Gambar via: www.tvcgroup.com

GULALIVES.com, Depok- Saat berumur 20 tahun, sering kali kita mendengar bahwa saat-saat itulah dimana kita mencari arah tujuan hidup kita. Lalu saat memasuki umur 30 tahun, kita bisa menikmati arah tujuan hidup yang telah kita pilih. Pengalaman bisa dikatakan menjadi guru terbaik dari hidup. Bagaimana kesuksesan maupun kegagalan menjadi penuntun jalan kita di masa depan kelak. Namun, terdapat pengaruh-pengaruh dari luar yang dapat menginspirasi kita untuk memutuskan langkah hidup kita. Salah satunya dengan membaca buku. Buku-buku ini akan membantu Anda untuk menemukan siapa diri Anda, mengubah cara pandang Anda bahkan memberikan penerangan pada jalan karir yang Anda pilih. Berikut daftar buku yang wajib wanita baca sebelum menginjak umur kepala tiga.

  1. Menelusuri masa kecil seorang Jurnalis lewat Between The World and Me, Ta-Nehisi Coates

Gambar via: shepushesamadwhip.com
Gambar via: shepushesamadwhip.com

Ta-Nehisi Coates adalah salah satu penulis penting yang memiliki pengaruh besar pada kehidupan sosial di Amerika. Tulisan essay yang diterbitkannya pada tahun 2015 berjudul “Between the World and Me” ditelus sebagai bentuk surat-surat yang Ia tulis untuk anaknya. Dia menceritakan kehidupannya saat di Baltimore, kehidupan di Howard University dan masa-masa awal kehidupannya sebagai Jurnalis. Coates tak lupa mengupas tentang isu tentang hubungan antar ras yang menjadi identitas masyarakat Amerika Serikat. Buku ini terbukti sebagai buku wajib dibaca, bahkan Presiden Amerika Serikat yakni Barack Obama membaca buku ini pada musim panas.

  1. Setiap perbuatan ada konsekuensinya, Crime and Punishment, Fyodor Dostoevsky

Gambar via: www.fulltable.com
Gambar via: www.fulltable.com

Buku ini mengisahkan tentang Raskolnikov yang melakukan satu pembunuhan dan harus mengadapi konsekuensi moranya. Yang membuat novel ini istemwa adalah membahas tentang orang-orang yang melakukan kejahatan dengan hukuman yang mereka terima. Anda seperti diajak menelusuri perjalanan psikologis Raskolnikov yang mengerikan sampai akhirnya mengasingkan diri dari dunia luar hingga akhirnya menjadi gila. Lewat buku ini, Anda seolah-olah diperingatkan sekecil apapun perbuatan yang Anda buat akan ada konsekuensi yang menantinya.

  1. Menulusuri kehidupan imigran Iran di Paris, The Complete Persepolis, Marjane Satrapi

Gambar via: bookwind.blogspot.com
Gambar via: bookwind.blogspot.com

Sebagai imigran yang tinggal di Paris, Satrapi menulis ceritanya pada akhir tahun 1990an. satrapi menganalisa 25 tahun hidupnya dari sudut pandang orang luar. Cerita ditulis secara spesifik menggambarkan konteks sejarah dan budaya Iran yang mendarah daging dalam dirinya. Bagaimana kronik perjalanan menuju kedewasaannya dikupas secara intim hingga siapapun yang membacanya dapat mengaitkan dengan pengalaman mereka. Uniknya buku ini ditampilkan seperti komik sehingga pembaca lebih senang membacanya.

  1. Belajar dari buku anak-anak,The Little Prince, Antoine de Saint Exupery

Gambar via: hype.my
Gambar via: hype.my

The Little Prince, sesaat Anda membaca namanya Anda pasti mengira buku ini adalah buku untuk anak-anak. Memang, buku ini diperuntukan untuk anak-anak. Namun tidak ada buku yang dapat mengekspresikan kebingungan dan kesedihan seorang anak sepandai Antoine dalam buku The Little Prince. Diangkat dari pengalaman penulis sebagai pilit di Afrika, buku ini menceritakan tentang seorang pangeran muda yang mengunjungi planet asing.

  1. Memahami emosi manusia, The Essential Rumi, Jalal ad-Din Muhammad Rumi

Gambar via: vishytheknight.wordpress.com
Gambar via: vishytheknight.wordpress.com

Hidup di abad 13 di Persa, Jalal ad-Din Muhammad Rumi menelurkan tulisan karya sastra puisi yang mendalami emosi manusia seperti ketakjuban, duka, bahkan kerinduan. Buku yang berisi puisi-puisinya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia salah satunya bahasa Inggris oleh sastrawan Amerika Serikat Coleman Barks. Rumi dikenal dengan kutipan-kutipan yang romantis. Ini salah satunya,

“Lovers don’t finally meet somewhere. They’re in each other all along.

Don’t grieve. Anything you lose comes round in another form.”

Dua sejoli pada akhirnya tidak dipertemukan di suatu tempat. Mereka selama ini telah menjadi satu. Jangan bersedih, apapun yang hilang akan kembali dalam bentuk yang lain.

  1. Beginilah cara mencari arti hidup sebenarnya menurut Elizabeth Gilbert lewat Eat, Pray, Love

Gambar via: backtoherroots.com
Gambar via: backtoherroots.com

Anda mungkin mengenal buku satu ini lewat film berjudul sama yang dimainkan oleh Julia Roberts. Buku ini sebenarnya merupakan tulisan memoar penulis Amerika bernama Elizabeth Gilbert. Gilbert memiliki karir sebagai penulis yang sukses namun pernikahannya tidak bahagia. Ia lalu memutuskan bercerai lalu berkeliling dunia. Gilbert menghabiskan empat bulan di Itali, menikmati kuliner tanpa memikirkan berat badannya. Lalu ke India untuk menemukan spiritualnya. Kemudian berakhir di Bali, Indonesia dan tak sengaja jatuh cinta pada pengusaha asal Brazil.

  1. Menengok sejarah dua keluarga, White Teeth, Zadie Smith

Gambar via: www.50ayear.com
Gambar via: www.50ayear.com

Menjadi dewasa tidak bisa meninggalkan aspek-aspek yang kita bawa sejak kita lahir. White Teeth bercerita tentang kehidupan dua keluarga yang tumpang tindih di London pada tahun 1975. Lewat sudut pandangnya Smith menarasi bagaimana perjalanan seorang imigran atau anak seorang imigran dan bagaimana agama, ras, dan faktor seksualitasn dapat mempengaruhi identitas seseorang maupun masyarakat.

Semoga dengan membaca buku-buku di atas dapat memberi perubahan baik pada Anda. Tak kurang, dengan membacanya dapat memperkaya wawasan Anda untuk menentukan jalan hidup. (AH)

loading...

LEAVE A REPLY