Depresi pasca-persalinan

Gulalives.com, JAKARTA – Depresi pasca-persalinan alias postpartum depression, tak cuma dialami para ibu baru, karena sekitar 1 dari 10 ayah baru juga mengalami depresi pasca-persalinan yang kerap terjadi pada 3 hingga 6 bulan setelah kelahiran bayi.

Berdasarkan temuan ini, para peneliti mengatakan diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengukur tingkat depresi pada ayah baru, khususnya dalam hal bukti bahwa ayah yang mengalami depresi pascakelahiran bayi mungkin memberikan efek emosional, perilaku, dan perkembangan pada anak-anak mereka.

“Meski tercatat hingga 30 persen ibu baru mengalami baby blues, tapi tak banyak yang tahu bagaimana beban si ayah secara mental dengan kelahiran bayi mereka dan segera tiba di rumah dari rumah sakit,” kata Dr. James F. Paulson dan rekan peneliti, Sharnail D. Bazemore, dari Eastern Virginia Medical School di Norfolk, dalam studinya yang diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA).

Untuk menyelidiki hal ini, Paulson dan Bazemore mengumpulkan data dari 43 studi yang melibatkan sekitar 28.000 partisipan. Mereka adalah para ayah yang mengalami depresi pada 3 bulan pertama kehamilan dan tahun pertama setelah kelahiran bayinya.

Secara keseluruhan, kedua peneliti ini mengestimasi bahwa sekitar 10 persen dari para ayah baru mengalami depresi sebelum dan tak lama setelah kelahiran anak mereka. Sebagai perbandingan, sekitar 5 persen laki-laki dalam masyarakat umum akan mengalami depresi selama setahun. Ini menunjukkan bahwa depresi pada calon ayah atau ayah baru merupakan satu masalah kesehatan yang patut diperhatikan.

Paulson dan Bazemore juga menemukan bahwa 3 hingga 6 bulan setelah kelahiran tampaknya menjadi masa yang paling rawan bagi para ayah, dengan angka depresi tercatat sekitar 25 persen. Ini juga merupakan periode yang paling riskan bagi para ibu baru.

Kedua ahli itu juga menyebutkan para calon ayah dan ayah baru di AS cenderung memiliki tingkat depresi lebih tinggi (14 persen) ketimbang rekan-rekan mereka di negara-negara lain (8 persen). Ini menjadi pertanyaan yang harus dijawab melalui penelitian berikutnya di masa mendatang.

Selain itu, Paulson dan Bazemore juga menemukan kaitan antara depresi pada ibu baru dan depresi pada ayah baru. Untuk itu, depresi yang dialami salah satu orangtua juga perlu dilakukan pemeriksaan klinis pada pasangannya. (VW)

LEAVE A REPLY