Gulalives.com, JAKARTA – Pernah dengar nggak pasangan pengantin baru gagal menjalankan ritual ‘malam pertama’ karena pengantin pria gagal menembus pertahanan mempelai wanita?

Kondisi wanita yang kesakitan saat melakukan hubungan intim ini disebut dengan istilah vaginismus. Menurut laman Mayoclinic.org, vaginismus adalah suatu disfungsi seksual pada wanita, berupa kekejangan abnormal otot vagina yang terletak sepertiga bagian luar dan sekitar vagina.

Pada kondisi ini, pihak wanita akan mengalami reaksi fisik dan psikis sebagai bentuk penolakan, bukan hanya terhadap hubungan seksual, bahkan terhadap sentuhan atau usaha rangsangan di area vital (vagina), yang mengakibatkan terhambatnya rutinitas bercinta.

Reaksi akan nampak terlihat dari wanita dengan vaginismus, karena ia cenderung merapatkan kedua tungkainya bila terjadi sentuhan pada area kelaminnya.

Vaginismus bisa menyerang wanita dari berbagai usia. Mulai dari usia ketika seorang wanita sudah aktif secara seksual, sampai wanita yang sudah berusia lanjut atau tua. Diduga, sekitar 2-3 persen wanita dewasa mengalami vaginismus.

Lantas, apa saja penyebab vaginismus?
1. Infeksi yang menimbulkan luka di sekitar lubang vagina atau labia.

2. Gangguan selaput dara, termasuk apabila adanya tarikan saat penetrasi berlangsung.

3. Terdapat bekas robekan pada saat melahirkan yang tidak sembuh secara sempurna, sehingga menimbulkan reaksi penolakan sebagi bentuk beban fisik dan psikis.

4. Pernah mengalami trauma seksual, seperti pemerkosaan, dimana jika trauma itu masih dirasakan hingga masa menikah, maka hal itu merupakan vaginismus sekunder.

5. Momen bercinta yang kerap menimbulkan rasa nyeri bisa jadi menyebabkan trauma psikis, sehingga rasa trauma itu bisa menjadi vaginismus.

6. Perasaan takut yang berlebihan apabila bercinta bisa membuahkan kehamilan.

7. Adanya ketakutan bisa tertular penyakit kelamin dari pasangannya.

Foto Ilustrasi Wanita dengan vaginismus
Foto Ilustrasi “Reaksi akan nampak terlihat dari wanita dengan vaginismus, karena ia cenderung merapatkan kedua tungkainya bila terjadi sentuhan pada area kelaminnya”

Apakah vaginismus bisa disembuhkan? Pertama-tama untuk mengurai masalah ini, cobalah untuk terbuka kepada pasangan. Lakukan komunikasi yang baik dengannya.

Jika kamu mengalami ‘takut seks’ karena berbagai alasan tidak perlu ragu untuk mengungkapkan hal itu. Membiarkan suami bertanya-tanya dengan penolakan yang kamu berikan, justru akan semakin memperburuk keadaan, dan menghambat kehidupan rumah tangga, terutama hubungan seksual pasangan suami istri.

Jika gangguan vaginismus berlanjut meski pasangan suami istri sudah mencoba komunikasi, cobalah kunjungi dokter ahli. Jangan tunggu sampai masalahnya menjadi berat dan tak tertangani ya! (VW)

 

LEAVE A REPLY