Gulalives.com, JAKARTA – Ada dua pelaku utama dalam bisnis waralaba. Yakni pemilik merek atau terwaralaba (franchisor) dan penerima waralaba atau pewaralaba (franchisee). Keberlanjutan kerja sama di bisnis ini bergantung kepada kepercayaan masing–masing pihak. Terwaralaba meski yakin bahwa merek yang diipercayakan kepada pewaralaba akan berkembang. Sebaliknya, pewaralaba harus percaya bahwa merek yang dibeli berasal dari terwaralaba yang sehat dan profesional.

Mom dan Ladies, mengenal merek sebelum membeli lisensi waralaba, adalah sikap bijaksana. Tentunya, bukan hanya produk, pemilik, dan pengelola produk tersebut juga harus dikenal. Seperti kata pepatah, jangan membeli kucing di dalam karung.

Cari tahu A,B,C, D tentang terwaralaba. Banyak cara untuk mencari tahu. Mom dan Ladies bisa menelusuri lewat laman resminya, atau berkunjung langsung ke kantornya. Kemudian, bandingkan keunggulan produknya dengan produk sejenis. Satu lagi, pastikan terwaralaba tersebut tercatat di lembaga waralaba Indonesia.

Berikutnya, jangan ragu menanyakan hak cipta produk terwaralaba. Pastikan bahwa hak cipta itu milik terwaralaba. Ini penting agar Mom dan Ladies tidak dirugikan jika di kemudian hari ada pihak lain yang menggugat kepemilikan hak cipta tersebut.

Nah Mom, Ladies, terwaralaba seperti apa yang layak dipercaya? Berikut ciri – cirinya seperti dikutip dari ApisIndonesia.co.id

1.Memiliki Sistem Kuat dan Bermodal Besar

Adanya sistem kuat dan modal besar tecermin dari laporan kuangan yang rapi dan mudah dibaca. Mom dan Ladies harus yakin bahwa laporan keuangan itu dibuat berdasarkan data dan fakta, bukan mengada–ada. Lebih bagus lagi jika laporan keuangan itu dibuat oleh akuntan publik.

2.Tak Sekadar Menjual Produk

Ciri berikutnya adalah kemauan membagi rahasia sukses. Terwaralaba yang baik dan layak dipercaya, lebih mengedepankan semangat berbagi. Dia dengan senang hati membagi pengalaman, memberi saran soal pilihan lokasi, serta memiliki standar dan kontrol kualitas produk.

3. Memberikan Pelatihan

Terwaralaba yang baik akan memberikan pelatihan tenaga kerja sampai terampil dan mahir. Pelatihan dilakukan secara optimal, bukan formalitas dan setengah–setengah

4.Menyediakan Peralatan

Jika bekerjasama dengan terwaralaba profesional, maka pewaralaba tidak harus membeli peralatan tambahan untuk memulai berbisnis. Semua peralatan, dari yang kecil sampai besar, sudah disiapkan.

5.Menyuplai Bahan

Terakhir, terwaralaba yang baik, akan menyuplai semua bahan produk waralaba. Ini penting, agar kualitas produk selalu terjaga. (AA/SY)

LEAVE A REPLY