Gulalives.co, Depok – Sobat, beberapa waktu lalu kita sudah membahas Nomophobia, nah kali ini kita mau bahas tentang Fomophobia. Perkembangan teknologi sedikit banyak mengubah perilaku manusia. Salah satunya bagaimana kita bereaksi pada media sosial dan gadget. Ngaku deh, pas pertama bangun tidur pasti banyak diantara kita yang langsung ngecek handphone! Karena saya sendiri mengakui kalau saya seorang Fomophobia.
Enggak tenang sebelum mengetahui apa yang terjadi dan teman-teman bicarakan di media sosial, bahkan kita sampai mengeceknya setiap menit? Terus-terusan memantau handphone buat menunggu notification dan meng-update semua kegiatan kita ke berbagai media sosial? Hmmm, kayaknya kita mengalami Fear of Missing Out atau yang lebih dikenal dengan sebutan FOMO.

wow

Salah satu bentuk phobia ini merupakan ketakutan berlebihan akan ketinggalan informasi dan hal-hal yang terjadi di dunia maya. Seorang penderita FOMO sendiri biasa mengecek media sosial mereka setiap 30 detik sampai lima menit sekali dalam sehari. Penelitian dari Melbourne’s Victoria University menunjukkan, masalah ini kebanyakan dialami sama cewek dan cowok berumur 16 sampai 35 tahun. Selagi mengecek media sosial,penderita FOMO biasanya memiliki ketakutan bakal menyesal sebelum melihat berbagai pos dari teman-temannya. Menurut penelitian dari Duke University-Amrik, kita yang menderita FOMO merasakan hal itu karena enggak mau melihat kehidupan orang lain yang lebih baik dari kita. Kita bakal merasa ragu sama diri sendiri dan merasa hidup kita enggak seasyik orang lain. Lebih parahnya lagi, kita merasa enggak diinginkan dan depresi. Kita jadi takut untuk memutuskan segala tindakan yang bakal kita lakukan ke depannya. Perasaan kayak tadi muncul, karena pikiran kita didominasi oleh kehidupan orang lain. Kita jadi enggak bisa memanfaatkan waktu kita sendiri dengan maksimal.

Kalau didiamkan, FOMO ini bisa bikin kita stres dan kehilangan banyak waktu berharga bareng keluarga atau teman-teman. Jadi lebih baik hindari dari sekarang yuk!

Batasi waktu membuka socmed

Mengurangi waktu mengakses socmed jadi cara paling ampuh menghindari FOMO. Pokoknya kita harus tetap eksis di dunia nyata. Misalnya cukup meluangkan waktu sebanyak tiga sampai lima kali setiap harinya. Misalnya saat istirahat sekolah, pulang sekolah dan malam hari saat santai di rumah. Jadi enggak mesti setiap menit cek hape untuk melihat kabar terbaru di socmed.

social

Batasi juga waktu kita mengecek socmed setiap kalinya sekitar lima sampai sepuluh menit. Jangan lebih. Kalau kita susah mengontrolnya, lebih baik sign out saja akun socmed kita di hape supaya kita enggak terpancing untuk terus-terusan mengecek setiap kali ada mention atau notifikasi lainnya. Toh mencari tahu info terbaru dengan mengobrol atau bertanya langsung pada teman-teman juga bisa kan. Malah lebih asik karena bisa jadi bahan obrolan yang seru.

Coba lepaskan gadget dalam waktu lama

Coba melepaskan diri dari gadget yang memudahkan kita mengakses socmed dalam waktu cukup lama girls. Misalnya mematikannya saat belajar di kelas. Terus saat libur di rumah, tinggalkan hape di kamar dan sibukanlah diri kita berkegiatan bareng keluarga di ruangan lain. Cukup cek hape sesekali saja.

log off

Lebih asik lagi kalau kita bisa bikin hari bebas gadget atau internet satu minggu sekali atau dua minggu sekali. Alihkan perhatian dan waktu kita dengan melakukan hobi yang lebih berguna dan menyenangkan. Misalnya olaharaga, memasak atau bikin barang-barang DIY yang lucu. Biar lebih seru dan kita dapat motivasi lebih,  ajak teman satu genk atau anggota keluarga kita saat melakukannya.

Sadari yang ada di socmed enggak selalu benar

Kita pasti pernah merasa penasaran atau bahkan iri melihat keseruan aktivitas teman-teman kita yang mereka upload di socmed. Nah, perasaan ini akan terus mendukung kita jadi kepo sama kehidupan dia dan mungkin teman-temannya yang lain. Alhasil kita pun jadi sibuk kepo membuka-buka akun socmed mereka selama berjam-jam dan selalu penasaran merek akan meng-upload kegiatan seru apa lagi.

socmed add

Gawatnya hal ini bisa bikin kita jadi merasa stres sendiri karena merasa enggak bisa seperti mereka. Jadi penting banget kita sadari kalau apa yang ada di socmed itu enggak semuanya benar. Alias enggak seseru atau sepenting itu. Jadi enggak harus selalu kita ikuti. Belum tentu kehidupan aslinya, mereka sebahagian atau seasik itu. Ingat girls, kita cenderung lebih suka berbagi hal-hal asik yang bisa bikin orang iri di socmed. Sedangkan hal yang menyedihkan tentunya lebih suka disimpan sendiri saja. Jadi daripada buang waktu melihat kegiatan seru orang-orang yang di-upload di socmed, lebih baik kita ciptakan kegiatan seru kita sendiri bareng teman-teman dan keluarga.

loading...

LEAVE A REPLY