Source Foto : Shutterstock

Gulalives.com, JAKARTA – Setiap orang tua pastilah menginginkan anak yang cerdas. Anak cerdas pastilah akan membuat bangga kedua orangtua nya. Banyak cara yang dilakukan orang tua untuk mendidik anak mereka supaya menjadi cerdas, selain dimasukkan ke sekolah yang terbaik mereka juga ada yang memasukkan anak ke berbagai bimbingan belajar, les atau aktivitas lainnya yang dianggap orangtua sebagai cara mendidik anak agar menjadi cerdas. Berikut ada salah satu metode yang mulai dikenal luas masyarakat dan dipercaya dapat membuat anak menjadi cerdas, yaitu metode Aktivasi Otak Tengah.

Aktivitasi Otak Tengah merupakan penemuan fenomenal dalam pendidikan anak. Teori mengenai penggunaan otak tengah sebenarnya telah banyak ditemukan di berbagai Negara di Asia, terutama Jepang. Negara ini telah memberlakukan metode aktivasi otak tengah terhadap anak-anak sejak lama. Anak yang otak tengahnya diaktivasi biasanya mempunyai kemampuan lebih besar dibandingkan anak yang otak tengahnya belum diaktivasi.

Di indonesia sendiri Aktivasi Otak Tengah Baru mulai dikenal pada tahun 2010. Menurut Hartono Sangkaparan dalam bukunya “Dahsyatnya Otak Tengah”, Aktivasi otak tengah sebenarnya adalah sebuah metode pengoptimalan kerja otak tengah dengan cara-cara ilmiah yang dikomputerisasi dan sudah diteliti selama puluhan tahun. Aktivitasi otak tengah hanya dapat dilakukan pada anak-anak berusia 5-15 tahun. Hal ini karena pada proses pengaktivasian, seorang anak harus dalam keadaan santai, tenang dan rileks. Mereka belum menghadapi berbagai masalah kehidupan yang rumit dan kompleks. Anak-anak ini akan mendapatkan manfaat dari aktivasi otak tengah sebagai berikut :

  • Meningkatkan daya ingat
  • Mengasihi orang lain
  • Meningkatkan kemampuan inovasi, kreativitas dan kecerdasan
  • Meningkatkan kosentrasi
  • Meningkatkan kemampuan fisik dalam berolahraga
  • Meningkatkan keseimbangan otak kanan dan kiri
  • Menyeimbangkan hormon
  • Meningkatkan daya intuisi

Adapun kegiatan aktivasi otak tengah, anak-anak dapat melakukan hal-hal berikut ini :

  • Melakukan aktivitas menari, menyanyi, melompat dan berteriak
  • Melakukan senam otak dan bola mata. Hal ini dilakukan untuk merangsang otak kiri dan kanan, meringankan atau merelaksasi bagian depan dan belakang otak, serta merangsang sistem yang terkait dengan perasaan atau emosi, yaitu otak tengah dan otak besar.
  • Mendengarkan musik yang lembut seperti musik klasik. Tujuannya untuk memberikan rasa tenang, kepekaan dalam pendengaran, penglihatan, sentuhan, instuisi, dan lain-lain.
  • Mendengarkan musik keras atau beresonansi tinggi. Untuk melatih kepekaan pendengaran
  • Membayangkan dan melakukan hal yang disuruh. Tentu saja dalam hal ini harus disertakan guru pendamping untuk menguji sampai sejauh mana otak peserta sudah teraktivasi.
  • Melakukan aktivitas blinfolded (beraktifitas dengan mata tertutup), misalnya menembak warna bola dalam kota, bersepeda dan lain-lain. Dalam kegiatan ini juga diperlukan guru pendamping.

Selain guru pendamping peran serta orang tua juga sangat dibutuhkan. Orang tua bisa mendampingi saat anak berlatih mandiri di rumah atau memberikan nasihat agar anak selalu menggunakan otak tengah dengan benar.

Lembaga dan pelatihan yang menyelenggarakan kegiatan ini juga sudah banyak di Indonesia. Orang tua juga dapat aktif dalam group aktivasi otak tengah di facebook. Sobat wanita tertarik melakukan metode ini untuk anak Anda? (IB)

LEAVE A REPLY