Kebanyakan wanita baru belajar kesuburan saat mereka berkeinginan untuk hamil (Foto: Indiakashmirsaffron)

Gulalives.com, JAKARTA – Wanita dianugerahi organ kesuburan yang melekat dalam dirinya sejak lahir. Namun, kebanyakan wanita baru belajar kesuburan saat mereka berkeinginan untuk hamil.

Kebanyakan wanita tidak berpikir dua kali tentang kesuburannya sampai siap untuk memiliki bayi. Bahkan, sebagian di antaranya menghabiskan bertahun-tahun hidupnya sengaja mencoba untuk menghindari kehamilan. Kemudian, saat memutuskan bahwa waktunya tepat untuk hamil, wanita tiba-tiba “diintervensi” oleh peralatan ovulasi, monitor kesuburan, dan rasa cemas.

Pada dasarnya, wanita tidak harus menunggu sampai berkeinginan hamil untuk belajar tentang kesuburan. Usia 20 adalah momen yang tepat bagi seorang wanita untuk memulai obrolan dengan ibunya tentang riwayat kesehatan reproduksi dan kehamilan. Apakah ibunya mengalami menstruasi yang tidak teratur ketika masih muda? Apakah ada riwayat endometriosis, fibroid, atau menopause dini dalam keluarga? Dan pertanyaan lain yang dapat memengaruhi kemampuan seorang wanita untuk hamil. Tambah juga wawasan terkait kesehatan reproduksi dan kehamilan dari berbagai sumber terpercaya.

1. Tidak Teratur atau Tidak Bisa Menstruasi

(Foto: Unicasport)
(Foto: Unicasport)

Menstruasi tidak teratur bisa menjadi sinyal sulit hamil. Dalam paruh pertama siklus menstruasi, dilansir Refinery29, sel telur di salah satu ovarium menjadi matang sedangkan lapisan rahim menebal, maka bersiap-siaplah untuk menyambut embrio jika sel telur tersebut bertemu dengan pasukan sel sperma. Ovulasi terjadi ketika telur meninggalkan ovarium melalui tuba falopi untuk mencapai rahim, sekitar hari ke-14 dari siklus rata-rata menstruasi selama 28 hari.

Jika telur tidak dibuahi (peluang terbesar untuk hamil adalah tiga hari sebelum dan pada hari ovulasi karena sperma biasanya hidup selama tiga hari), maka lapisan rahim tidak akan menebal. Sel telur akan memecah dan keluar dari tubuh bersama dengan lapisan rahim melalui Miss V atau yang kita sebut menstruasi.

Tidak teratur atau tidak bisa menstruasi menjadi tanda dari berbagai keluhan, mulai dari stres hingga kondisi medis yang berkaitan dengan hormon, seperti tiroid yang kurang aktif atau terlalu aktif, sindrom ovarium polikistik (PCOS), atau hiperprolaktinemia, yang disebabkan oleh peningkatan produksi hormon prolaktin. Dalam kasus masalah tiroid, tes darah dapat mengungkapkan apa yang terjadi, dan dokter dapat meresepkan obat agar menstruasi kamu kembali normal. Meskipun hiperprolaktinemia disebabkan oleh masalah hormonal yang berbeda, sering juga bisa ditangani dengan obat tiroid.

Sementara, PCOS adalah sindrom yang disebabkan oleh peningkatan androgen atau hormon pria, dan tidak diketahui pasti penyebabnya. Baris pertama pengobatan PCOS adalah pil KB, yang tidak membantu jika kamu mencoba untuk hamil. Dalam hal ini, dokter mungkin meresepkan obat yang menginduksi ovulasi.

Penyebab lain dari tidak teratur atau tidak bisa menstruasi termasuk obat-obatan tertentu, gangguan makan, olahraga berlebihan, atau perubahan berat badan secara ekstrem. Intinya, berbagai masalah dapat mengacaukan periode menstruasi, maka ada baiknya periksakan ke dokter.

2. Gaya Hidup Membuat Perbedaan

(Foto: Eatthis)
(Foto: Eatthis)

Gaya hidup dapat memengaruhi kemampuan kamu untuk hamil di tahun-tahun mendatang. Hindari paparan tembakau dan alkohol yang berimplikasi langsung pada fungsi ovarium. Kelola juga kondisi seperti stres kronis, depresi, dan kecemasan yang dapat memengaruhi kesuburan.

Berat badan yang terlalu ekstrem, baik terlalu kecil maupun besar, patut diwaspadai. Selanjutnya, rawat tubuh dengan berolahraga secara teratur dan menerapkan pola makan yang baik agar bisa memperbesar peluang untuk hamil saat kamu siap.

3. Tidak Ada Jalan Kembali

(Foto: Amazonaws)
(Foto: Amazonaws)

Penting untuk diingat, kamu dilahirkan dengan semua sel telur yang ada kini, dan tidak ada yang mengimbangi penurunannya secara alami seiring penambahan usia. Kamu bisa melakukan banyak hal terkait manajemen medis karena efek penuaan pada telur secara biologis tidak bisa dibatalkan. Jadi, tidak ada jalan kembali jika bicara tentang kesuburan.

Kesuburan berakhir kira-kira 5-10 tahun sebelum menopause. Sulit untuk memprediksi secara tepat kapan itu akan terjadi, tapi secara umum penurunan kesuburan wanita di usia 30-an, terutama setelah usia 35. Wanita sehat dan subur berusia 40 tahun memiliki sekitar 5% kesempatan untuk hamil dalam siklus tertentu sedangkan usia 30 tahun memiliki peluang hamil sebesar 20%.

4. Tes Kesuburan

(Foto: Usnews)
(Foto: Usnews)

Kamu tidak perlu melakukan tes kesuburan segera setelah berkeinginan untuk hamil. Langkah pertama adalah mulai mendengarkan tubuh. “Kalau menstruasi saya tidak teratur, saya tidak berovulasi. Ketika saya tidak berovulasi, maka peluang saya untuk hamil akan kecil. Saya tidak perlu menunggu satu tahun untuk konsultasi ke dokter. Saya harus melakukannya segera…”.

Kalau menstruasi kamu teratur, kamu bisa menunda untuk konsultasi dan tidak perlu memeriksa cadangan ovarium segera. Namun, kalau kamu sudah memakai KB hormonal maka lakukan tes karena indung telurnya relatif tenang, yang berarti sudah tidak aktif.

5. Mencari Saran Profesional

(Foto: Charityworld)
(Foto: Charityworld)

Pada pasangan sehat dan berusia di bawah 30 tahun (di mana tidak ada riwayat infeksi menular seksual/IMS, pihak istri memiliki siklus menstruasi teratur, dan berhubungan seks secara rutin), kondisi tidak subur atau infertilitas adalah ketika selama setahun mencoba memiliki anak tetapi tanpa hasil. Namun, wanita berusia di bawah 30 tahun dengan riwayat fibroid, nyeri panggul, atau jika ada riwayat IMS, maka setelah enam bulan harus memeriksakan diri ke dokter.

Kemudian, wanita berusia di atas 35 tahun yang telah berusaha hamil selama enam bulan atau lebih sebaiknya berkonsultasi dengan profesional, terlepas dari faktor-faktor lain. Mulailah untuk memulai jalan pengobatan kesuburan. Membekukan sel telur layak dicoba, meski ini juga berupa pilihan.

Umumnya, wanita berusia 20-an tidak perlu khawatir tentang pembekuan sel telur. Wanita di awal 30-an sebaiknya mulai mempertimbangkan bahwa antara 30 dan 35-37 adalah usia yang cukup baik sedangkan di atas usia 38, kualitas telur akan menurun. Jika ingin membekukan telur, wanita di bawah 35 tahun perlu membekukan 6-10 telur, wanita usia 40 tahun perlu membekukan 20, 30, atau bahkan 40 telur karena mayoritas telur kemungkinan akan menghasilkan embrio yang abnormal.

Ingat bahwa konsepsi atau kehamilan tergantung pada telur dan sperma yang sehat. Kesuburan membutuhkan kerja tim. Seorang wanita tidak bisa menanggung beban tersebut sendiri. Kondisi tidak subur hendaknya tidak untuk membuat kamu dan pasangan saling menyalahkan. Infertilitas bukan kesalahan satu pihak, seraya mengingatkan bahwa telur kamu bukan satu-satunya “pemain” di panggung konsepsi.

loading...

LEAVE A REPLY