Gulalives.com, JAKARTA – Ngomongin soal keperawanan tak bisa dilepaskan dari selaput dara alias hymen.

Tahu nggak sih, hymen pada tiap wanita bervariasi, ada yang tebal sehingga tidak mudah robek, bahkan membentuk selaput utuh (hymen imperforata), ada pula yang tipis saja bahkan bisa robek tanpa hubungan intim, misalnya saat menggunakan tampon. Bahkan ada sebagian wanita yang terlahir tanpa hymen, demikian menurut laman kesehatan Webmd.com.

Hymen memiliki pembuluh-pembuluh darah kecil yang jika karena suatu sebab, menyebabkan selaput dara mengalami robekan atau trauma, dapat mengeluarkan darah.

Utuh tidaknya hymen dipengaruhi juga oleh bentuk anatomis hymen. Jika hymen berbentuk melingkar di tepi dan tidak menutupi jalan lahir, ada kemungkinan hymen masih utuh. Namun pada umumnya, setelah hubungan berulang, hymen menyusut menjadi sisa jaringan.

Banyak yang mengira bahwa selaput dara ada di dalam vagina, padahal bukan. Selaput dara berada pada bagian luar vagina dekat (1-2 cm) dari bibir kemaluan.

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi “seorang pengantin wanita yang masih virgin” (shutterstock.com)

Seperti disebutkan sebelumnya, selaput dara merupakan lapisan tipis dan mudah mengalami robekan. Lapisan tersebut mempunyai pembuluh darah dan saraf. Oleh karenanya, robekan pada selaput dara seringkali disertai perdarahan dan nyeri.

Selaput dara berbentuk seperti cincin yang mempunyai lubang di tengahnya. Gunanya adalah untuk mengalirkan darah haid dari dalam rahim. Hanya saja lubang bisa bervariasi besar dan bentuknya, ada yang menyerupai bulan sabit atau seperti saringan.

Apabila terjadi gangguan tumbuh kembang genitalia kadang ditemukan kelainan dimana selaput seperti dinding yang menutupi total liang vagina disebut juga hymen imperforata yang akan menimbulkan gangguan haid pada masa dewasa.

Pada anak, selaput dara masih tipis dan bahkan hampir tembus cahaya. maka, pada anak, selaput dara lebih mudah mengalami robekan, terutama akibat olahraga seperti berkuda, bersepeda, atau senam.

Setelah pubertas, akibat pengaruh hormon estrogen, selaput dara akan sedikit menebal dan berwarna merah muda. Biasanya pada hubungan intim pertama kali selaput dara akan mengalami robekan. Tapi perlu diingat bahwa ketebalan, bentuk, dan elastisitas hymen berbeda-beda pada setiap wanita. (VW)

LEAVE A REPLY