Bunda, Ini Akibatnya Bila Bayi Kurang ASI

Gulalives.com, JAKARTA – Menyusui bayi merupakan tantangan, khususnya untuk ibu baru. Nah, apabila kondisi ini jika tak ditangani dengan baik bisa berdampak serius bagi bayi.

Sejumlah dokter di Bradford dan Sheffield, Inggris, mengumpulkan informasi mengenai semua kasus neonatal hypernatraemia parah atau kasus bayi yang kehilangan berat badan dan dehidrasi akibat kurang ASI.

Dikatakan Sam Oddie, dokter di Bradford, kasus neonatal hypernatraemia biasanya muncul ketika bayi berusia 10 hari. Tanda-tanda awal di antaranya kelesuan dan rewel. Tetapi beberapa bayi mengalami kondisi memburuk sangat cepat sehingga membutuhkan penanganan rumah sakit.

Dalam kasus-kasus yang parah, hal tersebut bisa menyebabkan kejang, kerusakan otak bahkan kematian. “Cara-cara seperti inisiasi menyusu dini, asisten yang terlatih dan mendukung wanita menyusui, akan membantu dalam kasus ketika menyusui menjadi sulit. Cara tersebut akan mendukung secara umum sekaligus menemukan kasus yang serius,” kata Oddie.

Namun jumlah bayi yang tak bisa menyusu sangatlah kecil, hanya sekitar satu persen dari ibu melahirkan yang tidak memiliki cukup ASI untuk bayi mereka. Oddie dan rekan-rekannya hanya menemukan tujuh kasus neonatal hypernatraemia untuk setiap 100 ribu kelahiran bayi. “Solusi kekurangan ASI bukanlah susu formula, tetapi dukungan menyusui yang lebih baik dari pihak luar,” kata Oddie.

Hanya dalam kasus tertentu, seperti bayi yang mengalami bibir sumbing, kata Oddie, kemungkinan memberikan ASI menjadi masalah, demikian dilaporkan Daily Mail. (VW)

LEAVE A REPLY