Newborn

Gulalives.com, JAKARTA – Kadar keasaman yang tinggi dalam darah di tali plasenta saat bayi dilahirkan bisa dijadikan prediksi yang bagus terkait kasus cerebral palsy, kerusakan otak dan kematian di masa kanak-kanak.

Para peneltii telah menduga bahwa keasaman dalam darah, yang diukur dengan pH, dikaitkan dengan proyeksi yang merugikan di masa datang, namun penelitian-penelitian sebelumnya tidak secara definitif menyatakan hal tersebut.

Temuan menegaskan bahwa penggunaan secara lebih luas pH monitoring bagi bayi baru lahir kemungkinan memberikan gambaran yang lebih baik bagi mereka yang membutuhkan pengamatan secara lebih cermat, kata Dr. James P. Neilson  dari University of Liverpool dalam edtorial sebagai kata pengantar laporan di British Medical Journal.

pH merupakan alat ukur keasaman pada cairan. pH di posisi angka 7 menunjukkan netral, pH dari 7-1 menunjukkan kondisi asam dan pH dari 7-14 menunjukkan meningkatnya kondisi basa. Darah pada tali pusat seharusnya menunjukkan pH mendekati 7, namun sejumlah komplikasi dari persalinan dapat membuat pH menjadi lebih rendah.

Jika tali pusat tertekan, misalnya, jumlah oksigen yang diterima janin terbatas, tubuh janin akan memproduksi asam laktat lebih banyak sebagai tanggapan dan pH tali pusat akan menurun. Kekurangan oksigen selama persalinan merupakan penyebab utama terjadinya kerusakan otak dan bayi terlahir  prematur atau bayi terlahir dengan berat badan rendah.

Pada studi terbaru, Dr. Gemma Malin dari University of Birmingham dan koleganya mengombinasikan hasil dari 51 studi mengenai pH tali plasenta yang rendah di hampir setengah juta anak. Mereka melaporkan bahwa studi individu variasinya sangat luas, baik dalam kualitas dan pendekatan, namun hasilnya serupa bagaimana pun studi tersebut dilakukan: Secara kuat dan konsisten dikaitkan dengan kematian janin, kerusakan otak dan cerebral palsy.

Para peneliti menemukan bahwa pH rendah pada darah arteri dari tali pusat dikaitkan dengan kenaikan 17 kali lipat kematian janin, 14 kali lipat kenaikan encephalopathy atau kerusakan otak dan 2,3 kali lipat kenaikan kasus cerebral palsy. (VW)

LEAVE A REPLY