sorayawedding.net

Gulalives.co, Depok – Sebelumnya sudah dijelaskan mengenai kesalahan seorang suami pada istrinya. Namun sebagai seorang istri juga pasti tanpa sadar pernah melakukan tindakan yang tidak baik pada suami. Padahal surge dan neraka istri ada pada ridho suaminya.

Inilah beberapa kesalahan yang mungkin sering dilakukan istri:

1. Menyepelekan kebaikan suami

sorayawedding.net
sorayawedding.net

“Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka. Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?

Rasulullah menjawab: “(Tidak), mereka kufur kepada suaminya dan mereka kufur kepada kebaikan. Seandainya seorang suami dari kalian berbuat kebaikan kepada isterinya selama setahun, kemudian isterinya melihat sesuatu yang jelek pada diri suaminya, maka dia mengatakan, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu sekalipun.’”

2. Tidak menghormati keluarga suami

www.dakwatuna.com
www.dakwatuna.com

Seorang istri wajib bersikap lembut pada keluarga suami, terutama kedua orangtuanya. Jangan sampai istri memonopoli suaminya sehingga bahkan ibu dan bapaknya sendiri tak bisa mendapatkan hak mereka terhadap anak laki-lakinya.

Dalam sebuah hadits shahih, diriwayatkan bahwa Aisyah Ra bertanya kepada Rasulullah Saw, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?”

Rasulullah menjawab, “Suaminya” (apabila sudah menikah). Aisyah Ra bertanya lagi, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ibunya” (HR. Muslim)

Seorang sahabat, Jabir Ra menceritakan: Suatu hari datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Saw, ia berkata, “Ya Rasulullah, saya memiliki harta dan anak, dan bagaimana jika bapak saya menginginkan (meminta) harta saya itu?”

Rasulullah menjawab, “Kamu dan harta kamu adalah milik ayahmu”. (HR. Ibnu Majah dan At- Thabrani).

3. Keluar rumah tanpa izin suami

kebayapengantinmuslim.com
kebayapengantinmuslim.com

Hal inilah yang sering dilanggar para istri, yaitu keluar rumah tanpa seizing suami, malah dengan sengaja sembunyi-sembunyi, walaupun bukan untuk bermaksiat, namun tetap saja sebagai istri perlu meminta izin pada suami ketika akan keluar rumah.

Dari Anas ra, Nabi SAW bersabda: “ Siapa saja istri yang keluar dari rumahnya tanpa ijin suaminya, maka ia berada dalam kemurkaan Allah sampai ia pulang atau merelakannya.“ (HR. Khatib)

Ibnu Muflih al hambali berkata:

“Diharamkan bagi seorang wanita keluar rumah suaminya tanpa seizinnya, kecuali karena darurat atau kewajiban syari’at”. (Adab Syar’iyyah: 3/375)

4. Mengungkit kebaikan dirinya terhadap suami

pmsm-indonesia.com
pmsm-indonesia.com

Banyak istri yang mengungkit kebaikannya yang bahkan menyakiti dan merendahkan suaminya, hal ini merupakan perkara yang amat besar dosanya.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]

Abu Dzar radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.”

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

5. Tidak taat pada suami (Nusyuz)

seutastasbih.blogspot.com
seutastasbih.blogspot.com

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Nusyuz adalah meninggalkan perintah suami, menentangnya dan membencinya” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 4: 24).

“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” (QS. An Nisa’: 34).

6. Boros membelanjakan harta suami

rafika-nilamsari.blogspot.com
rafika-nilamsari.blogspot.com

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

Menghambur-hamburkan harta suami untuk sesuatu yang tidak berguna adalah salah satu kesalahan seorang istri. Namun sebagai suami juga harus paham kebutuhan istri dan keluarga serta berusaha untuk mencukupinya, sehingga istri tidak perlu merasa kesulitan mengatur keuangan.

Dari Wahab diriwayatkan bahwa ia berkata bahwa bekas budak Abdullah bin amru pernah berkata kepada Ibnu Amru: “Pada bulan ini, aku ingin tinggal di sini, “yakni di Baitul Maqdis, Ibnu Umar bertanya: “Apakah engkau meninggalkan bekal yang cukup untuk keluargamu?” Lelaki itu menjawab: “Tidak.”

“Kalau begitu, pulanglah kamu dan persiapkan bekal yang cukup untuk keluargamu, karena aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: “Seseorang sudah cukup dianggap berdosa, ketika ia menyia-nyiakan orang yang wajib dia nafkahi.” (HR. Ahmad II: 160 dan abu Dawud 1692) Asal hadist  di atas dari Muslim 245, dengan lafazh : “Seseorang sudah cukup dianggap berdosa, ketika ia tidak memberikan nafkah kepada yang berhak menerima darinya.”

Seorang istri juga dikatakan tidak boleh bersedekah menggunakan uang suami tanpa izin terlebih dahulu: “Mengenai seorang istri bersedekah dari harta rumah tangga suaminya, dia mengatakan tidak boleh kecuali dari kelebihan makanan [pokok dan pahala untuk keduanya; tidak halal seorang istri bersedekah dari harta suaminya kecuali atas izinnya.” (HR. Abu Dawud)

Namun jika memang suami adalah seorang yang pelit terhadap istri dan keluarganya maka lain lagi perkaranya.

Hindun binti Utbah istri Abi Sufyan menghadap Rasulullah SAW, berkata: “Wahai Rasul! Sesungguhnya Abu Sufyan itu seorang laki-laki yang sangat kikir. Dia tidak memberi nafaqah padaku dan pada anakku yang mencukupi, kecuali apa yang kau ambil dari hartanya tanpa sepengetahun dia. Apakah aku memikul dosa atas perbuatanku itu?” Rasulullah SAW bersabda: “ambilah dari hartanya secara ma’ruf apa yang mencukupi kebutuhanmu dan mencukupi kebutuhan anakmu.” (HR. Muslim)

loading...

LEAVE A REPLY