echinodorus x Altlandsberg

Via houseaqua.ru
Via houseaqua.ru

 Echinodorus Altlandsberg memiliki warna daun warna-warni tanaman ini akan menjadi sebuah hiasan yang menarik untuk akuarium Anda. Tanaman ini mampu tumbuh baik itu secara submersed dan emersed dan ketika mereka tumbuh secara emersed, akan terlihat urat halus berwarna merah yang menjalar lurus pada daunnya.

Warna daun sebenarnya adalah perpaduan antara coklat dan hijau dan mereka akan sangat kompak/kuat ketika tubuh secara emersed. Ketika tumbuh secara submersed, tanaman ini memperlihatkan hasil yang berbeda yaitu warna coklat lebih gelap serta urat halus berwarna merah tidak akan terlihat jelas ketika mereka tumbuh di bawah air. Selain itu, pertumbuhannya lebih lambat, daun yang dihasilkan pun akan lebih besar, lebih halus dan sedikit bergelombang. Tanaman yang satu ini di hibridasi oleh Tomas Kaliebe dari Jerman dan baru-baru ini di pasarkan secara luar di America.

12. Echinodorus Vesuvius (Echinodorus Angustifolia)

Via www.theaquaticplantsociety.org
Via www.theaquaticplantsociety.org

Echinodorus Vesuvius sangat berbeda dengan spesies Echinodorus lainnya, bentuk daunnya yang spiral justru lebih mirip dengan spesies Aponogeton. Tanaman ini merupakan varian dari Echinodorus Augustifoliayang memiliki daun spiral dan sempit, sangat cocok untuk pemula mengingat tanaman ini tidak menuntut kondisi terbaik akuarium Anda, mereka mampu tumbuh di berbagai kondisi air dan di bawah pencahayaan rendah sekalipun.

Meskipun Echinodorus Vesuvius bisa ditempatkan sebagai tanaman background namun lebih ideal ditempatkan sebagai tanaman midground karena ukuran daunnya yang sempit. Tanaman ini mampu tumbuh hingga 45 cm dengan cepat.

13. Echinodorus Uruguayensis

Via www.staraqua.ru
Via www.staraqua.ru

Echinodorus Uruguayensis adalah spesies yang telah di budidayakan di akuarium selama bertahun-tahun di bawah berbagai nama yang salah, yaitu Echinodorus Horemanii Red, Green, Black dan Echinodorus Africanus. Tanaman ini biasanya tersedia di beberapa toko ritel dan toko online yang beberapa diantaranya adalah pengecer. Tanaman ini biasa ditemukan di wilayah America Selatan dan di alam bebas mereka tidak terbiasa hidup secara emersed meskipun nyatanya mampu beradaptasi untuk tetap hidup dalam keadaan emersed.

Pencahayaan dan nutrisi merupakan komponen dasar yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan yang baik. Air yang sedikit asam dan ineksi CO2 akan membantu pertumbuhannya semakin cepat. Kekerasan air tidak begitu penting untuk Echinodorus Uruguayensis ini meskipun mikro nutrisi yang banyak mengandung unsur besi sangat diperlukan untuk mempertahankan warnanya.

14. Echinodorus Schlueteri Var Leopard (Echinodorus Schlueteri)

Via www.biora.ru
Via www.biora.ru

chinodorus Schlueteri Var Leopard pertama kali di impor oleh sebuah perusahaan di Brazil namun hingga saat ini asal mula tanaman tersebut secara geografis belum diketahui. Tanaman ini menjadi sangat populer di kalangan para penghobi karena sifatnya yang dekoratif dan mampu hidup di berbagai kondisi air namun intensitas pencahayaan yang kuat lebih disukai oleh tanaman ini.

Echinodorus Schlueteri Var Leopard dikomersilkan oleh perusahaan Jerman Hans Barth (Sekarang Tropica). Daun muda memiliki corak bintik-bintik hitam sehingga tanaman ini memiliki nama Var Leopard. Tanaman ini mampu tumbuh hingga 20 cm dengan 4-5 rusuk di setiap daunnya. Ketersediaan nutrisi pada substrate akan mendorong pertumbuhan tanaman ini semakin cepat.

15. Echinodorus Rose (Sword Var. rose)

Via www.thegreenmachineonline.com
Via www.thegreenmachineonline.com

Echinodorus Rose merupakan spesies hibrida antara Echinodorus horemanii ‘Red’ dan Echinodorus horizontalis. Tanaman ini pertama kali diproduksi pada tahun 1986 oleh Hans Barth di Dessau dan mampu tumbuh hingga 40 cm tingginya dengan lebar rosette mencapai 15-25 cm. Daun ini bisa tumbuh juga didarat. Pada awalnya, selalu terdapat bintik-bintik merah-coklat pada daunnya namun seiring pertumbuhan corak itu akan menghilang. Tanaman ini tidak banyak menuntut dalam hal parameter air dan nutrisi sehingga sangat cocok untuk pemula.

16. Echinodorus Regine Hildebrandt (Regine Hildebrandt)

Via www.aquagarden-spb.narod.ru
Via www.aquagarden-spb.narod.ru

Echinodorus Regine Hildebrandt dibesarkan dari spesies Echinodorus uruguayensis oleh Tomas Kaliebe, ZooLogiCa (Altlandsberg). Kemudian menteri Brandenburg Rida Hildebrandt meresmikan sekaligus memberi nama tanaman ini di acara Holtikultura Federal pada tahun 2001 di Potsdam. Tanaman ini cukup kecil jika dibandingkan dengan spesies Echinodorus lainnya yaitu hanya mampu tumbuh 15-20 cm sehingga pada akurium besar tanaman ini cocok dijadikan foreground plant atau midground plant pada akuarium kecil. Ciri khusus dari tanaman ini adalah warna daunnya yang merah maroon dan akan semakin kuat ketika tumbuh secara submersed.

17. Echinodorus Red Special

Via blog.xuite.net
Via blog.xuite.net

Echinodorus Red Special menampilkan warna merah cerah pada daunnya dan hingga saat ini pengembangan Red Special dilakukan secara hibrida untuk tetap mempertahankan kualitasnya. Tanaman ini dapat digunakan sebagai spesimen tunggal di dalam akuarium ataupun ditanam bersama spesies tanaman lainnya. Jika Anda ingin menanamnya, selalu pastikan ketersediaan nutrisi di dalam substrate sebagai makanan akar Red Special.

Echinodorus Red Special juga dikenal mudah dalam hal propagasi (perbanyakan), ini adalah tanaman dengan struktur rimpang/rhizome sehingga untuk memperbanyaknya Anda hanya perlu memotong bagian dari rhizome yang kemudian akan memicu tumbuhnya tunas baru. Tanam kembali potongan rhizome di area terpisah dan pastikan jangan mengubur rhizome di bawah substrate.

18. Echinodorus Red Flame

Via www.pinterest.com
Via www.pinterest.com

Echinodorus Red Flame memerlukan sedikit perhatian untuk tetap menjaga warna merahnya dan ini merupakan tanaman eksotis yang cocok untuk pemula. Daunnya yang lebar, tinggi namun tetap ringan akan menciptakan sebuah gerakan halus ketika terkena arus air. Tanaman ini merupakan hibrida antara Echinodorus schlueteri ‘Leopard’ dan Echinodorus barthii dan tanaman ini sekilas sangat mirip dengan Echinodorus Ozelot namun berbeda dalam hal corak dan warna.

Echinodorus Red Flame adalah tanaman yang relatif mudah untuk dipelihara dan Anda disarankan menggunakan tanaman ini sebagai latar belakang pada akuarium yang relatif kecil. Satu hal yang perlu diperhatikan ketika menanamnya adalah jangan biarkan daun dari tanaman ini menaungi tanaman lain karena itu akan menganggu pertumbuhan tanaman lain.

19. Echinodorus Red Diamond

Via houseaqua.ru
Via houseaqua.ru

Echinodorus Red Diamond muncul sebagai bagian dari budaya di Ukraina dan mungkin tanaman ini merupakan hasil dari persilangan antara Echinodorus horemanni ‘Red’ dan Echinodorus ‘Barthii’. Tidak seperti spesies Echonodorus lainnya, tanaman ini masuk dalam kategori moderate dalam hal lebar rosette yaitu sekitar 20-30 cm sehingga sangat cocok dijadikan tanaman soliter bahkan di dalam akuarium kecil. Ketersediaan nutrisi yang cukup akan mempermudah penyebaran tanaman ini dan pencahayaan yang cukup akan memicu dan menjaga warna merah pada daunnya.

20. Echinodorus Quadricostatus Var Magdalenensis

Echinodorus Quadricostatus Var Magdalenensis
Via tropica.com

Echinodorus Quadricostatus Var Magdalenensis berasal dari wilayah America Selatan dan memiliki karakteristik daun hijau bercahaya. Tanaman ini mampu tumbuh 10-15 cm sehingga cocok digunakan sebagai tanaman foreground ataupun midground. Cara terbaik menanamnya adalah secara berkelompok dan lebar rosette mencapai 20 cm. Dalam kondisi yang baik tanaman ini mampu memunculkna runners yang tersebar di bagian bawah.

Ketika daun dari tanaman ini sangat ringan maka itu merupakan indikasi dari kekurangan nutrisi mikro sehingga diperlukan penggunaan pupuk cair yang mengandung unsur mikro. Para penghobi sebetulnya masih sedikit dibingungkan oleh tanaman yang satu ini dan sering diperjual-belikan dengan namaEchinodorus bolivianus var. magdalenensis. 

21. Echinodorus Palaefolius

Via www.pinterest.com
Via www.pinterest.com

Echinodorus Palaefolius memiliki daun bulat dengan basis horisontal. Jika tumbuh di bawah air (submersed), tanaman ini akan tumbuh dengan daun yang lebih sempit serta tingkat pertumbuhan sedikit lambat jika dibandingkan tumbuh secara emersed. Tanaman ini ketika ditanam di dalam akuarium cenderung melewati batas permukaan air namun itu bisa Anda cegah dengan memotong bagian yang melewati batas permukaan air tersebut.

Pada dasarnya tanaman ini mampu tumbuh secara emersed sehingga ketika ada daun yang melewati batas permukaan air bisa Anda hiraukan namun harus selalu dijaga kelembapan daunnya karena pada beberapa kasus daun menjadi mengering. Echinodorus Palaefolius secara internasional sering diperdagangkan namun tidak dijual dibawah nama aslinya melainkan menggunakan nama Echinodorus argentinensis.

 

loading...

LEAVE A REPLY