kepanikan adalah salah satu gejala psikosomatis sumber foto: treat-depression.com

Gulalives.co, Depok – Pernah mendengar tentang gangguan psikosomatis? Psikosomatis berasal dari kata psycho (jiwa) dan soma (tubuh, jasad). Dari asal katanya saja, sudah dapat dilihat bahwa psikosomatis berkaitan erat dengan jiwa dan jasad. Gangguan psikosomatis atau somatisasi adalah gangguan psikis yang menyebabkan gangguan fisik. Jadi psikosomatis ini adalah penyakit fisik yang disebabkan oleh pikiran negative atau masalah emosi. Masalah emosi ini seperti depresi, kecewa, kecemasan dan lain-lain. Gangguan psikosomatis tidak hanya terjadi pada orang dewasa, karena anak-anak juga bisa saja mengalaminya. Gangguan psikosomatis dapat terjadi secara cepat setelah tertimpa hal buruk seperti bencana alam atau korban tindakan kriminal. Namun psikosomatis juga dapat terjadi karena permasalahan yang telah tertumpuk lama seperti permasalahan keluarga, permasalahan pekerjaan dan lain-lain.

Berikut ini adalah gejala psikosomatis yang biasanya muncul.

1. Sakit perut

sakit perut adalah salah satu gejala psikosomatis sumber foto: thehealthology.com
sakit perut adalah salah satu gejala psikosomatis sumber foto: thehealthology.com

Seorang yang penderita gejala psikosomatis akan mengalami kehilangan nafsu makan, mual, diare ataupun muntah. Kebanyakn penderita juga mengalami rasa sakit pada perut bagian atas, tetapi jika diperiksakan ke dokter tidak ditemukan masalah serius.

2. Sakit kepala

sakit kepala adalah salah satu gejala psikosomatis sumber foto: bloodpressuresolution.com
sakit kepala adalah salah satu gejala psikosomatis sumber foto: bloodpressuresolution.com

Seorang penderita psikosomatis akan mengalami kecemasan, kecemasan ini biasanya akan berdampak pada sisi emosional dan fisik. Hal ini dapat mengakibatkan sakit kepala yang terjadi berulang-ulang.

3. Kepanikan

kepanikan adalah salah satu gejala psikosomatis sumber foto: treat-depression.com
kepanikan adalah salah satu gejala psikosomatis sumber foto: treat-depression.com

Seseorang yang mengalami kecemasan dan kepanikan akan mengalami berbagai gejala psikosomatis yang kompleks, misalnya seperti kesulitan bernafas, jantung yang berdegup kencang, nyeri di bagian dada, pusing dan berkeringat. Orang dengan gangguan panik ini dapat berpotensi mengalami agoraphobia, yaitu ketakutan ke tempat ramai karena tidak nyaman dengan serangan kepanikan yang menimpa dirinya.

4. Kelelahan

kelelahan adalah salah satu gejala psikosomatis sumber foto: www.successpraxis.com
kelelahan adalah salah satu gejala psikosomatis sumber foto: www.successpraxis.com

Tekanan yang kuat akan membuat seseorang mengalami kelelahan yang luar biasa. Hal ini akan mengakibatkan seseorang yang mengalaminya menjadi sulit untuk berkonsentrasi, mudah mengantuk dan menjadi pelupa.

Gejala-gejala tersebut biasanya berlangsung lama dan berulang-ulang, serta berganti-ganti dan berpindah tempat. Orang yang mengalami psikosomatis mungkin akan sulit membedakan apakah penyakit yang diderita itu psikosomatis atau disebabkan gangguan organis biasa, apalagi jika masalah emosi atau pikiran penyebab sakit itu tidak disadari, namun gejalanya terus berlangsung.

Konsultasikan ke dokter jika dirasa mengalami gejala tersebut. Ada dua macam pengobatan untuk psikosomatis, pengobatan fisik dan mental. Pengobatan fisik disesuaikan dengan penyakit yang diderita. Sedangkan pengobatan mental dapat dilakukan dengan hipnoterapi, obat, atau dengan bantuan psikolog.

Terapi psikolog, hipnoterapi adalah contoh penyembuhan untuk penderita psikosomatis, namun jika orang tersebut tidak dapat atau tidak mau menyelesaikan permasalahannya, maka semua terapi itu tidak dapat menyembuhkannya. (MD)

loading...

LEAVE A REPLY