Sejak Kapan Pendidikan Seks Diberikan untuk Anak?
Sejak Kapan Pendidikan Seks Diberikan untuk Anak?

Gulalives.com, SEMARANG – Kasus pelecehan seks pada anak sekarang menjadi masalah umum di sekolah-sekolah, dengan tingkat yang semakin meningkat mengkhawatirkan. Masyarakat memandang lembaga pendidikan, khususnya guru, dengan rasa hormat, dan ketika murid mendapatkan pelecehan seks di lingkungan sekolah, maka itu tentu saja akan kekhawatiran.

Karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk mendiskusikan dengan anak-anak mereka bagaimana membedakan antara yang benar dan yang salah sentuhan, dan memberikan edukasi seks yang penting sejak dini. Namun demikian, beberapa waktu ini sering terjadi perselisihan antara orangtua, psikolog, dan pendidik mengenai usia berapa seorang anak pantas mendapatkan pendidikan tentang seks. Melihat semakin maraknya pelecehan seksual yang menimpa anak-anak, semakin awal mereka diajarkan tentang pendidikan seks tentu semakin baik.

Psikolog dari Mumbai, India, Jenta Mehta mengatakan, semakin tua usia seorang anak, orangtua dapat mengajaknya berbicara tentang seks secara menyeluruh. Praktik seksual yang aman seperti apa, dan apa pentingnya penggunaan kontrasepsi.

Jenta Mehta dan banyak ahli lainnya menyarankan agar orangtua memutar seluruh memori di otaknya, mengingat pengalaman apa saja yang mereka rasakan saat tumbuh dewasa, munculnya masalah cinta tubuh, membedakan perasaan cinta dan nafsu, serta pertama kali masturbasi dan tidak pede dengan ukuran genital. “Di rumah, pendidikan seks dimulai ketika anak Anda menunjuk ke kemaluannya dan melontarkan pertanyaan `Apa ini?` Sejak saat itu hati-hati berbagi segala informasi tentang seks,” kata Jenta dikutip dari situs Times of India, Sabtu (3/10).

Pendidikan seks yang ditanamkan sejak dini akan mempermudah anak dalam mengembangkan harga diri, kepercayaan diri, kepribadian yang sehat, dan penerimaan diri yang positif. Di sini peran orang tua benar-benar penting. Merekalah yang paling mengenal kebutuhan anak, paling tahu perubahan dan perkembangan diri anak, serta bisa memberi pendidikan seks secara alamiah sesuai tahap-tahap perkembangan yang terjadi. (DP)

LEAVE A REPLY