Feminin, motif floral, dan warna pastel adalah esensi yang paling melekat dalam benak kita tentang gaya Shabby Chic.

Gulalives.com, JAKARTA  – Inspirasi rumah hunian bergaya Shabby Chic tengah diminati. Feminin, motif floral, dan warna pastel adalah esensi yang paling melekat dalam benak kita tentang gaya Shabby Chic.

Secara harfiah, Shabby Chic diartikan sebagai ‘lusuh’ dan ‘elok’. Namun, lusuh di sini bukan berarti kumuh ya, melainkan lebih merujuk ke pengertian lawas dan antik. Itulah mengapa, interior bergaya Shabby Chic selalu diramaikan dengan furnitur kuno yang justru ditonjolkan tampilan tuanya. Kesannya vintej dan keren.

Feminin, motif floral, dan warna pastel adalah esensi yang paling melekat dalam benak kita tentang gaya Shabby Chic.
Feminin, motif floral, dan warna pastel adalah esensi yang paling melekat dalam benak kita tentang gaya Shabby Chic.

Furnitur tersebut kemudian dikombinasikan dengan dekorasi lain agar lebih elok tanpa mengubah bentuk aslinya.

Awalnya, gaya Shabby Chic terinspirasi dari gaya khas rumah pondok tradisional di pedesaan Inggris. Seorang desainer interior asal London, Rachel Ashwell, kemudian mulai mempopulerkan gaya ini pada tahun 1989 lewat tokonya di Santa Monica, California.

Feminin, motif floral, dan warna pastel adalah esensi yang paling melekat dalam benak kita tentang gaya Shabby Chic.
Feminin, motif floral, dan warna pastel adalah esensi yang paling melekat dalam benak kita tentang gaya Shabby Chic.

Konsep penataannya dititikberatkan pada penggunaan kayu sebagai elemen paling dominan dengan finishing yang tampak sudah termakan usia. Palet warnanya  seputar pada warna yang berintensitas lembut, seperti warna pastel dan natural, yang kemudian ditambahkan sedikit warna solid sebagai aksen.

Nah, buat kamu yang ingin menerapkan gaya Shabby Chic di rumah hunian, coba tips sederhana namun praktis ini:

Feminin, motif floral, dan warna pastel adalah esensi yang paling melekat dalam benak kita tentang gaya Shabby Chic.
Feminin, motif floral, dan warna pastel adalah esensi yang paling melekat dalam benak kita tentang gaya Shabby Chic.

Gunakan kain sederhana. Tinggalkan saja sarung bantal dan pelapis sofa dengan warna mencolok ataupun motif geometris dan abstrak. Kamu bisa mencoba kain  sederhana seperti kain linen, sulaman, tenun, atau rajutan dengan motif floral dan warna yang lembut.

Dekorasi rumahan yang simpel. Dekorasi untuk gaya Shabby Chic tidak harus berupa pajangan hiasan yang mewah. Bahkan, kamu bisa memanfaatkan barang sehari-hari, seperti botol kaca, wadah kaleng yang dicat ulang, atau peralatan makan lawas warisan orangtua, sehingga  kesan sederhana lebih terasa.

Feminin, motif floral, dan warna pastel adalah esensi yang paling melekat dalam benak kita tentang gaya Shabby Chic.
Feminin, motif floral, dan warna pastel adalah esensi yang paling melekat dalam benak kita tentang gaya Shabby Chic.

Furnitur kayu. Sebagai elemen utama pada interior Shabby Chic, kamu bisa menerapkan material ini lewat penambahan furnitur  kayu, lantai kayu (parket), dinding panel kayu, dan pajangan ukiran kayu.

Warna kalem pada dinding. Warna lembut sebagai warna utama Shabby Chic akan lebih efektif bila diterapkan sebagai warna dinding ruangan. Jika ingin  tampilan yang lebih atraktif, penggunaan wallpaper dapat menjadi pilihan. Nah, biar inspirasi Shabby Chic makin terasa, kamu bisa menggunakan wallpaper bermotif floral dengan pola perulangan.

Silakan coba ya. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY