Gulalives.com, JAKARTA – Menyedihkan, populasi badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) saat ini hampir punah. Sebagian hidup di penangkaran seperti yang dialami badak bernama Harapan dan Andalas. Mereka hidup di Kebun Binatang di Cincinnati, Amerika Serikat.

Saat ini, selain Harapan dan Andalas, ada tujuh badak Sumatera lain yang hidup di penangkaran seluruh dunia. Tapi, bila dihitung dengan badak yang hidup di alam liar, populasi spesies itu kurang dari 100 ekor. Sedih ya.

Rencananya, dalam rangka merayaan Hari Badak Internasional yang jatuh pada 22 September, Oktober mendatang Harapan akan dipulangkan ke Suaka Badak Sumatera (Sumatran Rhino Sanctuary/SRS) di Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Sepulangnya nanti, Harapan akan dikawinkan dengan badak betina agar mendapatkan keturunan.

Harapan masih beruntung mudik dalam keadaan utuh. Kondisinya tak semengenaskan nasib saudara jauhnya dari Afrika Selatan bernama Hope. Pada awal Juni 2015 lalu, Hope ditemukan dalam muka separuh berlubang akibat perburuan untuk diambil culanya. Hope kini sudah dalam penangkaran untuk proses penyembuhan.

Kisah Harapan dan Hope adalah nukilan nasib hewan mamalia yang terancam punah di seluruh dunia. Pada 22 September nanti, para binatang bercula ini akan merayakan hari Badak Internasional yang tahun ini mengambil tema “Five Rhino Species Forever”. Tema itu mewakili lima spesies yang kini masih tersisa di dua benua ini yaitu Afrika dan Asia. Dari Afrika ada Badak Hitam dan Badak Putih. Adapun Asia diwakili oleh Badak Jawa, Badak Sumatra dan Badak India.(SY)

LEAVE A REPLY