Tisu toilet (foto: health-tidings.com)

Gulalives.com, JAKARTA – Jika kamu ke Mall ataupun ke pusat perbelanjaan dengan konsep yang modern dan tiba-tiba ingin ke kamar mandi, benda yang satu ini mungkin sudah nggak begitu asing lagi. Adalah tisu toilet, yang kini sudah menjadi “bahan kebutuhan” jika kita ingin ke kamar mandi.

Bahkan pihak pengelola memang sengaja mempersiapkan tisu dan meniadakan air sebagai alat untuk membersihkan. Mungkin itu karena mereka lebih berpikir ke arah ekonomis dan juga lebih meminimalkan kebersihan lantai.

Tisu toilet
foto: health.detik.com

Tapi pernahkah kamu berpikir, jika kamu membersihkan dengan tisu itu sudah dianggap sucikah?

Ketahuilah bahwa bersucinya seseorang dari membuang hajat menurut syariat Islam sebenarnya tidak terbatas dengan air saja ya guys. Yang menjadi kewajiban setelah membuang hajat adalah menghilangkan najis dari tempatnya, baik itu menggunakan air ataupun menggunakan benda-benda seperti batu, tisu, ataupun kertas.

Tisu toilet
Tisu toilet (foto: ciricara.com)

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan rekan-rekannya yang termasuk dalam jajaran ulama Al Lajnah Ad Daimah Lil Ifta pernah ditanya prihal boleh tidaknya menggunakan tisu untuk bersui atau beristinja. Beliau kemudian berkata:

“Segala puji bagi Allah, Shalawat dalam salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Dibolehkannya menggunakan tisu atau kertas atau semacamnya dalam membersihkan najis dan dianggap sah serta cukup jika dapat membersihkan bagian yang terkena najis, baik qubul (kemaluan) maupun dubur (pantat). Yang utama dalam hal ini adalah menggunakannya dengan ganjil dan seharusnya tidak kurang dari tiga usapan. Tidak diwajibkan menggunakan air sesudahnya, akan tetapi sunah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kami Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.” (Fatwa Lajnah Da’imah 1/125)

Tisu toilet
Tisu toilet (foto: supplier.id)

Sedangkan, Syaikh Muhammad bin Shalel Al Itsaimin rahimahullah mengatakan, “Bersuci dengan tisu dianggap sah, tidak mengapa, karena tujuan bersuci adalah menghilangkan najis, apakah dengan tisu, kertas, debu, batu kecuali tidak dibolehkan bersuci dengan sesuatu yang dilarang syariat seperti tulang atau kotoran hewan. Karena tulang adalah makanan jin jika dia adalah binatang yang halal disembelih. Adapun jika binatang yang tidak halal disembelih, maka tulang tersebut termasuk najis, dan najis tidak dapat mensucikan. Sedangkan kotoran hewan, jika dia termasuk najis, maka najis tidak dapat mensucikan. Sedangkan jika dia termasuk yang tidak najis, maka dia adalah makanan ternak jin. Karena ketika para jin datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan beriman kepadanya, beliau memberi jamuan yang tidak terputus hingga hari kiamat.” Beliau bersabda, “Bagi kalian tulang (dari hewan yang disembelih) dengan menyebut nama Allah, kalian akan dapatkan lebih banyak daging.” Ini adalah termasuk perkara ghaib yang tidak terlihat. Akan tetapi wajib bagi kita mengimaninya. Demikian pula dengan kotoran hewan ternak, dia merupakan hewan-hewan mereka (jin).” (Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin)

Dengan keterangan tersebut, sudah jelas ya guys, bahwa menghilangkan sisa istinja bisa dengan benda apa saja. Yang terpenting adalah memenuhi beberapa syarat berikut.

  1. Mampu membersihkan bekas najis
  1. Merupakan benda yang tidak kasar dan tidak juga terlalu lembut karena memang tujuannya adalah menghilangkan najis
  1. Bukan merupakan benda yang berharga seperti emas ataupun pakaian seperti sutera
  1. Bukan pula benda yang menambah kotor, seperti arang, abu atau pasir
  1. Benda tersebut tidak mengakibatkan luka bagi penggunanya, seperti kaca beling dan lain sebagainya
  1. Bisa menggunakan benda padat. Namun ulama Hanafiyah membolehkan seseorang menggunakan air mawar ataupun cuka untuk membersihkan
  1. Harus merupakan benda yang suci. Tidak boleh menggunakan kotoran hewan ataupun tulang. Bahkan kaum yang menggunakan roti untuk bersuci dilarang Allah karena merupakan penghinaan atas karuniaNya.

 

Jadi, boleh ya guys, menggunakan tisu sebagai alat untuk membersihkan setelah buang air. Tapi, demi kesempurnaan dan kebersihan, alangkah baiknya mencari toilet yang terdapat air.

loading...

LEAVE A REPLY