Gulalives.com, JAKARTA – Senang main game? Indonesia itu punya pembuat game hebat lho. Salah satu game lokal kita yang lagi digemari adalah Eggward’s Lab. Hebatnya, Eggward’s Lab juga laris di luar negeri, bahkan masuk lima besar app store dunia, termasuk di Belanda, Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, Makau, dan beberapa negara lainnya.

Eggward’s Lab adalah adalah game bergenre Puzzle match-3, genre game mobile yang cukup digemari oleh gamer. Memanfaatkan perangkat ponsel, tablet, dan sejenisnya, jenis game ini telah melejitkan Candy Crush dan Bejewelled sebagai yang paling digemari karena mudah dimainkan dan tampilan warna yang menarik.

Lalu bagaimana jika kesederhanaan puzzle match-3 diolah dengan fondasi cerita yang mengesankan? Hasilnya adalah Eggward’s Lab, yang dibesut developer game dari Indonesia, Matata Corporation. Eggward’s Lab merupakan game puzzle match-3 yang mengusung tema kue, dessert, dan berbagai macam jajanan legit lainnya.

Dalam game ini, kamu bermain puzzle sambil ditemani enam karakter berbentuk telur, yang masing-masing memiliki persona dan keunikan skill berbeda-beda. Mulai dari Eggward sendiri yang memberimu poin ekstra, Greggory yang memberikan waktu recovery lebih cepat, dan lain sebagainya.

Masing-masing karakter tadi memberikan respons yang berbeda-beda saat kamu mencetak skor, sehingga keberadaan mereka cukup memberikan interaksi yang menarik untuk sebuah permainan match-3.

Kelemahan Jadi Keunggulan

Sama seperti game match-3 lainnya, di sini tujuanmu bermain adalah mencocokkan satu dari empat jenis jajanan manis yang terdapat di layar. Yang perlu kamu lakukan adalah menyusun setiap pola di sekitar layar permainan agar menghasilkan kombo yang semakin memperbesar perolehan skormu di Eggward’s Lab.

Yang membedakannya adalah keberadaan karakter beserta kedalaman kisahnya. Pemilihan karakter akan memberikan akhir kisah yang berbeda. Bukan sekadar menggabungkan kelipatan tile semata.

“Match-3 games memiliki kelemahan pada karakter. Kelemahan itu coba kami ubah menjadi sebuah kelebihan pada Eggward’s Lab,” ungkap Enrico Pitono, pendiri Matata Corporation.

Karakter dan kedalaman cerita, tambah Enrico, dikedepankan oleh Matata, karena banyak game yang sepertinya tidak mempedulikan rasa penasaran gamers.

“Sebagai penggemar game saya kerap penasaran apa yang dilakukan Mario (Bros) ketika tidak mengumpulkan koin dan makan jamur. Nah, kami tidak ingin hal itu terjadi pada gamers yang memainkan Eggward’s Lab,” demikian papar Enrico, yang mantan bankir.

Hasilnya, respon positif dari pasar membuat Eggward’s Lab cukup dikenal. Hanya dalam waktu dua bulan, game dengan visual yang cukup bersaing untuk disandingkan dengan game match-3 buatan luar. Bahkan berada di 5 besar App Store Belanda, Thailand, Singapura, Malaysia, Phipilina, Indonesia, Makau, dan beberapa negara lainnya.

Hebat ya!(SY)

LEAVE A REPLY