Marsha Chikita Fawzi

Gulalives.com, JAKARTA – Kedua orangtuanya memiliki nama. Namun dia tak mau mendompleng nama ngetop kedua orangtuanya untuk mendongkrak karirnya. Itulah Chikita Fawzi.

Gadis yang memiliki nama lengkap Marsha Chikita Fawzi ini mungkin lebih dikenal sebagai animator di Negeri Jiran. Dan itu tak mengherankan. Tokoh animasi ‘Upin & Ipin’ yang disukai anak-anak besutan Malaysia itu melibatkan Chikita dalam proses produksinya.

Putri kedua pasangan Ikang Fawzi dan Marissa Haque ini adalah seorang animator lulusan Multimedia University, di Malaysia. Setelah berkarier di Malaysia, Chikita memutuskan untuk meninggalkan ‘Upin dan Ipin’ dan kembali ke Indonesia.

Marsha Chikita Fawzi dikenal sebagai animator di Negeri Jiran berkat keterlibatan di 'Upin & Ipin'. Foto: youthmanual.
Marsha Chikita Fawzi dikenal sebagai animator di Negeri Jiran berkat keterlibatan di ‘Upin & Ipin’. Foto: youthmanual.

Rupanya, setibanya di Indonesia, Chiki – begitu ia disapa – merasakan perbedaan yang sangat signifikan antara kedua negara ini dalam dukungan terhadap industri film animasi.

Animasi di Indonesia, menurut gadis berhijab ini, kompleks. Menurutnya animasi di Indonesia dan luar negeri khususnya Malaysia berbeda. Di luar negeri, semua sistem sudah jalan. Hal yang sama tampaknya belum berlaku di Tanah Air.

Namun, Chiki melihat dunia animasi sudah menjadi tren di Indonesia saat ini. Hanya saja secara industri, dunia animasi masih dikuasai rumah produksi besar. “Kita yang kecil-kecil harus survive dalam mencari investor besar,” ujar gadis kelahiran 28 Januari 1989.

Marsha Chikita Fawzi ini mungkin lebih dikenal sebagai animator di Negeri Jiran.
Marsha Chikita Fawzi lebih dikenal sebagai animator di Negeri Jiran. Foto: youthmanual.

Saat ini, Chiki hanya mampu memproduksi film animasi dalam durasi singkat ataupun iklan. Karena untuk membuat sebuah film memerlukan biaya produksi yang sangat besar. Dan dari penghasilannya tersebut, hanya mampu membiayai oprasional kantornya dalam jangka waktu sebulan sampai dua bulan. Sehingga Chiki harus memutar otak lagi untuk mencari projek setelahnya.

Selain itu, salah satu kesulitan animator di Indonesia adalah harus mengerti betul tentang pergerakan bisnis di animasi. Seorang animator tidak hanya dituntut mengerti membuat karya animasi, melainkan juga bagaimana kondisi pasar yang diinginkan, jelas Chiki yang sepintas memiliki suara mirip seperti Marissa Haque.

Marsha Chikita Fawzi ini mungkin lebih dikenal sebagai animator di Negeri Jiran. Foto: dream.co.id
Marsha Chikita Fawzi lebih dikenal sebagai animator di Negeri Jiran. Foto: dream.co.id

Kondisi semacam ini membuat perempuan energetik ini agak kalang kabut. Sementara bantuan dari pemerintah dianggapnya juga masih sedikit yang terlaksana.

Chiki mengisahkan, di Malaysia, ada badan pemerintah yang memberikan bantuan 50 ringgit buat anak-anak untuk bisa bikin trailer animasi. Hasilnya akan dinilai oleh juri. “Jurinya juga nggak sembarangan, mereka adalah produser-produser Nickelodeon dan Disney Asia. Terus nanti yang menang dapat uang, tempat, software, dan lain–lain,” ujarnya.

Selain sibuk di dunia animasi, rupanya Chiki juga mengembangkan bakatnya yang lain, yaitu menyanyi. Soal tarik suara ini, lagi-lagi Chiki tak mengandalkan nama besar orangtuanya.

Marsha Chikita Fawzi lebih dikenal sebagai animator di Negeri Jiran berkat film animasi 'Upin & Ipin'. Foto: gulalives.
Marsha Chikita Fawzi lebih dikenal sebagai animator di Negeri Jiran berkat film animasi ‘Upin & Ipin’. Foto: gulalives.

Chiki butuh waktu dua tahun untuk menggarap album “Dimulai dari Mimpi”. Ia tak mau meminta bantuan ayah dan ibunya untuk mewujudkan impian masa kecilnya itu.

“Saya cari duit sendiri, rekaman sendiri,” kata penyanyi sekaligus penulis lagu ini saat ditemui di acara yang diselenggarakan The Body Shop Indonesia di Jakarta, April lalu, dimana Chikita menampilkan karya mural artnya di botol ukuran raksasa.

Marsha Chikita Fawzi lebih dikenal sebagai animator di Negeri Jiran berkat film animasi 'Upin & Ipin'. Foto: gulalives.
Marsha Chikita Fawzi lebih dikenal sebagai animator di Negeri Jiran berkat film animasi ‘Upin & Ipin’. Foto: gulalives.

Chiki sempat mendanai pembuatan albumnya dari kocek pribadi sampai akhirnya bertemu dengan pemilik brand Wardah, Salman Subakat. Wardah sepakat akan mensponsori albumnya.

Sebelum ada sponsor, Chiki merekam lagu tiap kali dananya sudah terkumpul. Untuk membuat satu lagu dibutuhan dana Rp5 hingga Rp6 juta. “Bokek lho bikin album sendiri,” ujarnya sembari tertawa.

Chiki mengaku menulis semua lagu di albumnya yang bergenre pop. Ia menjagokan “Bulan di Telinga” yang sudah tersedia di iTunes dan video klipnya telah beredar di Youtube. Aransemen lagu ini dibantu oleh Iga Massardi.

Marsha Chikita Fawzi lebih dikenal sebagai animator di Negeri Jiran berkat film animasi 'Upin & Ipin'. Foto: gulalives.
Marsha Chikita Fawzi lebih dikenal sebagai animator di Negeri Jiran berkat film animasi ‘Upin & Ipin’. Foto: gulalives.
Chiki telah merilis album perdana Dimulai dari Mimpi pada 4 Mei lalu. Dia lega karena salah satu mimpi besarnya terwujud. “Seneng banget, ibaratnya kayak telur pecah. Aku emang segitu pengennya dan yakin pasti menemukan jalan. Yang penting istiqomah, kita bisa menggapai mimpi besar kita,” ujarnya.
Delapan lagu di album ini ditulis dan dibuat olehnya. Adik Bella Fawzi ini mengaku selalu mendapatkan inspirasi dari sekitarnya.  Dia berharap album bisa menjadi inspirasi orang lain. Dengan musik dan karya, Chiki bisa menjadi bagian untuk lebih mengembangkan industri musik Tanah Air.
Marsha Chikita Fawzi lebih dikenal sebagai animator di Negeri Jiran berkat film animasi 'Upin & Ipin'. Foto: gulalives.
Marsha Chikita Fawzi lebih dikenal sebagai animator di Negeri Jiran berkat film animasi ‘Upin & Ipin’. Foto: gulalives.
Album ini terdiri atas delapan lagu yaitu Bulan di Telinga, Di Tepi Khayal, Istana Tanpa Panegeran, Kala Sejuk Hadir, Menggapai Bintang, Midnight Rainbow, Stranger Again dan Terbias di Udara.
 Album ini juga melewati proses kreatif independen dengan Iga Massardi, vokalis Barasuara yang menjadi produser untuk album Dimulai dari Mimpi.

Jadi selain menggeluti animasi sebagai cara menyalurkan seluruh kreativitasnya, tampaknya kita perlu tunggu bagaimana proses bermusik putri dari penyanyi rock yang terkenal di era 1980-an, Ikang Fawzi ini. (VW)

 

loading...

LEAVE A REPLY