Gambar via: moviepilot.com.

GULALIVES.com, Depok- Dunia perfilman Indonesia sepertinya tak pernah hentinya berkarya. Banyak film dengan ragam genre lahir di Indonesia, salah satunya film genre relijius yakni film Islami. Setiap peluncuran film Islami, masyarakat lalu berbondong-bondong pergi ke bioskop untuk menontonnya. Tak sedikit film Islami yang menyabet penghargaan festival film lokal dan luar negeri saking ceritanya begitu fresh dan menggugah hati siapa saja yang menontonnya. Jika Anda mengaku pecinta film Indonesia, inilah film-film Islami yang wajib Anda tonton!

  1. Menilik kisah cinta dalam biduk poligami, Ayat-ayat Cinta (2008)

Gambar via: www.indonesianfilmcenter.com
Gambar via: www.indonesianfilmcenter.com

Film ini diangkat dari novel best seller karangan Habiburrahman El Shirazy berjudul Ayat-ayat Cinta. Cerita berkisah tentang Fahri bin Abdillah yang merupakan mahasiswa di Mesir. Ia jatuh cinta dengan Aisha namun terpaksa menjalankan poligami dengan wanita beda agama yang bernama Maria. Dalam film ini diperlihatkan bagaimana kehidupan suami isteri di dalam biduk poligami. Dimana sudah sewajarnya wanita tak ingin dimadu oleh suaminya dan bagaimana terkadang rasa ikhlas sulit melampaui rasa cemburu.

  1. Kisah perjuangan hidup dan cinta pelajar Indonesia di Mesir, Ketika Cinta Bertasbih (2009)

Gambar via: icanhear.wordpress.com
Gambar via: icanhear.wordpress.com

Untuk memuaskan penggemarnya yang sempat komplain bahwa Ayat-ayat Cinta tak sesuai dengan buku, Habiburrahman El Shirazy pun kembali membawa mahakaryanya ke layar lebar. Ketika Cinta Bertasbih bercerita tentang Azzam seorang pelajar Indonesia di Mesir yang seharusnya menyelesaikan pendidikannya, namun harus menghidupi keluarganya di Indonesia. Kisah cinta bersemi di antaranya dengan seorang wanita bernama Anna Althafunnisa, seorang muslimah yang hampir mendekati kata sempurna. Sayangnya Azzam lebih memilih untuk fokus pada kuliah dan bagaimana cara menafkai keluarganya. Agar esensi ceritanya sampai ke penonton, film Ketika Cinta Bertasbih dibagi menjadi dua bagian. Bagian kedua film dirilis pada tahun yang sama agar tak membuat penonton menunggu lama.

  1. Penasaran dengan kehidupan muslim di Eropa? Tonton 99 Cahaya di Langit Eropa (2013)

Sepasang suami istri mengalami penjelajahan spiritual di Eropa. Gambar via: antiketombe.clear.co.id
Sepasang suami isteri mengalami penjelajahan spiritual di Eropa. Gambar via: antiketombe.clear.co.id

Terkadang, mengalami penjelajahan spiritual tidak harus pergi ke tanah suci. Begitulah kira-kira yang dialami oleh sepasang suami isteri asal Indonesia bernama Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra ketika tinggal di Austria. Berada jauh dari negeri sendiri, Hanum tak memiliki banyak teman. Semua berubah saat Ia berkenalan dengan muslimah asal Turki bernama Fatma. Dari Fatma lah Hanum belajar suka duka kehidupan seorang muslim di Eropa. Tentang islamphobia yang santer terjadi di negara Eropa juga ajaran Islam yang masih dirasa tabu oleh penduduk Eropa. Selain kisahnya yang begitu terkenang di hati penonton karena realistis, lewat film ini Anda akan disajikan indahnya pemandangan negara-negara di Eropa sampai bagaimana beberapa bangunan ternyata mengadopsi ajaran Islam dalam pembangunannya.

  1. Memperjuangkan hak-hak perempuan muslim di tengah kehidupan konservatif pesantren, Perempuan Berkalung Sorban (2009)

Gambar via: m.klikfilm.net
Gambar via: m.klikfilm.net

Anissa adalah seorang wanita cerdas, berani dan berpendirian kuat. Ia lahir dan dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang kental dengan tradisi konservatif yang beranggapan kebenaran sejati datangnya dari al Qu’an, Hadist dan Sunnah. Ilmu-ilmu modern dianggapnya menyimpang. Di tempat pesantren tempat Anissa hidup yakni Salafiah putri Al Huda, budaya patriarkinya terpampang jelas yakni perempuan harus tunduk pada laki-laki ditambah ajaran Islam yang membuat posisi perempuan lemah dan tidak seimbang. Bahkan untuk memiliki pendidikan yang setara saja sulit, terbukti saat Anissa yang tak diizinkan untuk berkuliah di Yogyakarta. Film lalu berlanjut dengan menunjukan perjuangan Anissa untuk membela hak-hak perempuan muslim di tengah rintangan keluarga pesantren yang konservatif. Harus digarisbawahi, film ini tidak mengkritik tradisi Islam yang konservatif, namun lebih menonjolkan tema pemberdayaan wanitanya.

  1. Mengintip suka duka persahabatan di pesantren lewat, Negeri 5 Menara (2012)

Kisah persahabatan enam remaja laki-laki di balik dinding pesantren. Gambar via: postinganbiasa.blogspot.com
Kisah persahabatan enam remaja laki-laki di balik dinding pesantren. Gambar via: postinganbiasa.blogspot.com

Film ini mengisahkan tentang Alif yang baru saja lulus SMP dan ingin melanjutkan sekolahnya di Bandung. Namun, Ibunya justru menyuruh Alif untuk masuk ke pesantren. Alif awalnya menolak, namun justru di sini Ia bertemu dengan sahabat-sahabat karibnya. Dengan menjunjung “Man Jadda Wajada!” yang artinya “Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil”, Alif dengan keempat sahabatnya berketad menaklukan dunia. Film ini mengajarkan bahwa takdir sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Anda tidak tahu bahkan di tempat yang tidak pernah Anda kira, Anda justru menemukn sosok sahabat sejati yang akan membantu menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

  1. Realistis tentang poligami di Indonesia, Surga yang Tak Dirindukan (2015)

Gambar via: www.republika.co.id
Gambar via: www.republika.co.id

Sepertinya masih banyak masyarakat di Indonesia yang masih awam dengan poligami. Satu-satunya cara paling aktif untuk mengetahui tentang seluk beluk poligami adalah dengan menonton film yang mengangkat tema sistem perkawinan ini. Diambil dari novel dengan judul yang sama karangan Asma Nadia, film bercerita tentang seorang pria yang diam-diam melakukan poligami dengan wanita yang tak sengaja tertabrak mobil yang Ia kendarai. Berbeda dengan film yang mengambil tema poligami, film Surga yang Tak Dirindukan terkesan lebih realistis dimana masih banyak pria yang melakukan poligami tanpa memberitahu isteri pertamanya. Padahal, poligami sendiri butuh istri pertama. Tak heran film ini menjadi salah satu film terlaris di tahun film ini dirilis.

  1. Napak Tilas Pendiri Muhammadiyah di Sang Pencerah (2010)

Gambar via: dapurfilm.com
Gambar via: dapurfilm.com

Film ini membahas tentang tokoh nasional sekaligus pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan. Selain mendirikan Muhammadiyah, Dahlan dikenal menjadi tokoh yang membawa nafas pembeharuan terhadap Islam khususnya di Indonesia. Sang Pencerah menampilkan film Islam yang dibalut dengan tema berbeda. Mengajarkan pada kita bahwa Islam juga mempunyai wajah yang modern, terbuka serta rasional. Tidak seperti dugaan orang luar yang mengira Islam itu kolot.

Semoga ke depannya dunia perfilman Indonesia semakin banyak menelurkan film-film bertajuk Islami yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat seputar agama Islam. Karena harus diakui, melalui film, sangat mudah untuk mengedukasi masyarakat. Selamat menonton! (AH)

loading...

LEAVE A REPLY