Orgasme

Gulalives.com, JAKARTA – Orgasme bisa diperoleh ketika proses melahirkan. Mungkin banyak yang tak percaya, mengingat saat melahirkan yang paling banyak dirasakan adalah rasa sakit.

Menurut studi yang dilakukan peneliti dari Perancis, orgasme mungkin saja dialami wanita saat ia melahirkan. “Jika melihat dari segi anatomi, orgasme ketika melahirkan sebenarnya bukan hal yang mengejutkan,” kata Barry Komisaruk, profesor dari Universitas Rutgers di New Jersey, Amerika Serikat.

Hanya saja memang kasus orgasme saat bersalin ini sangat jarang. Survei pada bidan yang dipublikasikan di jurnal Sexologies mengungkap orgasme hanya sekitar 0,3 persen dari peristiwa kelahiran.

Elena Skoko, merupakan salah seorang yang mengaku mengalami hal ini ketika melahirkan putrinya. “Aku merasakan gelombang kebahagiaan menjalar di tubuhku,” ujarnya. Gelombang yang meledak-ledak ini, katanya, mirip dengan yang dirasakan ketika orgasme.

Thierry Postel of Blainville-sur-Mer, pakar psikologi asal Perancis  yang melakukan penelitian ini, ia menggelar survei online terhadap 109 bidan yang total telah membantu sekitar 206 ribu proses kelahiran selama karirnya. Para bidan ini juga diperbolehkan mengajak para ibu yang dirasa cocok untuk mengikuti survei ini.

Hasilnya, para bidan menyebutkan terdapat 668 kasus di mana para ibu melaporkan mereka mengalami sensasi orgasme dan 868 kasus para bidan melihat sang ibu menunjukkan ekspresi serupa orgasme saat melahirkan. Terdapat pula sembilan ibu yang mengaku mereka mengalami orgasme ketika bersalin.

Komisaruk menjelaskan bahwa orgasme ini disebabkan oleh stimulasi pada jalur kelahiran, meliputi rahim, vagina, klitoris, juga kontraksi pada rahim. “Banyak perempuan menyatakan bahwa saat mereka merasakan orgasme, kontraksi pada rahim merupakan hal yang menyenangkan,” katanya.

Pakar lain, Dr Christiane Northrup, juga mengingatkan bahwa jalan keluar bayi adalah posisi yang sama persis saat penis melakukan penetrasi dalam berhubungan seksual. Ketika daerah ini mendapat rangsangan, hormon yang aktif saat orgasme yakni endorfin dan oksitosin juga ikut muncul, menghadirkan sensasi serupa orgasme saat melakukan hubungan seksual.

Perempuan juga disebutkan dapat mengalami beberapa kali orgasme saat persalinan, dengan durasi 10 hingga 15 detik lamanya.

Peneliti menyatakan memang masih banyak pihak yang skeptis atas fenomena ini. “Bila orang membaca kata ‘melahirkan’ dan ‘orgasme’ dalam satu kalimat, mereka akan mempertanyakan seksualitas mereka,” ujar Debra Pascali-Bonaro, pembuat film dokumenter ‘Orgasmic Birth: The Best-Kept Secret’.

Pasalnya, ujar Pascali Bonaro menambahkan, secara kultural wanita dikondisikan untuk menerima rasa sakit ketika melahirkan, dan malu bila mengaku merasakan kenikmatan dalam proses ini, demikian dilansir Live Science. (VW)

LEAVE A REPLY