Mengontrol hidup kamu tidak selalu berarti buruk, tapi bukan mengatur bagaimana orang lain menjalani kehidupannya. Kalau ini yang terjadi, kamu gila kontrol (Foto: Officescapellp)

Gulalives.com, JAKARTA – Memiliki kontrol penuh atas hidup kamu tidak selalu berarti buruk, tapi bukan mengatur bagaimana orang lain menjalani kehidupan mereka. Kalau ini yang terjadi, kamu mungkin gila kontrol.

Mengetahui apa yang kamu inginkan dapat dianggap sebagai hal yang baik. Memiliki visi dari gambaran masa depan kamu adalah sebuah kenyamanan. Namun, membuat manajemen mikro dari setiap detail…rasanya, segala sesuatu yang ada bisa sangat melelahkan.

Kalau kamu merasakan tanda-tanda diri menjadi gila kontrol, ada cara untuk memperlambat perilaku obsesif tersebut. Setiap orang memiliki kecenderungan mengendalikan dalam berbagai tingkatan, dan akan sangat membantu untuk memahami di mana kecenderungan tersebut berasal, terutama jika obsesi yang mengendalikan kamu didiagnosa klinis sebagai sesuatu yang lebih serius.

Diagnosis klinis untuk gila kontrol adalah seseorang yang digambarkan menderita perilaku obsesif kompulsif. Orang tersebut memiliki kecemasan, mulai dari berada di dunia dimana mereka seperti “dipaksa” hingga manajemen mikro orang-orang di dalamnya.

Seperti semua diagnosis klinis, perilaku ini memanifestasikan dirinya dalam beberapa kelas. Pada kelas terendah adalah orang yang menjengkelkan sedangkan tertinggi adalah orang-orang yang menjadi lumpuh mental akibat kekakuan perilaku mereka yang gemar mengendalikan dan mengucilkan diri dari dunia. Kebanyakan orang berada di tengah-tengah.

Bahkan ketika kamu merasa seperti berada dalam kendali penuh atas segala sesuatu yang terjadi di sekitar, kamu akan benar-benar lebih puas dengan hidup jika kamu belajar untuk melepaskan. Jika kamu tidak yakin apakah tergolong terlalu mengontrol, berikut adalah beberapa tanda-tanda bahwa seseorang termasuk gila kontrol:

1. Menolak untuk Mendelegasikan

(Foto: Incarabia)
(Foto: Incarabia)

Ketika kamu menolak untuk mendelegasikan dan percaya bahwa tidak ada yang dapat melakukan pekerjaan sebaik yang kamu bisa sehingga kamu membanjiri diri dengan tugas, kamu mungkin gila kontrol. Daripada tidak memiliki kepercayaan pada kemamppuan atau etos kerja orang lain, cobalah untuk mendelegasikan beberapa tugas sehingga kamu tidak akan merasa kewalahan.

2. Semua Harus Sesuai Jadwal

Jika kamu adalah tipe orang yang selalu marah atas perubahan sekecil apapun dalam rencana yang sudah disusun, kamu mungkin gila kontrol dalam kelas ringan.

3. Perfeksionis

(Foto: Cnn)
(Foto: Cnn)

Keinginan untuk mengendalikan secara konstan bisa berarti kamu seorang perfeksionis, dan sangat meresahkan tentang bagaimana orang lain menilai kamu. Menjangkau kesempurnaan bisa menjadi hal yang menyakitkan karena seringkali didorong oleh keinginan untuk melakukannya dengan baik dan takut akan konsekuensi saat kamu melakukan hal sebaliknya. Satu-satunya cara kamu bisa menjadi sempurna di mata diri dan orang lain adalah jika kamu berada dalam kontrol yang konstan atas segala sesuatu.

4. Moody

Gila kontrol cenderung terus-menerus ditekan oleh frustrasi mereka sendiri. Terkadang hal-hal yang tidak berjalan seperti yang kamu rencanakan terjadi begitu saja. Keinginan kamu atas kesempurnaan pun dapat terganggu oleh frustrasi kronis, kemurungan, dan stres, yang mungkin bisa menyebabkan perubahan suasana hati (moody).

5. Harapan Merasa Terancam

(Foto: Thenest)
(Foto: Thenest)

Banyak alasan lain mengapa kamu gila kontrol, salah satunya karena hal itu benar-benar membuat kamu merasa baik. Kontrol terasa baik karena merangsang dopamin. Otak dirancang untuk memberi penghargaan dengan perasaan yang baik (dopamin) ketika kamu mendapatkan selangkah lebih dekat untuk sesuatu yang memenuhi kebutuhan.

Masalahnya, perasaan buruk (kortisol) dilepaskan ketika harapan kita mengecewakan. Kortisol menyebabkan seperti hidup kamu terancam, bahkan ketika kamu aman, karena tugas hormon ini adalah mengingatkan kamu dari tujuan yang sudah dibuat. Kamu dapat menghindari perasaan buruk dengan melepaskan harapan, tapi kemudian, tentu saja, kamu tidak mendapatkan dopamin dan tidak melangkah ke arah memenuhi kebutuhan atau tujuan kamu.

6. Tidak Mudah Percaya

Kalau kamu tipe orang yang perlu tahu apa yang semua orang lakukan di setiap waktu, kamu mungkin gila kontrol. Pada posisi atasan atau ketua tim kerja di sebuah perusahaan, kamu cenderung banyak menuntut karyawan. Kamu ingin di-cc di setiap email tim, misalnya, karena tidak dapat mempercayai kinerja mereka. Ada baiknya membiarkan mereka saling menunaikan tanggung jawab sehingga kamu dapat bersantai dan tidak stres.

7. Menghakimi Perilaku Orang Lain

(Foto: Dailymail)
(Foto: Dailymail)

Menilai orang lain adalah bentuk mengendalikan perilaku. Untuk sementara, tindakan ini membuat kamu merasa lebih baik, dengan menghakimi orang lain. Sayangnya, dalam jangka panjang kamu akan menderita karena tidak memiliki hubungan yang berkualitas dalam hidup. Menilai perilaku merupakan bentuk pertahanan terhadap perasaan dihakimi.

Jadi, orang yang menghakimi orang lain cenderung hiper kritis terhadap diri sendiri, dan dihakimi pada saat bersamaan. Untuk menghindari rasa sakit dari perasaan dihakimi, kamu bertindak ofensif dengan menghakimi orang lain.

Tidak ada pihak yang menang ketika kamu memilih untuk menghakimi orang lain. Cobalah untuk mencari tahu mengapa kamu begitu menghakimi, dan lihat apakah itu sesuatu yang dapat diperbaiki sehingga kamu dapat membantu orang lain untuk berkembang, bukan menghakimi mereka dari jauh.

8. Luka Masa Lalu

Masalah gila kontrol kerapkali merupakan manifestasi dari rasa sakit di masa lalu. Biasanya terjadi di lintasan kehidupan, seseorang menyakiti kamu secara emosional atau kamu menderita cedera fisik. Sakit ini akan tertanam dalam sistem saraf pusat yang akhirnya mengendalikan hidup kamu.

Jangan biarkan masa lalu mendikte kehidupan kamu saat ini. Kalau kamu merasakan ketakutan terhadap kemungkinan hasil dari situasi yang tidak diketahui, adalah ide yang baik untuk menarik napas dalam dan yakin bahwa masa lalu kamu tidak akan terulang lagi.

9. Mengontrol Keuangan

(Foto: Theworkathomeadvocate)
(Foto: Theworkathomeadvocate)

Uang dapat menjadi subjek sensitif dalam hubungan. Karena itu, lebih baik kamu untuk menyuarakan keberatan daripada mencoba mengontrol bagaimana pasangan menggunakan uangnya.

Bagi pasangan suami istri, si gila kontrol biasanya mencoba untuk saling mengontrol melalui uang. Mereka membuat suami atau istrinya membenarkan pengeluarannya seraya mengkritik pasangan mereka menghabiskan uang pada hal-hal yang mereka anggap tidak penting.

10. Terus Menerus Mengkritik

Mengkritik terus menerus adalah cara lain untuk mengendalikan. Kamu mengkritik pakaian yang orang lain kenakan, teman-teman, pilihan karier, pilihan makanan mereka, dan sebagainya. Tidak peduli apa yang orang lain katakan atau lakukan, kamu tidak pernah melihatnya sebagai hal yang cukup baik.

Kalau kamu terus-menerus mengkritik orang lain, termasuk orang yang kamu sayangi, bukan tidak mungkin jika mereka memilih pergi. Karena itu, biarkan teman-teman dan keluarga menjadi apa yang mereka inginkan, dan beri dukungan kapan pun mereka membutuhkannya daripada memaksa mereka untuk melakukan apa yang kamu inginkan.

loading...

LEAVE A REPLY