Gulalives.com, JAKARTA – Selamat Hari Batik Nasional! Hari ini sudah pakai batik kan? Ya, hari ini, tepatnya tanggal 2 Oktober adalah Hari Batik Nasional. Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal tersebut karena Batik diakui oleh Unesco sebagai warisan dunia tak benda asal Indonesia.

Kita mesti bangga lho dengan batik. Ada banyak filosofi bernilai tinggi di dalam motif dan proses pengerjaan batik dari sehelai kain putih polos menjadi kain bermotif yang tak hanya indah tetapi juga bernilai tinggi.

Nah, karena tingginya nilai batik itu, sebagai generasi muda Indonesia, kita mesti menghargainya, melestarikan, memakai, dan mengembangkannya. “Istilahnya, jangan sekadar euforia saja menggunakan batik. Saya harap, masyarakat menghargai batik ke dimensi yang lebih dalam lagi,” ujar perancang busana Era Soekamto kepada Gulalives di butik Iwan Tirta, Senayan City, Jakarta, Kamis (1/10).

Era pun mengkritisi tiga hal terkait sikap masyarakat Indonesia kepada batik. Ini tiga hal tersebut:

1. Mengenal dan mengerti makna motif batik
Dari mengenal, selanjutnya kita bisa mengerti makna motif batik

motif-parang

2. Jangan terbalik menggunakan motif batik
Ketika kita tidak mengenal dan mengerti makna motif batik, ada kemungkinan kita memakai batik terbalik. Contohnya, banyak yang pakai motif parang tapi kok terbalik? Posisi motif parang yang benar adalah diagonal, motifnya menanjak. Ini karena motif parang yang diciptakan Penembahan Senopati, bermakna spiritual.

3. Pilih batik tulis, bukan print
Batik berarti membuat titik titik. Sesuai asal katanya, batik adalah proses pembuatan motif dengan menggunakan canting yang dititik-titikkan ke kain. Nah, kalau prosesnya diprint (dicap atau dicetak), bukan batik namanya. Memilih batik tulis juga mendukung ekonomi rakyat karena dikerjakan oleh tangan-tangan halus perajin batik, lalu kita menghargainya dengan harga yang pantas dengan kerajinan dan ketelitiannya.

Nah, selamat mengenakan batik!(SY)

LEAVE A REPLY