Jae Rhim Lee menciptakan sebuah inovasi yang dijuluki 'infinity burial mushroom suit' atau diterjemahkan sebagai ‘baju pemakan mayat’ yang bisa mendekomposisi jasad manusia lebih cepat.

Gulalives.com, JAKARTA – Umumnya, saat seseorang meninggal, jasadnya akan dikubur dengan sehelai kain kafan (jia ia muslim) atau mengenakan busana, bagi penganut agama lain. Selain dikubur, cara lain yang digunakan – dan ini dipandang praktis – adalah dengan melakukan kremasi terhadap mayat.

Jasad yang dikubur ini lama kelamaan akan bersatu dengan tanah. Dibutuhkan waktu yang cukup lama hingga tubuh benar-benar kembali ke alam.

Jae Rhim Lee menciptakan sebuah inovasi yang dijuluki 'infinity burial mushroom suit' atau diterjemahkan sebagai ‘baju pemakan mayat’ yang bisa mendekomposisi jasad manusia lebih cepat.
Jae Rhim Lee menciptakan sebuah inovasi yang dijuluki ‘infinity burial mushroom suit’ atau diterjemahkan sebagai ‘baju pemakan mayat’ yang bisa mendekomposisi jasad manusia lebih cepat.

Nah,  rupanya banyak komunitas yang berdiskusi soal penguburan yang ramah lingkungan. Dengan kata lain, seseorang bisa tetap berguna bagi lingkungannya, bahkan setelah dia meninggal.

Untuk itulah diciptakan inovasi bagaimana caranya agar mayat yang dikubur itu bisa cepat menyatu dengan tanah tak lama setelah si mayat dikuburkan.

Jae Rhim Lee menciptakan sebuah inovasi yang dijuluki 'infinity burial mushroom suit' atau diterjemahkan sebagai ‘baju pemakan mayat’ yang bisa mendekomposisi jasad manusia lebih cepat.
Jae Rhim Lee menciptakan sebuah inovasi yang dijuluki ‘infinity burial mushroom suit’ atau diterjemahkan sebagai ‘baju pemakan mayat’ yang bisa mendekomposisi jasad manusia lebih cepat.

Ide semacam inilah ang menginspirasi desainer dan seniman Jae Rhim Lee. Dia menciptakan sebuah inovasi yang dijuluki ‘infinity burial mushroom suit’ atau diterjemahkan sebagai ‘baju pemakan mayat’ yang bisa mendekomposisi jasad manusia lebih cepat dan lebih ramah lingkungan.

Baju tersebut berisi spora jamur pemakan daging yang akan mencerna jaringan tubuh manusia.

Ketika mengembangkan baju tersebut, Lee menguji beberapa jenis jamur, termasuk jamur konsumsi. Lee ingin melihat efektivitas berbagai jenis jamur tersebut dalam mencerna sampel rambut, kulit dan kuku manusia.

Jae Rhim Lee menciptakan sebuah inovasi yang dijuluki 'infinity burial mushroom suit' atau diterjemahkan sebagai ‘baju pemakan mayat’ yang bisa mendekomposisi jasad manusia lebih cepat.
Jae Rhim Lee menciptakan sebuah inovasi yang dijuluki ‘infinity burial mushroom suit’ atau diterjemahkan sebagai ‘baju pemakan mayat’ yang bisa mendekomposisi jasad manusia lebih cepat.

Eksperimen desainer Lee membuahkan hasil. Beberapa jenis jamur pemakan daging ternyata bisa mencerna jaringan tubuh manusia lebih cepat, yang kemudian menjadi material utama Lee dalam untuk membuat baju ‘pemakan’ mayat.

Tidak hanya bisa mencerna jasad manusia, baju ‘pemakan mayat’ karya Lee tersebut juga bisa memecah toksin (racun) yang dilepaskan saat proses dekomposisi (peruraian bahan/materi). Baju jamur itu bisa mengeliminasi sekitar 300 bahan kimia yang dilepaskan ke lingkungan jika seseorang meninggal.

Jae Rhim Lee menciptakan sebuah inovasi yang dijuluki 'infinity burial mushroom suit' atau diterjemahkan sebagai ‘baju pemakan mayat’ yang bisa mendekomposisi jasad manusia lebih cepat.
Jae Rhim Lee menciptakan sebuah inovasi yang dijuluki ‘infinity burial mushroom suit’ atau diterjemahkan sebagai ‘baju pemakan mayat’ yang bisa mendekomposisi jasad manusia lebih cepat.

Seluruh proses dekomposisi itu didasarkan pada metode pembersihan tanah bernama calledmycoremediation, yang menggunakan jamur sebagai agen pembersih kontaminan.

“Saya terinspirasi dari ide bahwa jamur adalah agen dekomposisi terbaik di dunia,” kata Lee seperti dikutip BuzzFeed.

Jae Rhim Lee menciptakan sebuah inovasi yang dijuluki 'infinity burial mushroom suit' atau diterjemahkan sebagai ‘baju pemakan mayat’ yang bisa mendekomposisi jasad manusia lebih cepat dan ramah lingkungan.
Jae Rhim Lee menciptakan sebuah inovasi yang dijuluki ‘infinity burial mushroom suit’ atau diterjemahkan sebagai ‘baju pemakan mayat’ yang bisa mendekomposisi jasad manusia lebih cepat dan ramah lingkungan.

Tapi, tentu baju ramah lingkungan ini tidak murah. Mereka yang tertarik mendapatkannya, bisa membeli secara online seharga US$1500 atau setara Rp20 juta.

Tidak hanya bagi manusia, baju serupa juga bisa diaplikasikan bagi binatang peliharaan. Dan hingga kini, baru segelintir orang yang menyatakan tertarik dan memesan baju unik tersebut.

Nah bagaimana, kamu tertarik juga? (VW)

loading...

LEAVE A REPLY