Gulalives,com, JAKARTA – Hari ini, Kamis (10/12), seluruh dunia memeringati Hari Hak Asasi Manusia atau World Human Right Day. Para pengguna Twitter di Indonesia pun turut menyuarakannya dengan menyertai tagar Selamat Hari Hak Asasi Manusia.

Apa sih sebenarnya pengertian hak asasi manusia itu?

Hak Asasi Manusia adalah hak-hak yang dimiliki seseorang sejak ia masih berada di dalam kandungan. Dasar-dasar HAM sendiri tertuang dalam Declaration of Independence of USA dan UUD 1945 Republik Indonesia mulai dari pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1.

Kalau dalam teori perjanjian bernegara, ada istilah Pactum Unionis dan Pactum Subjectionis. Pactum Unionis adalah perjanjian antara individu-individu atau kelompok-kelompok masyarakat membentuk suatu negara, sementara Pactum Unionis adalah perjanjian antara warga negara dengan penguasa yang dipilih di antara warga negara tersebut.

Pada intinya, teori perjanjian mengamanahkan adanya perlindungan hak asasi warga negara yang harus dijamin oleh pemerintah. Bentuk jaminan tersebut tertuang dalam konstitusi. Beberapa pakar hukum dunia sudah mengakui model perjanjian bernegara tersebut. Misalnya Thomas Hobbes yang mengakui adanya Pactum Subjectionis. JJ Roessaeu yang mengakui adanya Pactum Unionis. Sementara John Lock mengakui keduanya, Pactum Unionis dan Pactum Subjectionis.

Kalau ditelaah lebih lanjut, HAM adalah hak fundamental manusia yang nggak dapat dicabut. HAM yang dirujuk sekarang adalah seperangkat hak yang dikembangkan oleh PBB sejak berakhirnya perang dunia kedua dengan tidak mengenal berbagai batasan-batasan kenegaraan. Sebagai konsekuensinya, negara-negara nggak bisa berkelit untuk tidak melindungi HAM yang bukan warga negaranya, termasuk orang asing. Sederhananya, HAM dapat dimiliki oleh siapa aja, sepanjang ia adalah manusia.

Itu lah alasan mengapa HAM terintegrasi dalam disiplin ilmu hukum internasional. Bukan sesuatu yang salah kalau ada sebuah komunitas internasional memiliki kepedulian serius terhadap isu HAM di tingkat domestik. Justru peran komunitas internasional sangat pokok dalam perlindungan HAM karena sifat dan watak HAM itu merupakan mekanisme pertahanan dan perlindungan individu terhadap kekuasaan negara yang sangat rentan untuk disalahgunakan.

Penyalahgunaan itulah yang kemudian berbuntut menjadi pelanggaran HAM. Sejauh mana sebuah negara bisa tersangkut kasus pelanggaran HAM dalam perlakuannya ke warga negaranya? Pertama, penindasan dan merampas hak rakyat dan oposisi dengan sewenang-wenang. Kedua, menghambat dan membatasi kebebasan pers, pendapat dan berkumpul bagi hak rakyat dan oposisi. Ketiga, membuat aturan pemilu yang manipulative atau sesuai dengan keinginan penguasa dan partai tanpa menghadirkan perwakilan rakyat dan oposisi. Keempat, penegak hukum atau petugas keamanan yang melakukan kekerasan terhadap rakyat dan oposisi.

Kata pakar tentang hak asasi manusia

Berangkat dari UU No 39 Tahun 1999, HAM ialah seperangkat hak yang melekat pada diri manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. Hak tersebut merupakan anugerah yang wajib di hargai dan dilindungi oleh setiap orang untuk melindungi harkat dan martabat setiap manusia.

Jangan Coba-Coba Melanggar 6 Hak Asasi Manusia Ini 2

Biar lebih dalam, kita gali yukss apa itu hak asasi manusia dalam kaca mata pakar hukum.

Menurut Haar Tilar, HAM ialah hak-hak yang melekat pada diri setiap insan dan tanpa memiliki hak-hak itu maka setiap insan tidak bisa hidup selayaknya manusia. Hak tersebut didapatkan sejak lahir ke dunia. Sementara Prof. Koentjoro Poerbopranoto menyebutkan HAM ialah suatu hak yang sifatnya mendasar atau asasi. Hak-hak yang dimiliki setiap manusia berdasarkan kodratnya yang pada dasarnya tidak akan bisa dipisahkan sehingga bersifat suci. Mahfudz M.D menerjemahkan HAM merupakan hak yang melekat pada martabat setiap manusia. Hak tersebut dibawa sejak lahir ke dunia sehingga pada hakikatnya hak tersebut bersifat kodrati. Miriam Budiarjo menafsirkan HAM merupakan hak yang dimiliki setiap orang yang dibawa sejak lahir ke dunia dan hak itu sifatnya universal karena dimiliki tanpa adanya perbedaan ras, kelamin, suku, budaya, agama dan lain sebagainya.

Pendapat nggak kalah menarik juga dilontarkan John Locke. Ia menjelaskan bahwa HAM ialah hak-hak yang langsung diberikan Tuhan yang Maha Esa kepada manusia sebagai hak yang kodrati. Nggak ada kekuatan apapun di dunia yang bisa mencabutnya. HAM ini sifatnya fundamental atau mendasar bagi kehidupan manusia dan pada hakikatnya sangat suci. Peter R. Baehr secara singkat mendefinisikan HAM merupakan hak dasar yang mutlak dan harus dimiliki setiap insan untuk perkembangan dirinya.

Dari beberapa kutipan yang Gulalives rangkum dari para ahli hukum di atas, bisa kita simpulkan bahwa HAM merupakan hak yang sudah melekat dalam diri setiap insan yang dibawa sejak lahir ke dunia dan berlaku sepanjang hidupnya serta tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun karena hak itu sifatnya kodrati yang langsung diberikan Tuhan kepada setiap makhluk ciptaannya. Oleh Karen aitu, sebagai warga Negara Indonesia yang baik, hendaknya kita harus menjunjung tinggi nilai HAM tanpa membedakan suku, status, keturunan, gender, maupun golongan.

Mengenal 6 macam hak asasi manusia

Jangan Coba-Coba Melanggar 6 Hak Asasi Manusia Ini 1
Hak Asasi Manusia

1. Hak Asasi Pribadi (Personal Rights) yaitu hak yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan memeluk agama, kebebasan bergerak, kebabasan dalam untuk aktif setiap organisasi atau perkumpulan dan sebagainya. Apa aja contohnya? Di antaranya ada hak kebebasan dalam mengutarakan atau menyampaikan pendapat, hak kebebasan dalam menjalankan kepercayaan dan memeluk atau memilih agama, hak kebabasan dalam berpergian, berkunjung, dan berpindah-pindah tempat, dan hak kebabasan dalam memilih organisasi dan aktif dalam sebuah organisasi.

2. Hak Asasi Ekonomi (Property Rights) yaitu hak untuk memiliki, membeli dan menjual, serta memanfaatkan sesuatu. Misal hak asasi ekonomi tentang kebebasan dalam membeli, hak asasi ekonomi tentang kebebasan dalam mengadakan dan melakukan perjanjian kontrak, hak asasi ekonomi tentang kebebasan dalam memiliki sesuatu, hak asasi ekonomi tentang kebabasan dalam memiliki pekerjaan yang layak, hak asasi ekonomi tentang kebabasan dalam melakukan transaksi, dan terakhir hak asasi ekonomi dalam bekerja.

3. Hak Asasi Politik (Politik Rights

Hak Asasi Politik adalah hak ikut serta dalam pemerintahan seperti hak untuk dipilih dan hak untuk memilih. Misalnya hak asasi politik dalam memilih dalam suatu pemilihan seperti presiden dan kepala daerah, hak asasi politik dalam dipilih dalam pemilihan seperti pemilihan bupati, hak asasi politik tentang kebebasan ikut serta dalam kegiatan pemerintahan, hak asasi politik dalam mendirikan partai politik, hak asasi politik dalam membuat organisasi-organisasi pada bidang politik,, dan hak asasi politik dalam memberikan usulan-usulan atau pendapat yang berupa usulan petisi.

4. Hak Asasi Hukum (Rights of Legal Equality) yaitu hak untuk mendapatkan perlakukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. Contohnya adalah hak dalam mendapatkan layanan dan perlindungan hukum, hak dalam mendapatkan dan memiliki pembelaan hukum pada peradilan, hak yang sama dalam proses hukum, dan hak dalam perlakuan yang adil atau sama dalam hukum.

5. Hak Asasi Sosial dan Budaya (Social and Culture Rights) yaitu hak yang menyangkut dalam masyarakat untuk memilih pendidikan dan mengembangkan kebudayaannya. Misalnya hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, hak untuk mendapat pelajaran, hak untuk memilih dan menentukan pendidikan, hak untuk mengembangkan bakat dan minat, hak untuk mengembangkan hobi, dan terakhir adalah hak untuk berkreasi.

6. Hak Asasi Peradilan (Procedural Rights) yaitu hak untuk mendapatkan perlakuan tata cara peradilan dan perlindungan. Di antaranya hak mendapatkan perlakukan yang adil dalam hukum, hak mendapatkan pembelaan dalam hukum, hak mendapatkan hal yang sama dalam berlangsungnya proses hukum baik itu penyelidikan, penggeledahan, penangkapan, dan penahanan.

Semoga dengan artikel yang Gulalives suguhkan kali ini, semua pembaca menjadi menjadi melek hukum dan mengerti hak-hak asasi apa aja sih yang bisa kita peroleh sebagai warga negara Indonesia. (VD)

 

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY