Penumpang Pesawat di Eropa Bisa Nikmati Wifi Super Cepat
Penumpang Pesawat di Eropa Bisa Nikmati Wifi Super Cepat

Gulalives.com, SEMARANG – Kecepatan dan konektivitas WiFi dalam penerbangan Eropa akan lebih baik berkat kemitraan yang dijalin oleh dua perusahaan telekomunikasi Eropa, Deutsche Telekom (Jerman) dan Inmarsat (Inggris). Kedua perusahaan tersebut tengah membangun BTS 4G berkapasitas tinggi di seluruh benua Eropa yang membantu penumpang pesawat terbang untuk update status di Facebook, Twitter dan Snapchat dari ketinggian 30.000 kaki.

Wifi diatas pesawat sejatinya bukan ide baru, maskapai penerbangan Eropa Lufthansa telah mengadaptasinya pada pesawat boeing pada 2004. Namun pada 2006 perusahaan itu mengumumkan pemberhentian layanan wifinya karena target pengguna tidak tercapai.

Rencananya, BTS akan didukung oleh teknologi satelit dari Inmarsat untuk menyediakan rumah broadband berkualitas 4G untuk penumpang. “Ini akan menjadi konektivitas jaringan penerbangan pertama di Eropa yang didukung oleh kombinasi LTE dan satelit,” kata CEO Deutsche Telekom, Tim Hottges, dilansir dari laman Digital Spy, Rabu (30/9).

Lebih lanjut, Lufthansa akan menjadi maskapai penerbangan pertama yang akan menawarkan internet berkecepatan tinggi kepada penumpangnya mulai tahun depan. Meskipun jaringan 4G memungkinkan penumpang untuk menggunakan layanan online di ponsel mereka, namun panggilan telepon tidak akan diizinkan. Belum diketahui berapa besar penambahan layanan 4G tersebut akan berpengaruh terhadap biaya yang akan dikenakan kepada penumpang pesawat.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, beberapa maskapai penerbangan akan segera mengimplementasikan layanan wifi baru dengan teknologi satelit, seiring bertambahnya tuntutan penumpang atas wifi di pesawat. Perusahaan Honeywell Aerospace dan Gogo, yang selama ini dipercaya membangun koneksi di pesawat, berkolaborasi dengan perusahaan satelit Inmarsat untuk menerapkan global broadband pertama berkecepatan tinggi yang dijuluki jaringan penerbangan Global Xpress (GX).

Pemimpin Honeywell Aerospace Asia Pacific Briand Greer memperkirakan layanan wifi baru itu akan menghasilkan 2,8 miliar dolar AS bagi perusahaan dalam kurun waktu 20 tahun. Dia memperkirakan dari 7–8 persen pesawat yang sudah menawarkan teknologi wifi, pada 2018 akan bertambah menjadi 25 persen.

Setelah bertahun-tahun mengandalkan sinyal internet yang lemah di pesawat, wifi baru itu nantinya memungkinkan pengguna mengunduh konten dengan kecepatan 50 megabits per detik. “Bagaimana kami mendeskripsikannya adalah koneksi itu akan seperti duduk di kedai kopi Starbucks dengan smartphone, komputer atau iPad,” ujar Greer. (DP)

LEAVE A REPLY