Gulalives.com, SEMARANG – Ladies, satu hal lagi yang harus kita syukuri dari seorang ibu adalah pengorbanan mereka dengan kehilangan waktu tidur demi mengurus anaknya. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orang tua baru atau orang tua dengan anak yang masih kecil sangat banyak kehilangan waktu tidur mereka.

Tom berpose menggendong bayi.
Tom Fletcher bergaya menggendong bayi. Via mirror.co.uk

Sebagaimana dilansir Gulalives.co dari laman The Huffington Post, Rabu (11/5/2016), dibandingkan dengan pasangan yang tidak memiliki anak, ayah yang memiliki anak kecil kehilangan 1-4 jam waktu tidur setiap minggu, sedangkan ibunya kehilangan 3-9 jam waktu tidurnya setiap minggu.

Orangtua sebenarnya direkomendasikan tidur selama 49 jam setiap minggunya. Namun situasinya, orangtua yang memiliki anak kecil, khususnya pula ibu hanya tidur dengan kualitas yang lebih baik saat anaknya menginjak usia empat tahun.

ibu muda dan bayi_www.independent.co.uk
ibu muda dan bayi_www.independent.co.uk

Kualitas tidur yang buruk memang jadi makan sehari-hari orangtua, terutama ibu. Sebuah penelitian yang melibatkan 10.706 sampel penduduk  Australia berusia 22-55 tahun untuk mengetahui berapa jam waktu tidur mereka setiap minggunya termasuk tidur siang. Mereka diminta untuk membuat peringkat kualitas tidur ‘sangat baik’,’lumayan baik’, ‘lumayan buruk’, dan ‘sangat buruk’.

mata bayi_www.babycenter.com
mata bayi_www.babycenter.com

Berdasarkan hasil survei menunjukkan bahwa rata-rata laki-laki dan perempuan yang tidak memiliki anak tidur selama 50-51 jam setiap minggunya. Sedangkan orangtua dengan satu anak tidur hanya 48-49 jam setiap minggunya. Untuk orangtua dengan dua anak, waktu tidur mereka berkurang menjadi 45-47,5 jam setiap minggu. Bagi orangtua yang memiliki tiga anak kecil hanya memiliki 42-46 waktu tidur.

Ibu memijat bayi. (Foto: Zwitsal)
Ibu memijat bayi. (Foto: Zwitsal)

Data tersebut juga menunjukkan bahwa kualitas tidur seorang ayah dan ibu semakin berkurang saat jumlah anak bertambah. Tentu saja, kualitas tidur yang paling berkurang adalah kualitas tidur si ibu. Studi serupa juga dilakukan di Amerika yang menunjukkan bahwa orangtua dengan anak kecil berusia di bawah dua tahun biasanya hanya tidur kurang dari lima jam setiap hari ketimbang mereka yang belum menjadi orangtua.

Ibu cenderung mengalami kurang tidur lebih banyak ketimbang si ayah karena ibu biasanya harus mengurus anak dan mengurus rumah tangga. Hal ini tentu dipengaruhi dengan pemahaman dalam masyarakat bahwa perempuan memang bertanggung jawab dalam hal tersebut.

Seorang bayi yang sedang di berikan makanan pendamping Asi oleh ibunya.
Makanan pendamping Asi tidak boleh diberikan pada bayi sebelum berusia 6 bulan. Sumber : www.shutterstock.com

Memang, sebelum menjadi ibu muda, para ahli mengatakan, wanita butuh 20 menit waktu tidur lebih lama dari pada pria karena otak mereka lebih kompleks dan dipakai lebih banyak. Menurut Yayasan Nasional Tidur AS, orang berusia di atas 18 tahun harus tidur sekitar 7-9 jam setiap malam agar sehat dan bugar.

“Otak wanita dan pria memang berbeda, serta lebih kompleks sehingga kebutuhan tidur mereka lebih besar. Rata-rata perlu 20 menit lebih lama, tapi ada juga yang lebih dari itu atau sedikit lebih singkat,” kata Jim Horne, direktur pusat penelitian tidur dari Universitas Loughborough Inggris.

Ingin Bayi Cerdas, Konsumsi Empat Makanan Ini
Ilustrasi ibu dan bayi. (Foto: Google Images)

Selain itu, para wanita juga cenderung mengerjakan banyak hal pada waktu bersamaan (multitask), sehingga tentu saja mereka menggunakan otaknya lebih banyak. Waktu tidur yang lama bukan hanya dibutuhkan sebagai cadangan energi tapi juga mereka mengalami kerugian yang lebih besar akibat kurang tidur. “Bagi wanita, kurang tidur akan meningkatkan level stres, rasa marah, dan depresi. Sebaliknya, efek itu tak terlalu besar pada wanita yang kurang tidur,” kata Horne.

Jangan Asal Main Cium Bayi Lho, Bahaya! 5Fungsi utama dari tidur adalah memberi kesempatan bagi otak untuk memulihkan dan memperbaiki diri. Saat tidur, bagian otak yang disebut korteks yang bertanggung jawab pada daya ingat, bahasa, dan pemikiran, akan memperbaiki diri.  “Makin banyak Anda menggunakan otak di siang hari, makin butuh ia beristirahat dan memulihkan diri. Dengan kata lain, waktu tidur pun perlu lebih lama,” katanya.

Dengan data ini kita bisa semakin menyadari bahwa seorang ibu menyerahkan dan mengorbankan begitu banyak waktu tidurnya untuk kita. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY