Ibu menyusui bayi

Gulalives.com, JAKARTA – Para ibu yang menyusui memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan diabetes dibandingkan ibu yang tidak menyusui bayinya.

Para peneliti menemukan di antara 700 perempuan yang diikuti selama 20 tahun, mereka yang memberikan ASI kepada bayinya, terlihat kurang mengembangkan sindroma metabolik (sebuah kelompok  faktor risiko untuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung yang melibatkan kegemukan pada perut), peningkatan tekanan darah dan gula darah, dan peningkatan trigliserida (sejenis lemak dalam darah).

Selain itu, menyusui menghasilkan efek perlindungan yang lebih kuat di antara perempuan yang memiliki sejarah diabetes gestasional, sebuah bentuk diabetes yang muncul selama kehamilan dan berlalu setelah persalinan.

Meskipun hanya sementara,  diabetes gestasional dapat meningkatkan angka kejadian seseorang mengidap diabetes tipe 2.

Temuan teranyar ini menegaskan bahwa menyusui  bisa membantu meminimalkan risiko-risiko tersebut, kata peneliti utama Dr. Erica P. Gunderson,  seorang ilmuwan riset di  Kaiser Permanente’s Division of Research di Oakland, California.

Namun demikian, kata dia,  meskipun studi mengindikasikan bahwa menyusui memiliki efek proteksi yang kuat terhadap sindroma metabolik, riset lanjutan tetap dibutuhkan untuk mengamati apakah hal itu bisa diterjemahkan untuk penurunan laju penyakit jantung dan diabetes.

Studi yang dipublikasikan online di jurnal Diabetes, melibatkan 704 perempuan berusia 18-30 tahun dan bebas dari sindroma metabolik, yang melahirkan anak pertama selama periode penelitian. Setelah  diikuti selama 20 tahun, 120 responden didiagnosis mengidap sindroma metabolik.

Para peneliti menemukan bahwa di antara perempuan tanpa sejarah diabetes gestasional,  yang menyusui bayinya lebih dari sebulan peluang terkena sindroma metabolik berkisar antara 39-56%, bergantung lamanya mereka memberi ASI.

Di antara ibu yang memiliki sejarah  diabetes gestasional, menyusui lebih dari sebulan dikaitkan dengan penurunan risiko sindroma metabolik  antara 44-86%.

Penurunan risiko ini diamati bersamaan dengan sejumlah faktor penting lainnya, termasuk berat badan, aktivitas olah raga dan hadirnya komponen sindroma metabolik sebelum kehamilan.

Tidak jelas apakah menyusui saja bisa menurunkan peluang terbentuknya faktor risiko terkena diabetes dan serangan jantung.

Obesitas di perut merupakan salah satu komponen dari sindroma metabolik dan kelebihan berat badan yang kerap dikaitkan dengan diabetes tipe 2.

Menyusui mungkin membantu perempuan memangkas berat badan dalam beberapa bulan setelah persalinan, ditegaskan para peneliti, namun mungkin ada efek metabolik lain yang menjelaskan  penurunan risiko dari sindroma metabolik.

Menyusui memiliki manfaat positif terhadap kadar gula darah, massa lemak tubuh atau bagaimana lemak terdistribusi ke seluruh tubuh.

Apapun alasan terhadap temuan ini,  Gunderson menegaskan bahwa menyusui memiliki manfaat kesehatan jangka panjang untuk kaum ibu. (VW)

LEAVE A REPLY