Fossil Addict Gathering

Gulalives.com, JAKARTA – Apa jadinya jika orang dalam komunitas pencinta tas yang biasanya hanya berkomunikasi di dunia maya, suatu ketika berkumpul? Kehebohanlah yang pasti muncul. Hal itulah yang terjadi manakala komunitas Fossil Addict temu darat di sebuah kafe di Jakarta Selatan, 12 September lalu.

Fossil Addict (disingkat FA) merupakan komunitas online yang dibentuk di jejaring sosial Facebook, kira-kira 2 tahun silam. Hingga kini komunitasnya menyentuh angka di atas 14.500, yang tersebar di wilayah Indonesia, juga luar negeri.

Grup ini dibentuk khusus untuk mewadahi mereka yang senang dan suka dengan Fossil, sebuah merek dari Amerika Serikat yang memproduksi tas, sepatu, baju dan lain-lain. Di Fossil Addict, sesama anggota bisa menjual dan membeli segala ‘printilan’ Fossil, yang baru, atau bahkan bekas.

Uniknya, banyak produk Fossil keluaran lama (tidak lagi dijual di toko) yang ramai diburu dan harganya – bagi yang belum tahu brand ini – mungkin bisa bikin kening berkerut heran. “Masa tas bekas saja harganya tinggi banget,” begitu kurang lebih ada anggota baru yang menulis status di grup, menyatakan keherannya atas fenomena tas bekas yang mengalahkan tas baru di toko.

Sebutlah edisi desi, atau tas patchwork dark yang harganya menyentuh angka fantastis. Jauh lebih mahal ketimbang harga saat edisi tas atau dompetnya dijual di toko. Bahkan di laman khusus lelang ebay, banyak pemburu Fossil edisi langka bertingkah bak piranha haus darah. Mereka akan bersaing ketat memasukkan angka penawaran untuk mendapatkan barang idaman. Dan tahu nggak, peserta lelang yang ‘gokil’ ini kebanyakan dari Indonesia. Ck ck ck.

Seru memang mengikuti aktivitas Fossil Addict di dunia maya. Meski tak saling kenal, sesama anggota bisa berbincang akrab di dunia maya, bahkan akhirnya menjadi sahabat. Nah, karena ingin mempertemukan anggota yang tergabung d Fossil Addict, muncullah ide untuk membuat gathering.

“Ide awalnya memang ingin mempertemukan teman-teman yang selama ini hanya berkomunikasi di dunia maya. Mereka terlihat akrab, saling mengomentari status satu sama lain. Berbagi foto koleksi. Alangkah baiknya jika keakraban ini bisa diwujudkan di dunia nyata,” kata Nila Kusumawati, atau yang lebih ngetop dengan nama Brenda Lylla di dunia maya, yang menjadi ketua panitia hajatan ini.

Nila termasuk salah satu anggota senior di Fossil Addict dan sudah lama malang melintang berbisnis online, khususnya jual beli pernak pernik Fossil. Nilalah yang  mencetuskan ide Gathering Fossil Addict, sebelum Lebaran, dan terwujud 12 September kemarin.

Karena tak mungkin melakukannya sendiri, Nila berembuk dengan beberapa member Fossil Addict lainnya, termasuk Fitritoviana Karin, yang memiliki toko online Audrey Littleshop.

Menyelenggarakan hajatan besar perdana, sudah tentu ada kendalanya. “Kendalanya tempat juga biaya. Dengan peserta Fossil Addict mencapai 14 ribu, bagaimana menyediakan tempat yang bisa menampung orang sebanyak itu. Awalnya target peserta gathering 1000. Namun kami panitia harus realistis juga. Ini kumpul-kumpul perdana. Akhirnya kami seakat mengumpulkan peserta 150-200 saja dulu,” kata Nila yang dibantu Pramita Dwikustanti, yang memiliki bisnis Mamit’s Laundry, yang menerima jasa merawat tas-tas dan dompet kulit.

Displaying sip 13.jpg

(Kostum seru yang dikenakan peserta Fossil Addict Gathering)

Bersama Mita, Nila sibuk mencari lokasi juga sponsor. “Kendalanya di dana memang. Ini gathering perdana. Panitia maunya berlangsung sukses dan berkesan, khususnya bagi peserta yang sudah menyempatkan diri datang dari luar Jakarta,” kata Nila yang mengoleksi sejumlah tas Fossil edisi langka dengan harga wow.

Karena ketiadaan dana di awal, akhirnya diputuskan setiap anggota yang akan hadir di gathering dikenai biaya pendaftaran Rp 200 ribu per orang. Dana itu untuk membayar sewa tempat, juga makanan, dekorasi dan pengisi acara. Beruntung, ada sponsor yang mau berpartisipasi sehingga dana tak terlalu menjadi beban.

Demi menjaring peserta, kata Nila, panitia membentuk koordinator di 16 area, dari Barat sampai ke Timur. “Kami pilih koordinator daerah, dari sesama anggota Fossil Addict, untuk mendata siapa-siapa saja yang ingin ikut acara. Mau datang ke Jakarta atas biaya sendiri,” ujar Nila.

Di luar dugaan, animo peserta luar biasa melimpah. Banyak peserta yang rela masuk daftar tunggu demi mendapatkan tiket gathering, terutama menjelang hari H. “Kami kaget dengan animo peserta. Juga sponsor, para anggota Fossil Addict yang rela menyumbang sejumlah item Fossil sebagai hadiah games dan doorprize,” ujar Nila haru.

Bahkan, perwakilan Fossil Indonesia, juga datang saat acara berlangsung. Mereka berpartisipasi dalam memberikan hadiah dan voucher belanja untuk peserta yang datang di pertemuan perdana itu.

Karakter Unik

Yang membuat komunitas Fossil Addict berbeda adalah keunikan anggotanya. “Karakter unik dari penggemar Fossil adalah, mereka tidak akan berhenti untuk membeli setelah memiliki salah satu produk Fossil. Jadi seperti ketagihan. Ini seperti candu yang memabukkan dan menularkan rasa penasaran terus menerus,” kata Nila yang di usia kepala empat terlihat energetik dan selalu tampil bergaya.

Ciri khas Fossil, imbuh Nila, adalah gaya yang vintage dan klasik. “Ini kelebihan brand Fossil yang membuat penyukanya terus memburu berbagai item dari merek ini,” ujarnya. Nila mengklaim, Fossil Lovers (sebutan untuk penggemar Fossil) setidaknya memiliki tiga item produk Fossil.

Displaying sip 4.jpg

(Permainan untuk menjalin keakraban)

Boleh dibilang, gathering perdana ini sukses besar. Banyak anggota dari luar Jakarta meniatkan datang khusus ke acara ini. Mitri misalnya, anggota Fossil Addict yang memiliki toko online Mitri Trillians, menyempatkan diri datang dari Surabaya. “Aku memang suka jalan-jalan. Ini sekaligus ajang tatap muka dengan teman-teman yang selama ini cuma kenal di dunia maya,” kata perempuan mungil yang bekerja sebagai pegawai negeri ini. Mitri mengelola toko online berjualan produk Fossil dibantu keponakan.

Peserta lain yang datang dari luar Jakarta adalah Anya Frederica, yang khusus datang dari Batam. Anya juga membentuk komunitas pencinta Fossil di Facebook dengan nama Fossil Addicted Indonesia.

Peserta yang datang terlihat akrab, meski awalnya bergerombol dengan kelompoknya. Suasana langsung ‘cair’ saat panitia menggelar berbagai games yang diikuti para ‘mahmud’ (sebutan slang untuk mamah muda) penggemar Fossil dengan hadiah melimpah.

Akan bikin lagi acara serupa? “Mungkin ya. Tapi tidak daam waktu dekat. Karena butuh usaha yang serius dan fokus agar acara bisa berlangsung sukses. Semoga ke depan bisa lebih baik dengan menjaring peserta lebih banyak,” pungkas Nila. (VW)

 

LEAVE A REPLY