Gulalives.com, JAKARTA – Indonesia memang negara wisata. Obyek wisata apa yang tidak ada di negeri tercinta ini. Semua ada. Destinasi wisata alam, budaya, bahkan pariwisata berbasis wahana permainan pun semakin menggurita.

Di samping wisatawan nusantara (wisnus), tentunya semua destinasi itu akan sangat bernilai jika semakin diminati wisatawan manca negara (wisman). Oleh karenanya, jumlah kunjungan wisman harus ditingkatkan. Caranya, beragam kemudahan perjalanan menuju Tanah Air meski digalakkan.

Pemerintah memahami itu. Bahkan, menggarisbawahinya sebagai kebijakan yang harus diutamakan. Ya, Pemerintah Indonesia semakin serius mempermudah kedatangan wisman ke bumi Nusantara.

Mengutip laman resmi Kementerian Pariwisata, Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, pemerintah memberikan kemudahan perjalanan berupa Bebas Visa Kunjungan (BVK) . Semula, kebijakan ini diberikan kepada 30 negara. Selanjutnya, naik menjadi 45 negara.

“Dalam waktu dekat, kemudahan BVK akan ditambah lagi untuk 45 negara, sehingga diharapkan pada 2015 akan menjadi 90 negara,” ujar Arief.

Selain kemudahan visa, juga semakin diseriusi dukungan sarana transportasi udara. Moda transportasi ini sangat vital di sektor pariwisata. Sebab, 73% wisman datang ke Indonesia menggunakan transportasi udara. Selanjutnya transportasi laut 26% dan darat 1%.

“Konektivitas penerbangan langsung dari negara-negara sumber wisman ke obyek wisata unggulan di Tanah Air menjadi fokus kami untuk segera ditingkatkan,” tegas Arief.

Masih terkait pasar wisata dari luar negeri, pemerintah telah mengembangkan strategi pemasaran DOT (destination, original, time). Strategi destination direalisaikan melalui penetapan tiga pintu paling utama. Yakni Great Bali, Great Jakarta, dan Great Batam. Ketiga great ini memberikan kontribusi sebesar 90% dari total kunjungan wisman ke Indonesia.

Sementara itu, untuk strategi original dilakukan berdasarkan asal wisman yang memberikan kontribusi terbesar. Yakni Singapura, Malaysia, China, Autralia dan Jepang. Kelima pasar utama ini memberikan kontribusi sebesar 61% dari total kunjungan wisman dari 18 pasar utama. Sedangkan strategi time dilakukan berdasarkan pola musim pasar.

Beberapa waktu yang lalu, UNWTO (United Nations World Tourism Organization) dan WTTC (The World Travel & Tourism Council) melakukan riset pasar. Hasilnya jika ekonomi G-20 (Indonesia termasuk di dalamnya) dapat memberikan kemudahan perjalanan wisata, maka diperkirakan jumlah kunjungan wisman di ekonomi G-20 akan meningkatkan 122 juta wisman. Kunjungan itu menghasilkan devisa sebesar US$ 206 miliar, dan dapat menciptakan lapangan kerja tambahan bagi 5 juta orang pada 2015.

Wow. Pariwisata memang benar – benar top. (AA/SY)

LEAVE A REPLY