gambar Umar bin Khattab
perkarahati.files.wordpress.com

Gulalives.com, DEPOK – Siapa yang tidak kenal sosok Umar bin Khattab. Seorang yang memiliki perawakan tinggi, besar dan gagah berani bahkan setan pun takut padanya.

Sebelum masuk Islam Umar bin Khattab R.A pernah ingin membunuh Nabi Muhammad SAW. Dia sangat ditakuti oleh kaum Muslimin pada saat itu. Namun ketika pintu hidayah masuk kedalam hatinya. Maka keadaan Islam semakin kuat. Dan penyebaran Islampun dapat dilakukan dengan terang-terangan.

Berikut Gulalives.com akan memberikan sedikit kisah-kisah sosok Umar bin Khattab yang patut ditiru.

1. Keadilan Membuatmu Aman dan Beristirahat Dengan Tenang

gambar Umar bin Khattab
i.ytimg.com

Kaisar Romawi mengutus seorang intelejennya untuk memata-matai dan menyelidiki khalifah Umar bin Khattab. Sesampainya di Madinah, utusan tersebut bertanya kepada penduduk kota, “Dimana raja kalian?” Penduduk menjawab, “Kami tidak memiliki raja. Kami hanya memiliki Amir (pemimpin). Namun hari ini, dia sedang keluar. Dia ke pelosok Madinah.” Utusan kaisar Romawi langsung mencari sang pemimpin kaum muslimin yang namanya tersohor dan jadi buah bibir seantero dunia.

Sesampainya di pelosok Madinaah, utusan raja Romawi itu bertemu dengan seorang laki-laki yang sedang tidur di bawah terik matahari. Kasur empuk tempat istirahatnya adalah bentangan padang pasir yang menyengat panas. Keringat mengucur dari tubuhnya hingga membasahi tanah. Melihat apa yang disaksikannya, timbul sesuatu daam benak intelejen raja Romawi itu. Dia kemudian berkata, “Katanya, seseorang raja yang tersohor. Tidak ada seorang raja pun di muka bumi ini yang berani menentang keputusannya. Ternyata orang yang aku cari-cari dalam keadaan seperti ini! Umar, engkau memang benar-benar seorang pemimpin. Keadilan yang engkau tegakkan membuatmu aman dan bisa beristirahat dengan tenang. Sedangkan raja kami dalam setiap detiknya tidak bisa tidur dengan tenang, karena selalu dihantui ketakutan.” Setelah menjalankan tugas tersebut, akhirnya intelejen raja Romawi itupun masuk islam setelah itu.

2. Sopan Santunnya

gambar Umar bin Khattab
i.ytimg.com

Diriwayatkan dari Ibnu Al-Jauzi, dia berkata, “Pada suatu malam Umar bin Khattab,sedang mengontrol keadaan penduduk kota Madinah. Tiba-tiba dia melihat ada kobaran api dalam tenda. Umar bin Khattab berteriak memanggil mereka dengan mengatakan, “Hai, penghuni cahaya.” Dia tidak mau memanggil mereka dengan sebutan,”Hai penghuni api.” Karena dia ingin memanggil dengan sebutan yang baik dan menyenangkan. Sungguh dalam dirinya terdapat akhlakul karimah.

3. Cara Umar Mendidik Anaknya

gambar Umar bin Khattab
http://www.hidayatullah.com/

Diriwayatkan dari Akramah bin Khalid, dia berkata, “Suatu hari setelah bermain di luar Ibnu Umar bin Khattab pulang ke rumah. Waktu itu dia mengenakan pakaian yang bagus. Lalu umar Umar bin Khattab memukulnya dengan cambuknya (dirrah). Anaknya menangis. Menyaksikan itu Hafsah berkata kepada Umar bin Khattab, “Mengapa dia dipukul begitu?” Umar bin Khattab menjawab, “Saya lihat dia sedang besar kepapala. Makanya, saya perkecil.”

4. Tidak Peduli Perutnya Keroncongan Saat Rakyat Belum Makan

gambar Umar bin Khattab
perkarahati.files.wordpress.com

Ketika kaum muslimi sedang dilanda kelaparan, Umar bin Khattab naik mimbar dengan perut yang keroncongan. Sambil menahan lapar yang tidak kepalang, Umar bin Khattab berpidato di hadapan orang-orang. Dia mengatakan kepada perutnya, “Hai perut wallau engkau terus meronta-ronta, keroncongan, saya tetap tidak akan menyumpalmu dengan daging dan mentega sampai umat Muhammad merasa kenyang.”

5. Umar Membela Hak Seorang Yahudi

gambar Umar bin Khattab
http://www.islamicity.org/

Malik meriwayatkan dari Sa’id bin Musib, dia berkata, “Terjadi cekcok antara seorang muslim dengan Yahudi. Kemudian mereka mengangkat masalah itu kepada Umar bin Khattab. Umar bin Khattab menilai yang benar adalah orang Yahudi itu, dan memutuskan apa yang engkau putuskan ini.”

Kemudian Umar bin Khattab berkata,”Apa yang Engkau tahu?” Yahudi itu menjawab, “Demi yang memutuskan suatu perkara di sebelah kananya ada malaikat dan di sebelah kirinya ada malaikat yang mendampinginya. Kedua malaikat itu mendukung sang hakim untuk mengeluarkan putusan yang benar. Dn selama itu benar, mereka bersamanya. Tetapi kalau seorang hakim meninggalkan yang benar, maka kedua malaikat itu pun meninggalkannya.”

6. Wasiat Umar Bin Khattab

gambar Umar bin Khattab
photobucket.com

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, dia berkata. “Waktu itu kepala ayah saya, Umar bin Khattab berada di pangkuan saya, di hari mengenaskan saat dia ditikam habis-habisan. Ayah berkata kepada saya,”Letakkan kepalaku di tanah.” Saya pikir waktu itu, karena dia merasa jemu, jadi saya tidak melakukannya. Kemudian dia berkata kembali,”Tempelkan pipiku ke tanah. Celaka, celaka aku, kalau Allah tidak mengampuni dosaku!”

Kemudian Al-Mughirah bin Syu’bah berkata ketika Umar bin Khattab akan menghembuskan nafas terakhir. “selamat jalan, wahai Amirul Mukminin. Selamat, surga menantimu!” kemudian dia berkata, “Hai anak Ummi Al-Mughirah, engkau tahu apa! Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya saja saya memiliki apa yang ada di antara Timur dan Barat, paati saya akan menebus dengannya karena goncangan kematian ini!”

Itulah sosok Umar bin Khattab yang sudah kita ketahui. Semoga akhlak dan sikap beliau dapat kita tiru. Terima kasih kepada sobat yang mau membaca artikel ini. Semoga bermanfaat.

 

loading...

LEAVE A REPLY