Madu Ternyata Tak Sesehat yang Kita Kira
Madu

Gulalives.com, SEMARANG – Sebagian besar diantara kita sepakat dan menganggap madu sebagai produk alami yang sehat sebagai alternatif gula putih. Namun Anda perlu berhati-hati karena madu sesungguhnya tak sebaik yang Anda kira. Karena, menurut tim nutrisi menulis dalam Journal of Nutrition menyebutkan bahwa madu memberikan pengaruh yang serupa bagi tubuh seperti halnya pemanis lain, misalnya gula putih dan sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS) yang dipakai sebagai pemanis.

“Madu dianggap lebih alami ketimbang gula pasir dan sirup jagung tinggi fruktosa yang telah melalui serangkaian proses pembuatan. Kami mencoba mencari tahu perbedaannya, tapi secara kimiawi ternyata sama saja,” kata Susan Raatz selaku ketua peneliti, sebagaimana dilansir The Telegraph, Kamis (8/10).

Diketahui, dalam penelitian itu, para ilmuwan membandingkan efek dari madu, gula pasir dan sirup jagung tinggi fruktosa yang di uji pada 55 orang sukarelawan. Mereka diminta untuk mengonsumsi salah satu dari ketiga pemanis tersebut sebanyak 50 gram per dosis selama 2 minggu. Hasilnya ternyata tidak berbeda jauh. Di akhir masa penelitian semua partisipan memiliki efek yang sama. Kadar trigliserida (lemak darah) meningkat di semua partisipan, apa pun jenis pemanis yang diasup.

Perlu diketahui, madu memang digunakan sebagai pemanis altenatif gula karena mengandung vitamin B – yang tidak ada dalam kandungan gula putih. Madu Manuka adalah jenis madu yang langka dan paling mahal dari Selandia Baru. Madu ini juga dianggap sebagai salah satu makanan super. “Namun begitu, madu tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan dan jangan dijadikan makanan rutin”, ungkap Sara Stanner selaku ahli nutrisi.

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Menurut Stanner, dalam 1 sendok madu terkandung 23 kalori dan 6g gula, sedangkan dalam 1 sendok gula pasir mengandung 16 kalori dan 4g gula. Walau madu lebih manis, Anda harus tetap membatasi jumlahnya. “Madu memang tidak berbahaya, namun perlu di ingat bahwa itu akan menambahkan kalori dalam pola makan,” pungkasnya. (DP)

LEAVE A REPLY