Saat ini jumlah tukang gigi jauh lebih banyak dari klinik gigi.

Gulalives.com, DEPOK – Hayooo siapa nih yang pernah punya pengalaman sakit gigi? Ho-oh, sakit gigi itu jleeeb banget ya rasanya. Kalau gigi cenut-cenut, tampang udah pasti ikutan cemberut. Nah… Gulalives mau nanya nih, Ladies pilih pergi ke dokter gigi atau cukup ke ahli gigi (baca: tukang gigi) aja?

Bagi yang peduli betapa pentingnya kesehatan gigi, Ladies pasti memprioritaskan untuk konsultasi langsung dengan dokter gigi. Ironisnya, nggak semua orang berpikiran sama. Kalau ada ahli gigi yang bagus, kenapa harus ke dokter gigi yang biayanya jauh lebih mahal? Hal ini kemudian membuat menjamurnya para tukang gigi yang membuka “klinik gigi”.

Sebelum melakukan tindakan, drg Arnof selalu berdiskusi dulu tentang keluhan pasiennya.
Sebelum melakukan tindakan, drg Arnof selalu berdiskusi dulu tentang keluhan pasiennya.

Toh, hampir semua jasa pelayanan seputar gigi juga ditawarkan oleh para ahli gigi. Sebutlah seperti pencabutan gigi, pemasangan gigi palsu, penambalan gigi berlubang, sampai perawatan ortodenti (kawat gigi). Lagi-lagi, muncul anggapan “Ngapain harus ke dokter gigi?”

Untuk menjawab permasalahan ini, kita tanya aja yuk sama pakarnya. “Jadi historisnya begini. Zaman dulu banget, Indonesia kekurangan dokter gigi. Nah, dokter gigi tersebut merekrut beberapa orang untuk dijadikan asisten. Mereka banyak dilatih oleh dokter gigi untuk membuat gigi palsu. Itu pun yang lepasan. Makin ke sini, semakin melenceng. Banyak tukang gigi yang memasang kawat gigi,” beber drg Arnof saat Gulalives temui belum lama ini di ruang kerjanya di Klinik Gigi Global Estetik, Jl. Margonda Raya No. 445 Gedung Griya Buana, Depok.

Banyak ahli gigi mendapatkan ilmunya secara turun-temurun.
Banyak ahli gigi mendapatkan ilmunya secara turun-temurun.

Lalu dari mana dong para ahli gigi tersebut punya skill tentang perawatan gigi? “Tukang gigi itu background nya gak sekolah soal gigi. Skill yang mereka peroleh itu biasanya turun-temurun. Tukang gigi yang banyak beredar itu bukan yang dilatih oleh dokter gigi. Kalau dilatih pun, biasanya ditempatkan di lab. Aslinya nih, tukang gigi itu nggak boleh sembarangan mencabut gigi. Memasang kawat gigi pun, nggak boleh,” urai dokter yang telah memiliki jam terbang selama 15 tahun di bidang kesehatan gigi ini.

Masyarakat terlanjur berpandangan kalau ke tukang gigi jauh lebih murah ketimbang dokter gigi.
Masyarakat terlanjur berpandangan kalau ke tukang gigi jauh lebih murah ketimbang dokter gigi.

Apa jangan-jangan masyarakat lebih tertarik ke ahli gigi karena merasa ada perbedaan harga yang cukup tinggi? “Nggak juga lho.  Banyak juga tukang gigi yang udah mematok tarif hampir mirip seperti dokter gigi. Lucunya nih, banyak banget pasien saya yang mengeluh setelah dia memasang gigi palsu atau kawat gigi sama tukang gigi. Sekarang mungkin masyarakat lebih kritis dan cerdas lah. Pada akhirnya masyarakat akan menentukan pilihan bijak akan pergi ke mana kalau giginya terasa sakit,” terang dokter gigi asal Sumatera Barat tersebut. (VD)

 

LEAVE A REPLY