Sepanjang hidupnya, manusia selalu memiliki hajat. Adalah shalat sunnah yang akan memudahkan hajat kita (Foto: Wisegeek)

Gulalives.com, JAKARTA – Sepanjang hidupnya, manusia selalu memiliki hajat. Adalah shalat sunnah yang akan memudahkan hajat kita.

Segala pertolongan hanya milik Allah. Segala kekuasaan di langit dan bumi semuanya juga milik Allah. Dan, apa saja urusan, semua kembalinya kepada Allah, termasuk ketika kita mempunyai hajat. Sebagai muslim, usahakanlah shalat yang akan mempermudah segala hajat kita.

Simak bagaimana shalat sunnah bisa mempermudah segala hajat, dikutip dari buku Dahsyatnya Shalat Sunnah karya Ust. Yusuf Mansur dan Luthfi Yansyah:

1. Witir Sebelum Datangnya Waktu Subuh

(Foto: Lonerloaner)
(Foto: Lonerloaner)

Autiruu qabla an tushbihuu…” kata Rasulullah.

Witirlah kalian semua sebelum datangnya waktu subuh. (HR. Muslim)

Kita mungkin menyepelekan shalat witir, padahal fa innallaaha witrun yuhibbul witra, Allah itu ganjil dan senang dengan witir. Keistimewaannya sangat luar biasa, salah satunya ialah lebih mulia daripada harta kekayaan yang paling berharga. Rasulullah SAW bersabda,
Sesungguhnya Allah telah menghadiahkan kepada kalian shalat. Dan shalat tersebut lebih baik bagi kalian daripada unta yang merah (harga kekayaan yang paling berharga). Shalat itu adalah shalat witir. Maka laksanakanlah antara waktu Isya hingga terbit fajar.” (HR. at-Tirmidzi)

2. Panjangkan Malam dengan Ibadah

 

(Foto: Inaceh)
(Foto: Inaceh)

Yang namanya memanjangkan malam bukanlah bangun setengah jam sebelum subuh, tapi satu atau dua jam sebelum subuh. Itulah namanya memanjangkan malam.

Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.” (QS. al-Insaan: 26)

Dan dari sebagian malam hendaknya kalian semua sujud, kemudian bertasbih, mensucikan nama Allah, subhanallah, subhanallah…lailan thawila, pada malam-malam yang panjang.

Sangat sayang, kita sudah dianugerahi malam, tapi malam itu terasa pendek karena habis hanya untuk tidur. Karena masya Allah, tidak ada lagi waktu terbaik antara seorang hamba dengan Khalik-nya kecuali di antaranya adalah di waktu malam.

Allah juga menawarkan ampunan di waktu sahur. Ketika kita memerlukan ampunan Allah, kenapa tidak mencarinya di antara tahajjud dan waktu sahur? Banyaklah meminta ampunan di saat manusia masih banyak yang tertidur. Ada jalan tol untuk meminta ampunan kepada Allah. Allah turun pada sepertiga malam ke langit dunia. Rasulullah SAW bersabda,
“Tuhan kami Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam sampai sepertiga akhir malam, lalu berseru, ‘Siapa yang berdoa akan Aku kabulkan, siapa yang memohon sesuatu niscaya akan Aku berikan, dan siapa yang memohon ampunan niscaya akan Aku ampuni.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

3. Jadi Direktur karena Shalat Dhuha

(Foto: Themuslimvibe)
(Foto: Themuslimvibe)

Cerita berikut mudah-mudahan dapat memotivasi kita untuk lebih giat melaksanakan shalat dhuha dan menjadi orang yang sayang jika shalat dhuha kita tinggal. Lewat buku Dahsyatnya Shalat Sunnah, Ust. Yusuf Mansur menuturkan pengalaman seorang kawan yang tidak bekerja, dan dia tahu bahwa shalat dhuha bisa membuat rezekinya bertambah. Namun, yang membuat dia bingung adalah dia tidak bekerja, jadi bagaimana mungkin dia mendapatkan rezeki. Bagaimanapun, dia percaya janji Allah bahwa shalat dhuha bisa membuka pintu rezeki. Dia pun menjalankan shalat dhuha.

Nah, begitu dia shalat dhuha, betul akhirnya dia dapat pekerjaan. Dan begitu dia bekerja, dia tinggalkan shalat dhuha, rupanya pekerjaannya pun berhenti. Dia menjalankan shalat dhuha lagi, dia dapat pekerjaan lagi. Akhirnya dia pun tersadar, bahwa dhuha memiliki korelasi dengan rezeki walaupun memang sejatinya Allah yang mengatur dari mana saja jalannya. Hingga akhirnya dia bertekad untuk selalu istiqomah menjalankan shalat dhuha.

Akhirnya dia pun mendapatkan pekerjaan yang lebih baik hingga menjadi salah satu direktur perusahaan kurir terbesar di Indonesia. Dhuha memang luar biasa, jika kita istiqomah menjaganya maka akan semakin luar biasa lagi!

Kita tidak terlalu pandai shalat tahajjud karena sulit untuk bangun di sepertiga malam? Kalau kita tidak dapat tahajjud, shalat dhuha jangan kemudian hilang.

4. Shalat Dhuha Mendatangkan Kemudahan dan Pertolongan

(Foto: Scarletpensieve.blogspot)
(Foto: Scarletpensieve.blogspot)

Kalau meminta pertolongan, kebanyakan dari kita biasanya lebih senang melakukannya ke manusia terlebih dahulu; tetangga, teman, saudara, pimpinan, ataupun orangtua. Shalat dhuha menawarkan jawaan jika kita sedang mempunyai masalah dan membutuhkan pertolongan.

Dalam bukunya, Ust. Yusuf Mansur mengungkapkan cerita seorang jamaah yang istiqomah menjalankan shalat dhuha. Suatu ketika, jamaah tersebut membutuhkan uang Rp7,5 untuk biaya sekolah anaknya. Lalu dia jalankan shalat dhuha bersama istrinya sebanyak enam rakaat setiap hari. Apa yang terjadi? Dalam waktu dua pekan, dia mendapatkan bonus dari kantor atau rembesan uang sebesar Rp12 juta yang tanpa dia duga-duga. Subhanallah…

Rupanya, orang tersebut meneruskan kembali shalat dhuha. Dia berpikir, kalau Rp7,5 juta saja berhasil, malah dapatnya jadi Rp12 juta, bagaimana kalau dijajal urusan yang Rp51 juta? Ternyata, dia punya utang pada saudaranya.

Setelah berjalan selama 12 hari, tiba-tiba saudaranya menelepon kalau dia sedang mendapatkan proyek besar dan dia akan menghibahkan atau membebaskan utangnya. Subhanallah…Sungguh sangat luar biasa keutamaan shalat dhuha.

Sebenarnya, bukan sekadar keutamaan shalat dhuha, tapi juga karena keistiqomahan menjalankannya kemudian keyakinan bahwa shalat dhuha itu dapat lebih cepat lagi baginya untuk mendapatkan pertolongan Allah. Dan, yang lebih penting ialah doa yang tulus darinya bahwa Allah akan berkenan menolong. Itulah yang membuatnya berhasil.

5. Mendatangkan Pertolongan Allah melalui Shalat Tahajjud

(Foto: Muslimvillage)
(Foto: Muslimvillage)

Ust. Yusuf Mansur menceritakan pengalaman seorang kawannya yang bergerak di bisnis jual beli pulau. Suatu saat, temannya terperangkap di tengah pulau dan kehabisan bensin. Dia terombang-ambing dalam suasana mencekam dan tidak punya makanan lagi sehingga tibalah di malam hari dan mereka semua berserah diri kepada Allah dengan melakukan shalat tahajjud dan pasrah kepada Allah atas apa yang terjadi. Subhanallah…Paginya kemudian Allah menurunkan pertolongan. Tahajjud telah menjadi wasilah datangnya pertolongan Allah.

Lantas, mengapa kita tidak bertahajjud? Bahkan, kalau bisa ketika hidup kita senang, tidak punya masalah, kita simpan kekuatan tahajjud. Jadi, supaya nanti yang namanya ujian, sebagai roda kehidupan yang kadang di atas kadang di bawah, kadang senang kadang susah, kadang kaya kadang bisa jatuh miskin, ketika kita dalam keadaan sulit, amalan-amalan kita termasuk shalat tahajjud akan bekerja.

Adalagi orang-orang yang merasakan fadhilah tahajjud ketika dia susah, kemudian berubah menjadi senang. Ketika dia sedang senang, hilang shalat tahajjudnya lalu kemudian bangkrut lagi. Kemudian, ada yang bilang di antara kita bahwa tahajjudnya karena ingin senang dan kaya. Padahal, bukan begitu.

Shalat tahajjud memang akan mengantarkan seseorang menjadi senang, menjadi kaya, yang salah itu justru di istiqomahnya. Kenapa ketika susah rajin tahajjud, lalu ketika kaya hilang tahajjudnya? Seharusnya, ketika susah rajin tahajjud dan ketika kaya bertambah lagi tahajjudnya. Yang tadinya 2 rakaat, bertambah jadi 4 rakaat. Tadinya 4 rakaat, bertambah jadi 6 rakaat.

Ada orang yang tidak bekerja lalu ia shalat dhuha dan dapat pekerjaan. Setelah dapat pekerjaan, hilang dhuhanya lalu hilang juga pekerjaannya. Sebagian orang bilang, “Itu sih shalat dhuha karena mau dapat kerja doang. Akhirnya ketika Allah ijabah dengan dapat pekerjaan, dhuhanya jadi hilang. Lain kali jangan dhuha karena pengen kerja, tapi dhuha lah karena Allah.”

Menurut Ust. Yusuf Mansur, kalimat tersebut juga kurang tepat. Baiknya ajarkanlah kepada orang yang tidak punya pekerjaan, tidak punya penghasilan, yang sedang mencari kerja, dengan mengistiqomahkan shalat dhuha. Lalu ajarkan juga kepada mereka bahwa nanti ketika sudah dapat pekerjaan, sudah dapat penghasilan tambahan, jangan lupa tetap kerjakan shalat dhuha, atau tambahkan dhuhanya.

Sesungguhnya, di saat kita dalam kesulitan lalu mendekat kepada Allah, itu adalah sebuah jalan yang paling utama. Namun, lebih utama lagi ketika kita terus mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap keadaan; senang, jaya, tidak punya masalah, sulit, terdesak, dan dalam keadaan apapun.

Allah ada di setiap kesulitan kita, dan Allah juga ada di balik kebahagiaan kita. Insya Allah kita akan selalu mendapatkan pertolongan Allah kalau kita terus-menerus ada di dekat-Nya.

loading...

LEAVE A REPLY