Autisme

Gulalives.com, JAKARTA – Ada kabar yang menggembirakan terkait autisme. Risiko kondisi ini dapat diprediksi sejak bayi baru lahir dengan cara mengamati kelainan pada plasenta.

Sebuah penelitian di Yale University menyebutkan, kelainan plasenta ini disebabkan adanya lipatan yang tidak normal serta tumbuhnya beberapa sel abnormal di jaringan plasenta, disebut inklusi trofoblas. “Selama kehamilan, plasenta menyuplai darah dan oksigen kepada bayi selama masih berada dalam kandungan,” ujar pemimpin penelitian Dokter Harvey Kliman dari Universitas Yale seperti dilansir laman kesehatan Webmd.com.

Menurut Kliman, plasenta pada kehamilan yang tidak sehat berisiko memiliki empat kali kemungkinan lipatan dan sel abnormal, serta 74 persen bayi lahir autis, dibandingkan kehamilan yang sehat.

Kehamilan berisiko digolongkan Kliman sebagai kehamilan yang terjadi pada perempuan di usia yang lebih tua dan ibu yang pernah memiliki anak autis pada kehamilan sebelumnya. Meski demikian, pantauan terhadap plasenta hanya dilakukan untuk memprediksi, bukan untuk memastikan seorang anak memiliki autisme atau tidak.

“Bagaimanapun tes kesehatan lebih memungkinkan dan dapat mencegah perkembangan autisme menjadi lebih parah,” kata Kliman.

Kliman dan beberapa peneliti berspekulasi bahwa kelainan pada plasenta dan otak anak-anak penderita autis ditandai dengan adanya pertumbuhan sel yang meningkat, yang kemudian mengarah ke lipatan plasenta yang tidak biasa. Karena pertumbuhan sel yang tidak normal itulah kepala anak-anak penderita autisme lebih besar. “Otak mereka tumbuh pesat pada awal kehidupan,” ujarnya. (VW)

LEAVE A REPLY