Tujuh Cara Ampuh Kembangkan Potensi Anak Cerewet
Tujuh Cara Ampuh Kembangkan Potensi Anak Cerewet

Gulalives.com, SEMARANG – Bunda, masih ingat potensi dibalik anak cerewet ? Ya. Anak cerewet sejatinya adalah anak dengan kemampuan linguistik yang baik. Karena, ia mampu mengutarakan kembali pengalaman atau peristiwa yang ia alami.

Ada beberapa trik yang dapat Bunda lakukan untuk mengembangkan potensinya. Simak jabaran berikut :

  1. Membacakan cerita
Trik mengembangkan potensi anak Cerewet
Trik mengembangkan potensi anak Cerewet

Membacakan cerita merupakan kebiasaan yang baik dilakukan ketika sebelum tidur. Pada saat akan tidur, gelombang otak manusia, berada di gelombang alfa. Pada saat ini, mudah bagi otak untuk menyimpan sesuatu. Sehingga, membacakan cerita pada anak menjelang tidur merupan waktu yang tepat. Apalagi jika cerita tersebut mengandung “nilai-nilai kebaikan”. Itulah saat yang tepat menananmkan nilai-nilai kehidupan pada anak.

  1. Merangkai cerita

Trik ini dapat dilakukan dengan cara memberikan potongan-potongan gambar pada anak. Kemudian si kecil, dapat menceritakan sesuai dengan pengalaman yang ia dapatkan. Bunda dapat melihat kemampuan kreativitas si kecil tentang alur cerita yang ia jelaskan.

  1. Mengajak dialog atau diskusi
Mengajak dialog atau diskusi
Mengajak dialog atau diskusi

Trik ini dapat Bunda mulai dengan menanyakan kondisi si kecil ketika pulang dari bepergian. Entah itu sekolahnya, jalan-jalan ke taman, pergi kerumah saudara atau ergi ke rumah teman. Si kecil yang cerewet tentunya, akan dengan mudah menceritakan apa yang ia alami dan rasakan sebelumnya. Nah, pada saat itu, Bunda dapat melihat kemampuan si kecil menyususun kalimat, menggunakan kalimat bahkan penilaiannya tentang suatu peristiwa. Bunda dapat mengoreksi ketika ada susunan kalimat yang salah. Atau Bunda juga dapat mengoreksi sikap ia terhadap suatu peristiwa. Apakah itu baik dan buruk. Misalkan sepulang dari rumah saudara, si kecil mengutarakan ketidaksukaannya pada saudaranya yang tidak mau membereskan mainan selepas bermain. Bunda dapat mengarahkan dengan menjelaskan bahwa saat itu justru kitalah yang dapat mengajarkan kepada saudara tersebut untuk bersama-sama membereskan mainan.

  1. Bermain Peran
Bermain Peran
Bermain Peran

Tujuan dari permainan ini adalah untuk mengetahui peran sosial yang ada disekitar kita. Pada saat bermain, Bunda dapat mengetahui apakah si Kecil dapat bekerjasama dengan baik, mengetahui suatu peran atau profesi tertentu bahkan daya imajinasi nya. Contoh : bermain sebagai penjual dan pembeli makanan. Saat itulah komunikasi verbl si kecil dapat terasah.

 

  1. Bermain Kartu huruf atau kata
Bermain Kartu huruf atau kata
Bermain Kartu huruf atau kata

Anak yang baru mengenal huruf, dapat dimulai dari kartu huruf. Misal Bunda secara acak mengambil huruf C. Maka si kecil diminta untuk menyebutkan apa saja yang ia ingat tentang huruf C. Misal cicak, celana, cuci, dan lain sebagainya. Jika anak yang telah mengenal kata, maka, Bunda dapat memulai dengan menggunakan Kata. Misal buat kertas kecil dengan satu kata didalamnya. Lalu Si kecil diminta untuk menceritakan apa yang mampu ia ingat tentang kata tersebut.

 

  1. Mendengarkan lagu-lagu anak

Anak yang cerewet membutuhkan pengeluaran energi dengan frekwensi waktu yang sering. Nah, Bunda dapat menyetel lagu-lagu anak di rumah agar dapat bernyanyi bersama atau menemani ketika Bunda menyelesaikan pekerjaan rumah.

  1. Menulis Buku Harian
Menulis Buku Harian
Menulis Buku Harian

Bagi anak yang belum bisa menulis, Bunda dapat meminta si kecil bercerita, kemudian Bunda menerjemahkannya di dalam buku hariannya. Dalam buku harian si kecil, tidak harus berupa kalimat panjang. Misalkan saja, hari senin, Bunda dapat meminta si Kecil bercerita tentang siapa saja temannya ketika bersekolah di PAUD atau TK. Ketika si kecil bercerita, Bunda menuliskan nama nama temannya di buku hariannya. Esoknya, bisa juga menggambarkan kejadian penting yang terjadi. Misal, si kecil makan bersama di sekolah. Maka, gambar yang Bunda buat dalam buku hariannya, berupa gambar piring dan sendok.

 

Nah Bunda, Mudah Bukan ? Selamat mencoba. (IPA/DP)

LEAVE A REPLY