Pamer Kemesraan di Socmed, Ciri Bahagia atau Tidak Pede
Pasangan yang sedang berfoto selfie dengan handphone (foto : Shutterstock.com)

Gulalives.com, SEMARANG – Hubungan romantis dan harmonis merupakan dambaan semua orang, tidak jarang ketika melihat kemesraan pasangan lain di media sosial yang memajang foto-foto kebersamaannya. Mereka terlihat begitu romantis dan sangat manis. Tapi sebaiknya jangan buru-buru mengartikan bahwa pasangan bahagia, apalagi kalau sampai iri dengan romantisme yang mereka tunjukan.

Penelitian pertama yang yang dipublikasikan dalam Jurnal Personality and Social Psychology yang meniliti 108 pasangan dari kalangan remaja, menyatakan sebuah fakta mengejutkan, mereka yang sering mengumbar kemesraan di media sosial, merupakan tanda kalau mereka insecure atau merasa tidak aman dalam hubungan asmaranya. Tim peniliti melihat bagaimana kehidupan sehari-hari para responden melalui media sosialnya selama dua minggu berturut-turut. Berdasarkan pengamatan tim peneliti menemukan sebuah fakta, kalau orang yang cemas dalam hubungan asmara lebih sering menunjukkan dan berbagi cerita tentang betapa bahagianya hubungan yang mereka jalani ke dalam jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Sosial media seperti Facebook mereka jadikan sebagai tempat penghibur dan tempat perlindungan dari hubungannya yang kurang aman. Dalam jurnal tersebut juga disebutkan kalau semakin banyak komentar positif dari orang lain tentang hubungan mereka, ternyata dapat mengalihkan perasaan stres mereka selama menjalani hubungan ini.

Mereka yang merasa tidak aman dan kurang bahagia juga akan menumpahkan semua kekesalannya dengan menciptakan sebuah kehidupan baru di media sosial yang terlihat sangat bahagia. Mereka juga akan cenderung memasang foto-foto mesra, atau bahkan cenderung intim dan vulgar. Tujuannya sudah jelas, mereka ingin memamerkan kepada dunia bahwa kekasihnya merupakan miliknya sendiri dan tidak seorangpun bisa memilikinya, orang seperti ini akan berusaha menggiring persepsi orang lain kalau hubungannya tidak akan bisa tergoyahkan.

Studi Komparatif

Namun, ada penelitian lain yang juga bisa ditafsirkan. Kemesraan yang dipertontonkan seperti ini mengundang berbagai reaksi, termasuk reaksi negatif. Ada anggapan, ungkapan seperti ini berlebihan. Pertanyaan pun muncul, apakah pasangan yang lebih sering pamer kemesraan di socmed memang lebih harmonis hubungannya? Atau justru pasangan demikian kurang percaya diri dengan hubungan mereka?

Menurut riset dari University of Wisconsin yan dilansir VOA, mendukung posisi pertama, setidaknya berdasarkan sampel 180 mahasiswa yang disurvei. Pasangan yang banyak pamer kemesraan di Instagram atau Facebook, memang cenderung harmonis. Dari data yang dihimpun, pasangan seperti ini rata-rata bertahan lebih lama dibandingkan pasangan yang tidak pamer kemesraan.

Peneliti University of Wisconsin, Catalina Toma menyatakan, “Semakin sering orang menampilkan diri sebagai pasangan di jejaring sosial, termasuk menunjukkan bahwa mereka berhubungan, memposting banyak foto bersama, dan saling menulis di akun pasangannya, semakin tinggi rasa komitmen mereka terhadap pasangan.”

Tambahnya, setelah lewat enam bulan pasangan yang bermesraan secara publik seperti ini cenderung tetap bertahan dibandingkan pasangan yang tidak banyak memposting hubungan mereka. “Orang tidak ingin ada kesenjangan antara citra publik mereka dengan kenyataan mereka sehari-hari”, kata Toma menjelaskan faktor tekanan sosial yang ikut berpengaruh.

Percaya atau tidak pada hasil riset ini, analis merujuk juga pada pasangan selebritis. Pasangan musisi Gwen Stefani dan Gavin Rossdale misalnya, terakhir memasang foto bersama di Instagram akhir tahun lalu, dan ternyata belakangan baru terungkap memang bercerai setelah 13 tahun bersama.

Dari dua penelitian tersebut, memang masih agak membingungkan, tetapi kita bisa mengambil benang merah, bahwa hubungan kita dengan si dia, harusnya menjadi konsumsi pribadi saja, agar tidak multitafsir. Biarkan kamu dan dia saja yang menikmati keharmonisan hubungan, tak perlu untuk membagikan ke socmed, apalagi dengan taraf super narsis. (DP)

LEAVE A REPLY