Habibie dan Ainun

Gulalives.com, JAKARTA – Film Habibie dan Ainun dibuat kelanjutannya dalam film trilogi “Rudy Habibie” yang fokus pada kehidupannya sebelum menjadi orang nomor satu di Tanah Air.

“Ini reboot karakter Rudy muda saat di Jerman dan perjuangannya. Banyak inspirasi, from zero to hero,” kata produser Manoj Punjabi dalam jumpa media mengenai “Rudy Habibie” di Jakarta, baru-baru ini.

Manoj mengatakan cerita untuk film yang kembali dibintangi Reza Rahadian itu telah digodok selama setahun. Dari perbincangannya bersama Habibie, ia mengaku banyak hal menarik yang tidak ditemuinya dalam buku. Perpaduan kisah dalam buku dan yang diceritakan langsung dari mulut Habibie akan dituangkan dalam film trilogi tersebut.

Kehidupan Habibie yang penuh warna, seorang anak dari Parepare yang berhasil menimba ilmu di Jerman hingga menjadi Presiden Indonesia ke-3, dianggap sumber yang kaya untuk diwujudkan dalam film trilogi.

Habibie membandingkan kisah James Bond yang dibuat lebih dari 20 film dalam kurun setengah dekade. Meski fiksi, kisah itu bisa terus bergulir hingga diperankan oleh enam aktor berbeda. Dia meyakini kehidupannya yang telah berlangsung nyaris delapan dekade dapat diadaptasi menjadi lebih dari satu film. “Ini realita, saya masih tulis, belum terbuka semua (ceritanya),” kata pria 79 tahun itu.

Hanung Bramantyo bertindak selaku sutradara, sementara skenario dikerjakan oleh Gina S. Noer. Pengambilan gambar akan dilakukan di Jerman dan kota-kota Indonesia seperti Yogyakarta, Jakarta, Makassar dan Bandung. Film “Rudy Habibie” bagian pertama rencananya ditayangkan paruh kedua 2016.

Aktor Reza Rahadian sempat ragu ketika ditawari lagi berperan menjadi BJ Habibie dalam Rudy Habibie, prekuel dari Habibie dan Ainun. Sampai-sampai BJ Habibie secara khusus  meminta Reza untuk kembali menghidupkan karakternya di layar lebar. “Tadinya saya bilang saya tidak yakin bisa, apakah siap masuk lagi ke karakter ini? Keluarnya saja susah setengah mati, sekarang harus masuk lagi,” ujar Reza.

Pada akhirnya, pria 28 tahun itu memutuskan kembali lagi berakting menjadi Habibie, tidak hanya satu, tetapi trilogi “Rudie Habibie” yang bagian pertamanya akan ditayangkan pada paruh kedua 2016. “Saya menerima proyek film ini karena film ini adalah momentum penting untuk pribadi, saya juga merasa punya tanggung jawab terhadap film sebelumnya (Habibie & Ainun),” tutur dia.

Semenjak membintangi film Habibie dan Ainun, Reza mengaku hubungannya dengan Presiden Republik Indonesia ke-3 itu tetap dekat. Pria yang memanggil Habibie sebagai “eyang” itu menganggapnya seperti kakek sendiri.

Reza kerap berbincang hingga berjam-jam dengan Habibie ketika makan siang atau makan malam. Topik pembicaraannya beragam, mulai dari isu negara hingga urusan pribadi. “Itu ditampung terus jadi bahan, tidak hanya topiknya, tapi untuk mengingatkan saya bagaimana cara dia bicara dan gestur spesifiknya, saya tidak mau kehilangan itu,” ujar Reza.

Dalam “Rudy Habibie”, Reza ingin menghidupkan karakter Habibie muda sebagai seorang yang menyenangkan dan lucu. Reza pun berusaha mengorek sisi lain Habibie sebagai pemuda yang belum banyak diketahui publik untuk diterjemahkannya dalam akting.”Saya sekarang nanya bandelnya eyang itu bagaimana?” kata dia.

Rudy Habibie disutradarai oleh Hanung Bramantyo, sementara skenario dikerjakan oleh Gina S. Noer. Pengambilan gambar akan dilakukan di Jerman dan kota-kota Indonesia seperti Jogjakarta, Jakarta, Makassar dan Bandung. (DP/Ant)

LEAVE A REPLY