Foto: roaneviews.com

Gulalives.com, JAKARTA – Indonesia mempunyai banyak programmer dan pekerja kreatif yang handal dan berdedikasi. Umumnya mereka mengawali karir dengan bekerja pada perusahaan lokal atau sebagai pekerja lepas mencari job dari klien lokal. Dalam perjalanannya, banyak diantara mereka yang memilih freelance dan bekerja remote untuk klien luar negeri. Klien favorit mereka umumnya yang berasal dari USA, Canada, dan UK. Bahkan jika disuruh memilih antara job lokal dan job dari UK, meski nilai job lokal lebih tinggi, freelancer itu lebih memilih bekerja untuk klien UK. Apa alasan dari semua itu? Berikut rangkuman pendapat dari beberapa freelancer Indonesia di upwork.com.

Berorientasi Solusi

“Orang Indonesia jika pekerjanya mengalami kesulitan, malah dicela. Gimana sih gitu aja nggak bisa, begitu biasanya kata mereka. Selama bekerja dengan bule saya jarang dicela meski menemui kesulitan atau membuat kesalahan. Mereka cuma bilang, apa ada solusi lain yang lebih mudah buatmu? Itu membuat saya nyaman dan terpacu semangat saya.”

Pembayaran Cepat

“Cash flow yang baik itu nyawanya freelancer. Ini nih salah satu kejelekan klien lokal, mereka bayarnya berbelit-belit dan lama, saya pernah lho beberapa bulan baru dibayar lunas padahal pekerjaan sudah selesai dan sudah dipakai mereka. Kalau bule jarang mereka menunda pembayaran. Seringnya sih kerjaan selesai, 1-2 jam kemudian sudah dibayar.”

Komunikasi Bagus

“Saya pernah tuh dimarahi klien lokal gara-gara hp saya kebetulan mati waktu dia telpon saya. Katanya saya susah dihubungi, padahal dia tahu skype saya, email saya, facebook saya, blog saya. Saya sediakan beberapa jalan berkomunikasi dengan saya, tapi masih bilang saya susah dihubungi. Klien luar negeri yang saya tangani Alhamdulillah baik-baik. Kalau ngasih job dia jelaskan detil, data-datanya pun sudah disiapkan jauh hari. Setiap job yang mereka kasih, ditangani dengan serius, sehingga saya belum pernah mengalami klien bule tiba-tiba menghilang tanpa kabar, lalu muncul lagi saat saya sedang sibuk-sibuknya.”

Pembayaran Adil

“Suka banget tuh cara pembayarannya, revisi pun dibayar. Apalagi kalau dapat job yang bayarannya per jam, saya merasa pekerjaan dan waktu saya dihargai. Sudah lama saya tidak mengalami pengalaman pahit yang dulu saya alami, uang dari klien sudah habis tapi revisi jalan terus.”

Sopan dan Nyaman

“Klien-klien bule saya mudah sekali mengucapkan maaf dan terima kasih. Kelihatannya sepele ya, tapi saya suka, saya merasa dihargai. Dan mereka tidak menganggap saya karyawan mereka, tapi rekan kerja. Mereka membayar mahal untuk waktu dan keahlian saya, tapi tetap menghormati harga diri saya. Bukannya membandingkan ya, tapi ini kenyataan sih, dulu tiap kali meeting ke kantor klien lokal saya kaya pengemis. Saya datang tepat waktu tapi disuruh nunggu lama. Sering juga saya dianggap karyawan mereka disuruh macem-macem yang nggak ada hubungannya dengan job saya.”

(WI)

LEAVE A REPLY