Gulalives.co, VERBANIA –  Ini adalah kisah tentang Emma Morano, perempuan berusai 116 tahun atau perempuan tertua. Emma terlihat tersenyum ramah dikelilingi oleh anak, cucu, cicit, dan saudara lainnya. Sekarang, Morano adalah satu-satunya orang yang lahir pada tahun 1899 atau pada abad ke 18 yang masih bertahan hidup dan sehat walafiat hingga saat ini.

emmaEmma Morano lahir pada tanggal 29 November 1899 di Verbania, Italia utara. Bahkan, hingga sekarang, Morano masih tinggal di kampung halamannya yang memiliki pemandangan pegunungan begitu indah.

Seorang jurnalis dari NBC mengunjungi Emma Morano untuk melakukan wawancara. Namun, saat kunjungannya, jurnalis tersebut harus menunggu beberapa saat sampai dengan Morano terbangun dari tidur siang.

emma2Sebagai informasi, Emma Morano tinggal di sebuah apartemen satu kamar dan ditemani oleh suster serta dua sepupu yang juga telah lanjut usia. “Aku merasa baik pada usia 116,” jelas Morano sembari berbaring di ranjang, sebagaimana dilansir Gulalives.co dari laman NBC News, Selasa (17/5/2016).

“Aku telah menyelesaikan sekolahku dengan cemerlang. Aku pernah bekerja sangat lama. Aku dulu sering sekali bernyanyi, aku memiliki suara yang bagus,” imbuhnya dengan suara yang telah berubah parau.

emma3Kabar bahwa dirinya telah menjadi orang paling tua di dunia disampaikan oleh dokter pribadinya, Dr Carlo Bava.“Dia sangat bahagia, benar-benar bahagia,” jelas Dr Bava kepada The Associated Press melalui wawancara telepon. “Dia sangat bangga dan cemerlang,” imbuhnya.

Kemudian, dokter mengatakan bahwa menu makanan Morano tidak selalu diet ketat yang seimbang. Dalam keseharian, Morano mengonsumsi protein, pisang, dan anggur ketika sedang musim.

Lalu, dia juga setiap hari menyantap dua telur mentah dan 100 gram steak mentah. Menu ini merupakan anjuran Dr Brava, terkait keluhan anemia yang diderita oleh Morano. Morano sering menjadi obyek penelitian para mahasiswa sains di University of Milan untuk mengungkapkan rahasianya berusia panjang.

emma4Hal lain yang mengejutkan adalah kesehatan Morano yang stabil tanpa keluhan kronis berkepanjangan. “Usia panjang Morano, rahasianya ada pada DNA-nya, dia memang memiliki genetis berusia panjang,” sebut Bava.

Dokter Brava mengatakan bahwa dirinya sangat salut dengan perjalanan hidup Morano yang penuh perjuangan dan memiliki masa lalu yang kelam.

Menurut keterangan Dokter Brava,kala itu Morano pernah menjadi korban KDRT oleh suaminya. Perilaku kasar suaminya membuat Morano kehilangan putranya yang masih berusia enam bulan.“Dia meninggalkan suaminya pada era fasis ketika wanita seharusnya patuh dan penurut pada suami. Namun, nenek Morano keras kepala dan dia meninggalkan suaminya,” urainya.

Dokter Brava ang telah menangani dan mengenal Morano saat usianya mencapai 90 tahun, juga memuji ketenangan emosinya yang sangat positif.“Dia, meski keras kepala, dia sangatlah tenang. Dia selalu tersenyum dan tulus,” tutupnya. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY