Shalat sunnah menjadi amalan penyempurna shalat wajib. Beberapa alasan menjadi jawaban mengapa kita perlu mendirikan shalat sunnah (Foto: Nwahy)

Gulalives.com, JAKARTA – Shalat sunnah menjadi amalan penyempurna shalat wajib. Beberapa alasan menjadi jawaban mengapa kita perlu mendirikan shalat sunnah.

Betapa pentingnya amal ibadah dalam kehidupan kita sebagai hamba Allah SWT, terlebih ibadah shalat. Shalat merupakan jalan penghubung antara diri kita dengan Allah SWT, dan sarana untuk mendapatkan rahmat dan keridhoan-Nya.

Namun, tidak sedikit umat Islam yang merasa bahwa dengan menjalankan ibadah shalat fardhu saja, itu sudah cukup dari tanggung jawab ibadahnya kepada Allah. Kita merasa tidak perlu lagi menambah dengan amalan shalat-shalat sunnah, bahkan menganggap ringan amalan tersebut. Adapun di antara keutamaan dan pahala yang akan kita peroleh dengan menjalankan shalat sunnah adalah sebagai berikut, dikutip dari buku Dahsyatnya Shalat Sunnah karya Ust. Yusuf Mansur dan Luthfi Yansyah:

1. Mendatangkan Keberkahan di Rumah

(Foto: Ennaharonline)
(Foto: Ennaharonline)

Mengerjakan shalat sunnah di rumah akan mendatangkan keberkahan. Berbeda dengan shalat fardhu, shalat sunnah lebih utama dikerjakan di rumah masing-masing kecuali shalat-shalat sunnah yang memang disyaratkan untuk dikerjakan secara berjamaah di masjid. Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit Ra, Rasulullah SAW bersabda,
Wahai sekalian manusia, kerjakanlah shalat (sunnah) di rumah kalian sebab shalat yang paling utama adalah shalat seseorang yang dikerjakan di rumahnya, kecuali shalat Jumat.” (HR. al-Bukhari)

Imam an-Nawani menuliskan, “Sesungguhnya Nabi SAW menganjurkan shalat sunnah di rumah karena dengan begitu tidak ada yang melihat, lebih terhindari dari riya, dan lebih terjaga dari pembatalan amal. Juga supaya rumah menjadi penuh berkah, turun di sana rahmat dan malaikat, serta membuat setan lari terbirit-birit.” Seperti diriwayatkan dari Umar Ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
Jadikanlah bagian dari shalat kalian di rumah-rumah kalian, dan jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

2. Mendatangkan Kecintaan dari Allah SWT

(Foto: Vigilantcitizen)
(Foto: Vigilantcitizen)

Allah SWT akan mencintai mereka yang mengerjakan amalan-amalan sunnah (nawafil), termasuk shalat-shalat sunnah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT berfirman, ‘Siapa yang memusuhi wali-Ku, sungguh Aku telah mengizinkan agar dia diperangi. Tidak ada amal yang paling Aku senangi yang dipergunakan oleh hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku selain ibadah yang telah Aku fardhukan kepadanya. Hamba-Ku yang senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah sunnah (nawafil), pasti Aku mencintainya. Jika Aku sudah mencintainya, maka Aku jadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, Aku menjadi penglihatannya yang dengannya dia melihat, Aku menjadi kakinya yang dengannya dia berjalan. Jika dia memohon kepada-Ku, pasti akan Aku beri, jika dia memohon perlindungan dari pada-Ku pasti akan Ku-lindungi dia. Aku tidak pernah bimbang dalam melakukan sesuatu sebagaimana kebimbangan-Ku ketika hendak mencabut nyawa seorang mukmin yang tidak menyukai sakitnya sakaratul maut, sementara Aku pun tidak ingin menyakitinya.” (HR. al-Bukhari)

3. Meninggikan Derajat Seorang Mukmin

(Foto: Baltimoresun)
(Foto: Baltimoresun)

Shalat adalah amalan yang terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
Istiqomahlah kamu semua, janganlah kamu menghitung-hitungnya, dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amal-amalmu adalah shalat.” (HR. Ibnu Majah)

Amalan sunnah juga merupakan ibadah yang dapat meninggikan derajat seseorang serta menghapus dosa-dosanya yang lalu. Diriwayatkan dari Mi’dan bin Ali Thallhah al-Yamani, ia bercerita, “Aku pernah bertemu Tsauban, pembantu Rasulullah SAW lalu kukatakan, ‘Beritahukan kepadaku suatu amalan yang dengan mengerjakannya Allah akan memasukkanku ke dalam surga. Kemudian Tsauban diam. Maka aku tanyakan lagi kepadanya. Dia tetap diam. Selanjutnya, aku bertanya untuk ketiga kalinya, dia pun berkata, ‘Aku pernah tanyakan hal tersebut kepada Rasulullah SAW, lalu baginda menjawab, ‘Hendaklah engkau memperbanyak sujud (shalat sunnah) kepada Allah karena sesungguhnya tidaklah engkau bersujud kepada Allah sekali saja melainkan menghapuskanmu satu kesalahan’.” (HR. al-Bukhari)

4. Menutupi Kekurangan Shalat Fardhu

(Foto: Tumblr)
(Foto: Tumblr)

Sungguh teramat sulit bagi kita untuk mengerjakan ibadah fardhu secara sempurna. Adalah hal yang lumrah terjadi apabila kita mengerjakan shalat fardhu, maka akan banyak ditemukan kekurangan di sana sini, seperti tidak khusyuk, bacaan ayat-ayat Al Qur’an yang kurang tepat dan kesalahan-kesalahan lainnya.

Dari sinilah maka shalat-shalat sunnah berfungsi untuk menutupi segala kekurangan yang mungkin terjadi ketika mengerjakan shalat fardhu. Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah SAW bersabda,
Sesungguhnya amalan manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat ialah shalat mereka. Rabb kita berfirman kepada para malaikat-Nya, padahal Dia telah mengetahui, ‘Periksalah shalat hamba-Ku! Sempurnakah atau kurang? Jika shalatnya sempurna, maka catatlah ia sempurna, dan jika terdapat sesuatu kekurangan, Rabb berfirman, ‘Periksalah apakah hamba-Ku mempunyai amalan shalat sunnah? Jika dia mempunyai amalan shalat sunnah lalu Rabb berfirman, ‘Sempurnakanlah shalat fardhu hamba-Ku dengan shalat sunnahnya. Kemudian diperhitungkan amalan-amalan itu dengan cara demikian.” (HR. Abu Dawud)

5. Sarana Doa dan Permohonan

(Foto: Baltimoresun)
(Foto: Baltimoresun)

Sesungguhnya, manusia dengan upaya dan kekuatannya adalah lemah dan hanya dengan kekuatan Allah-lah dia menjadi kuat. Setiap manusia membutuhkan pertolongan Allah SWT agar sukses dalam melaksanakan tugas-tugasnya di bumi. Dan, tekun melaksanakan ibadah fardhu dan sunnah sehari-hari adalah cara untuk mendapatkan pertolongan Allah. Allah SWT berfirman,
Dan orang-orang yang berjihad untuk Kami, maka benar-benar akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami kepada mereka. Dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik.” (QS. al-‘Ankabut: 69)

Sebuah hadits qudsi yang masyhur menjelaskan, “…Hamba-Ku yang senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah sunnah (nawafil), pasti Aku mencintainya. Jika Aku sudah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, Aku menjadi penglihatannya yang dengannya dia melihat, Aku menjadi tangannya yang dengannya dia membuat sesuatu, Aku menjadi kakinya yang dengannya dia berjalan. Jika dia memohon kepada-Ku, pasti akan Aku beri, jika dia memohon pertolongan dari pada-Ku pasti akan Ku-lindungi dia…“. (HR. al-Bukhari)

6. Mendatangkan Ketenangan

(Foto: Meldmagazine)
(Foto: Meldmagazine)

Amalan ibadah sehari-hari merupakan penyebab ketenangan hati dan kedamaian jiwa. Allah SWT berfirman,
(Yaitu) orang-orang yang berman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati merasa tenang.” (QS. ar-Ra’d: 28)

Jika Rasulullah SAW ditimpa kelelahan, ketakutan, dan kegelisahan, beliau segera melakukan shalat. Beliau berkata kepada Bilal,
“…Bangunlah wahai Bilal, buatlah kita tenang/tenteram dengan (melakukan) shalat.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Pada waktu yang lain beliau bersabda,
…Dan telah dijadikan penghibur (penghias) hatiku (kebahagiaanku) pada shalat.” (HR. Ahmad dan an-Nasa’i)

Dalam berbagai urusan yang sangat penting, Rasulullah SAW selalu melapangkan hatinya dengan melakukan shalat. Begitulah shalat benar-benar merupakan penyejuk hati dan sumber kebahagiaan bagi Rasulullah SAW. Maka, sudah selayaknya kita meniru perilaku Rasulullah SAW.

loading...

LEAVE A REPLY