Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan.

Gulalives.com, JAKARTA – Sarapan merupakan makanan terbaik sepanjang hari. Namanya juga makanan terbaik, jadi pantang dilewatkan. Sayangnya, masih banyak anggapan yang salah mengenai sarapan ini.

Kenyataannya, masih banyak orang Indonesia yang melewatkan sarapan dengan beragam alasan, misalnya tidak sempat karena harus berangkat ngantor pagi-pagi atau sengaja tidak sarapan agar tidak mudah gemuk.

Padahal, sarapan adalah makan terpenting dalam sehari setelah semalaman tubuh berpuasa selama kita tidur.

Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan. Foto: gymaholic
Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan. Foto: gymaholic

Menurut dokter spesialis gizi klinik Diana F. Suganda, selama 6-8 jam kita tidur, energi benar-benar drop, dan itu harus kita ganti pada pagi hari. “Itulah pentingnya sarapan,” kata Diana.

Sarapan penting untuk menjaga konsentrasi selama sehari penuh dalam menjalani kegiatan sehari-hari serta berfokus pada pekerjaan.

Sarapan juga penting bagi mereka yang sedang berusaha menurunkan berat badan. Tujuannya, agar saat makan siang tidak kalap karena perut menahan lapar sedari pagi.

Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan. Foto: sidomi
Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan. Foto: sidomi

“Mengabaikan sarapan itu malah bisa mengacaukan diet. Akhirnya berat badan ideal jauh dari harapan. Kalau lagi program diet justru harus sarapan,” imbuh Diana.

Sebuah survei mengungkap, menu sarapan orang Indonesia bervariasi. Ada yang layak dan kurang layak untuk disebut sarapan sehat. Ada orang yang “sarapan” dengan segelas teh manis.

“Orang Indonesia kebanyakan masih sarapan satu jenis saja, misalnya hanya mi goreng, segelas susu, atau teh manis. Padahal, pada setiap waktu makan kita harus mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh,” ujar Diana.

Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan.
Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan.

Diana menambahkan, walau waktu sarapan yang dimiliki sedikit, karena harus segera bersiap-siap bekerja, sebenarnya kita tetap bisa memiliki menu sarapan yang sehat dan bergizi seimbang.

Sarapan yang baik harus mengandung unsur gizi seimbang, yakni karbohidrat, seperti gandum utuh yang penting untuk kebutuhan energi. Sarapan juga mesti mengandung sumber protein,  seperti susu atau produk olahan susu, serta libatkan seporsi buah atau sayuran untuk asupan vitamin dan mineral.

Kebutuhan protein bisa didapatkan dari seiris daging, telur, atau pun susu. “Untuk lemaknya, kita bisa mendapatkan dari buah alpukat yang merupakan lemak baik. Tapi, hindari mencampurnya dengan gula atau susu kental manis,” kata Diana.

Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan.
Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan.

Selain karbohidrat, protein dan lemak, menu sarapan juga sebaiknya mengandung serat. Mungkin akan repot kalau pagi-pagi sudah masak sayur, tapi kita bisa menggantinya dengan satu buah apel atau pisang.  Buah ini selain mengandung serat, juga ada vitamin dan mineralnya.

Sebagai pelengkap sarapan, pastikan minum yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi. Nutrisi sarapan, jelas Diana, sebaiknya memenuhi sekitar 15-30 persen kebutuhan gizi untuk menjalani hari dengan penuh semangat.

Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan. Foto: infomusehat.blogspot
Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan. Foto: infomusehat.blogspot

Perlu diingat pula untuk melengkapi menu sarapan dengan segelas air putih atau teh untuk menghidrasi tubuh alias mencegah tubuh kekurangan cairan.

Poin penting sarapan, pesan Diana, bukan sekadar mengenyangkan dan enak, tapi juga memenuhi kebutuhan gizi untuk menjalani hari dengan penuh semangat.

Jadi nih, buat kamu yang masih skip sarapan dengan alasan takut gendut atau malahan ingin berhemat (ini sih kebangetan), sebaiknya stop kebiasaan tidak baik ini. Ingat ya, breakfast is the best meal of the day. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY