Gulalives.com, JAKARTA – Seluruh korban luka akibat benturan dua KRL Commuter Line di Stasiun Juanda, Jakarta,Rabu (23/9/2015) sore, dievakuasi dan ditangani di tiga rumah sakit, terdekat. Ketiga rumah sakit tersebut, yakni RSPAD, RS Tarakan, dan RS Husada.

Informasi dari akun twiter #KCJ News, yang dikutip pada pukul 21.30 WIB menyebutkan, sebanyak 38 korban luka-luka ditangani secara intensif di ketiga rumah sakit tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 13 korban dilarikan ke RSPAD, dua korban di RS Tarakan, dan 13 lainnya dibawa ke RS Husada.

Dari akun yang sama dijelaskan, usia korban bervariasi. Ada yang masih bayi, yakni Zidan, yang baru berusia tiga bulan. Ada pula yang sudah lanjut usai, yakni Romansyah (76 tahun), Tan Honio (70 tahun), dan Agus (60 tahun).

Pihak Commuter Line menyatakan, bagi pihak keluarga atau orang – orang yang mengenal korban dapat menghubungi nomor 021 – 3807777. Saat ini, sebagian korban masih mendapat penangan intensif. Namun, sebagian korban yang lain sudah diperbolehkan pulang.

Selain menimbulkan korban luka, benturan antara KRL KA 1154 dan 1156 tersebut juga mengganggu jadwal perjalanan kereta. Bahkan, selama proses evakuasi korban berlangsung, penumpang disarankan menggunakan moda transportasi lain. Itu karena petugas di Stasiun Juanda fokus dalam proses evakuasi.

Rekayasa perjalanan pun menjadi pilihan. Selama evakuasi berlangsung, KRL jurusan Bogor/Depok – Jakarta Kota hanya sampai Stasiun Manggarai. Selanjutnya, kereta kembali ke Bogor atau Depok. Rekayasa juga dilakukan terhadap kereta jurusan Bekasi – Jakarta Kota. Perjalanan kereta ini dialihkan ke Stasiun Pasar Senen dan beberapa perjalanan hanya sampai Stasiun Manggarai.

Di samping itu, bagi penumpan yang tidak sampai tujuan, namun belum sempat melakukan taps out, bisa melakukan pembatalan pembayaran di loket stasiun, dengan batas waktu (28.9/2015).(AA/SY)

LEAVE A REPLY