Parfum aroma bunga dan buah akan menjadi tren pada 2016.

Gulalives.com, JAKARTA – Seperti halnya fesyen juga kecantikan, rupanya wewangian juga mengenal tren lho. Tahun ini misalnya, wewangian yang disukai adalah aroma bunga serta buah-buahan. Aroma manis yang menyegarkan ternyata masih populer di kalangan kaum hawa.

Mengapa demikian? Menurut Alina, pakar parfum dari Firmenich, wangi bunga dan buah yang klasik, mewah, serta segar menjadi daya tarik bagi pecinta parfum.

Menurut Alina, pakar parfum dari Firmenich, parfum aroma bunga dan buah akan menjadi tren pada 2016.
Menurut Alina, pakar parfum dari Firmenich, parfum aroma bunga dan buah akan menjadi tren pada 2016.

Selain untuk meningkatkan percaya diri, parfum atau wewangian pun dapat merepresentasikan kepribadian kita. Menurut Alina, parfum memiliki berbagai tipe seperti feminin, sporty, glamor, elegan, serta klasik yang dapat mendefinisikan kepribadian si pengguna parfum.

Alina lebih lanjut menjabarkan, saat ini, bunga premium Perancis pilihan seperti mawar, melati, muguet, dan geranium banyak digunakan parfum ternama kelas dunia yang menjadi favorit bagi perempuan.

Molto Eau de Parfum terbuat dari bunga-bunga berkualitas terbaik dari Prancis.
Molto Eau de Parfum terbuat dari bunga-bunga berkualitas terbaik dari Prancis.

Wangi bunga, sebut Alina, mampu memberikan sensasi klasik dan mewah dengan wangi buah yang membawa sentuhan segar dan lebih modern. Parfum pun akan tahan lama di tubuh jika menyemprotkannya dengan benar.

Agar wewangian ini tahan lama, jangan menyemprotkan parfum di baju, karena bisa saja meninggalkan bekas noda yang sulit hilang. Alina menyarankan untuk mengaplikasikan parfum di bagian sikut, lipatan tangan agar aromanya bertahan lama.

Dewasa ini, parfum tak bisa dilepaskan dari penampilan seseorang, khususnya wanita modern. Kalau mau tampil sempurna, di samping busana dan tata rias, semprotan parfum tidak boleh diabaikan.

Pemakaian parfum bukan sekadar memberi keharuman, tapi lebih dari itu, juga memberikan efek kepribadian khusus kepada diri seseorang.
Pemakaian parfum bukan sekadar memberi keharuman, tapi lebih dari itu, juga memberikan efek kepribadian khusus kepada diri seseorang.

Menurut Alina, pemakaian parfum bukan sekadar memberi keharuman, tapi lebih dari itu, juga memberikan efek kepribadian khusus kepada diri seseorang.

Jika merunut sejarahnya, cikal bakal kemunculan parfum sudah dimulai sejak zaman Mesir kuno.

Saat itu wewangian kerap digunakan dalam ritual keagamaan, layaknya dupa, mur, kemenyan, dan sebagainya. Sementara, parfum modern mulai dikembangkan pada abad ke-17 di Prancis dan dipopulerkan oleh Raja Louis XV yang ketika itu selalu menyemprotkan wewangian ke sapu tangannya.

Pemakaian parfum bukan sekadar memberi keharuman, tapi lebih dari itu, juga memberikan efek kepribadian khusus kepada diri seseorang.
Pemakaian parfum bukan sekadar memberi keharuman, tapi lebih dari itu, juga memberikan efek kepribadian khusus kepada diri seseorang.Foto: Beautyfrizz.

Zaman itu diyakini sebagai masa awal munculnya cologne, hingga akhirnya berevolusi menjadi parfum yang kita kenal sekarang dengan aromanya nan harum.

Perempuan, kata Alina, selalu menyukai keharuman parfum yang berasal dari alam. “Wangi bunga yang klasik mampu memberikan kesan elegan. Keeleganan dan sisi klasik bunga-bunga itu kemudian lebih dimodernkan dengan tambahan aroma buah-buahan,” kata dia.

Alina menambahkan, kombinasi tersebut menciptakan aroma yang mewah, elegan, sekaligus tahan lama. Aroma floral dan fruity ini kemudian diadopsi Molto untuk meluncurkan seri parfum pertamanya, Molto Eau de Parfum.

Bunga yang digunakan pada Molto Eau de Parfum ini merupakan bunga premium dari Prancis, yang tak lain merupakan negara tempat lahirnya parfum modern. Ferminich, perfume house dimana Alina bekerja, ikut dilibatkan dalam proses penciptaan parfum Molto dengan aroma floral fruity yang elegan itu.

pemakaian parfum bukan sekadar memberi keharuman, tapi lebih dari itu, juga memberikan efek kepribadian khusus kepada diri seseorang. Foto: beautifulshoes.
Pemakaian parfum bukan sekadar memberi keharuman, tapi lebih dari itu, juga memberikan efek kepribadian khusus kepada diri seseorang. Foto: beautifulshoes.

Ketika mengembangkan Molto Eau de Parfum, David Beilvert, Fragrance Development Director Firmenich, mendapatkan inspirasi dari parfum Parisien Yyes Saint Laurent dan Tresor In Love Lancome yang lebih dulu termasyur dan disukai selebriti papan atas.

Baik YSL maupun Lancome keduanya juga menggunakan bunga-bunga premium Prancis pilihan.

Nah, kalau kamu penasaran seperti apa aroma Molto Eau de Parfum ini, silakan sambangi Sephora di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, untuk mendapatkannya. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY