Gulalives.com, JAKARTA – Menjadi ibu baru tentu saja menjadi pengalaman yang menantang, khususnya bagi pasangan muda. Bahkan, merawat bayi baru lahir bisa mendatangkan stres tersendiri. Bukan hanya bagi ibu, namun juga ayah.

Ibu sehabis melahirkan membutuhkan bantuan besar setelah bayi lahir. Beruntung di Indonesia, kakek nenek atau kerabat biasanya datang berkunjung dan tinggal agak lebih lama untuk membantu merawat bayi batu lahir bagi pasangan muda.

Merawat bayi baru lahir. Menjadi ibu baru adalah pengalaman yang menantang.
Menjadi ibu baru adalah pengalaman yang menantang. Sumber : www.shutterstock.com

 

Namun, sebagai orangtua, kita mesti mengetahui sejumlah hal pokok dalam merawat bayi baru lahir. Poin penting yang mesti diketahui dalam cara merawat bayi, khususnya yang baru lahir antara lain adalah:

1. Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Keamanan Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir memiliki sistem kekebalan yang masih rentan. Oleh karena itu, jagalah kebersihan tangan saat hendak memegang atau menggendong bayi yang baru lahir. Tujuannya adalah untuk meminimalkan kontak bayi dengan kuman pathogen (kuman berbahaya).

Berhati-hatilah dengan cara menggendong bayi yang baru lahir. Perhatikan pegangan pada bagian kepala dan leher bayi.

Jangan pernah mengguncang bayi karena bisa memicu kejadian fatal, misalnya perdarahan otak yang bisa memicu kematian. Mengguncang bayi ini kerap disebut Shaken baby syndrome (sindrom guncang bayi), yang juga dikenal dengan nama  abusive head trauma, shaken impact syndrome, inflicted head injury atau infant whiplash syndrome, merupakan cedera otak serius yang terjadi saat bayi atau anak batita diguncang dengan keras.

Merawat bayi baru lahir. Kebersihan dan keamanan bayi harus di perhatikan.
Perhatikan Kebersihan dan keamanan bayi. Sumber : www.shutterstock.com

 

SBS merusak sel-sel otak anak dan mencegah otaknya mendapatkan oksigen yang cukup. SBS merupakan bentuk kekerasan pada anak yang bisa membuat cacat otak permanen atau bahkan kematian.

Cedera lainnya yang mungkin tak diketahui akibat mengguncang bayi termasuk perdarahan pada otak dan mata, kerusakan pada tulang belakang dan leher, retaknya tulang iga, tengkorak dan tulang.

Pada kasus SBS ringan, anak mungkin terlihat normal setelah diguncang, namun seiring perjalanan waku mungkin dia akan mengalami masalah kesehatan, belajar dan perilaku, demikian dilansir Mayoclinic.org.

2. Cara Memandikan Bayi

Merawat bayi baru lahir. Produk perawatan bayi yang aman.
Pilihlah Produk perawatan bayi yang aman. Sumber : www.shutterstock.com

 

Bayi baru lahir membutuhkan mandi setidaknya dua kali dalam seminggu. Sebelum tali pusat copot, dianjurkan untuk memandikan bayi dengan memakai spons.

Mandikan bayi dengan memakai sampo dan sabun yang didesain khusus untuk kondisi kulit mereka. Benda-benda pendukung lain yang wajib dimiliki untuk memandikan bayi baru lahir adalah kain waslap, handuk lembut, dan bak mandi bayi.

Bagi ibu baru, memandikan bayi mungkin menjadi salah satu kegiatan yang menyulitkan, terutama terkait dengan keamanan bagi si buah hati.

Tapi jika sebelum menjalani ritual memandikan bayi ini dilakukan persiapan lebih dulu, diyakini aktivitas ini tidak akan menyulitkan dan tak bakal membuat stres, dan yang terpenting akan lebih aman bagi bayi.

Merawat bayi baru lahir. Memandikan bayi dengan cara yang tepat.
Mandikan bayi dengan cara yang tepat. Sumber : www.shutterstock.com

Langkah Persiapan Memandikan Bayi

Berikut adalah beberapa saran agar kegiatan memandikan bayi lebih mudah dan menyenangkan:

* Isilah ember mandi dengan air hangat sebelum Bunda memandikan si buah hati dan ukur suhu airnya sehingga tidak terlalu panas.

* Letakkan sabun dan sampo tak jauh dari ember mandi. Siapkan lap mandi berdekatan dengan ember mandi.

* Siapkan handuk sehingga setelah dimandikan bayi bisa langsung dikeringkan.

Setelah bayi selesai mandi, dikeringkan dengan handuk, oleskan minyak telon dan juga pakaikan popok dan pakaian bersih.

3. Terampil Mengganti Popok Bayi

Merawat bayi baru lahir. terampil  mengganti popok bayi.
Mengganti popok bayi dengan benar. Sumber : www.shutterstock.com

 

Salah satu perawatan bayi baru lahir yang dianggap menantang adalah memasang popok. Orangtua yang memiliki bayi baru lahir mungkin akan mengganti popok hingga 10 kali dalam sehari. Hal ini tergantung dengan asupan yang diterima bayi.

Umumnya, bayi yang terpaksa diberi susu formula sejak lahir memiliki frekuensi kencing lebih tinggi dibandingkan bayi yang diberi ASI.

Sementara itu mengenai buang air besar, bayi melakukannya pertama kali setelah sehari atau dua hari kelahirannya.

Jangan kaget jika melihat feses bayi berwarna hitam. Ini disebut meconium. Nah, mekonium sendiri terdiri dari lendir, cairan ketuban, dan segala sesuatu yang ditelan bayi saat berada di dalam janin.

4. Menyusui Bayi

Merawat bayi baru lahir. Menyusui bayi.
Merawat bayi baru lahir. Menyusui bayi. Sumber : www.shutterstock.com

 

Memberikan susu pada bayi yang baru lahir mungkin akan sangat sering. Umumnya, bayi harus diberi susu antara 8-15 kali dalam sehari. Hal ini terjadi karena kapasitas perut mereka masih sangat kecil.

Dalam proses menyusui, usahakan untuk melakukannya dengan posisi yang bergantian (payudara kiri dan kanan) agar Bunda merasa nyaman.

Susui bayi dengan ASI sesering mungkin tanpa harus menunggu bayi menangis. Saat menangis, bayi lebih sulit menelan susu sebab lidahnya tidak berada dalam posisi tepat untuk meneguk cairan. Bagi sebagian ibu, menyusui merupakan proses yang sulit, karena mungkin posisi puting payudara melesak ke dalam atau produksi ASI yang belum lancar. Namun seiring dengan waktu, bayi dan Bunda akan makin menguasai proses ini.

Pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi. Siapapun tidak bisa membantah kenyataan ini. Pemberian ASI sesegera mungkin (inisiasi menyusu dini) dalam waktu satu jam setelah kelahiran dengan cara membiarkan bayi mengikuti instingnya untuk menyusu dapat mencegah 22 persen kematian bayi yang baru lahir.

Merawat bayi baru lahir. Pentingnya Inisiasi Menyusui Dini.
Merawat bayi baru lahir. Pentingnya Inisiasi Menyusui Dini. Sumber : www.shutterstock.com

 

Pakar ASI dari Sentra Laktasi Indonesia, Dr Utami Roesli, menjelaskan hal itu bisa terjadi karena ASI yang pertama keluar mengandung nutrisi dan zat-zat penting yang dibutuhkan bayi.

Menyusu pada saat-saat awal kelahiran, kata dia, juga membuat bayi baru lahir dan ibu melakukan kontak langsung (kulit ke kulit) serta saling memberikan stimulasi penting yang dapat menumbuhkan kemampuan bayi bertahan hidup dan mempercepat proses pemulihan kesehatan ibu.

“Kontak kulit sangat penting karena dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat. Kehangatan saat menyusu menurunkan kematian karena hipotermia,” jelasnya.

Saat merangkak mencari payudara ibu tak lama setelah dilahirkan, bayi akan menjilati kulit ibu, menelan bakteri tidak berbahaya di kulit ibu yang akan membentuk koloni bakteri baik di usus yang akan melawan bakteri jahat di lingkungannya.

“Jam pertama bayi menemukan payudara ibu dan menyusu adalah awal suatu hubungan menyusui ibu-bayi yang akan mempertahankan kehidupannya,” tandasnya. (VW)

 

loading...

LEAVE A REPLY