Menurut Survei, Mayoritas Pekerja Merasa Tak Dihargai

Gulalives.com, JAKARTA – Apakah kamu termasuk karyawan yang merasa kurang dihargai di tempat kerja? Wah, nggak usah kecil hati. Banyak kok yang merasa begitu.

Menurut survei yang dilakukan situs Monster.com, hampir separuh pekerja di Amerika Serikat mengatakan mereka “tidak pernah” merasa dihargai atas kerja keras mereka. Lebih dari sepertiga pekerja di India dan Jerman juga mengatakan kepada Monster hal yang sama.

Survei ini dilakukan terhadap 2.000 orang di AS, Jerman, India, dan negara-negara teluk di Timur Tengah.

“Para karyawan tidak merasa bahwa kerja mereka berarti,” kata Joanie Courtney, wakil presiden senior dari Global Market Insight untuk Monster, dalam keterangan tulisnya seperti dilaporkan BBC. Di Amerika Serikat, karyawan perlu kerja dengan waktu lebih panjang untuk bisa membuat perubahan.

Sebanyak 39 persen pekerja di AS yang merayakan Hari Buruh pada 7 September, dilaporkan bekerja lebih dari 50 jam per pekan. Meskipun demikian, pekerja tidak mengetahui apa hasil dan kontribusi kerja mereka terhadap perusahaan.

Hanya 10 persen responden ‘kadang-kadang’ merasa dihargai, menurut survei yang dilakukan Juli dan Agustus lalu. Hasil ini, menurut Courtney, adalah sebuah kejatuhan moral. Tak mengherankan bila 68 persen pekerja tidak mencintai pekerjaan mereka.

Tidak ada kata terlambat untuk mengembalikan moral yang jatuh itu, kata Courtney. Para manajer harus menghargai kerja individual dan menghargai kinerja mereka. Kemudian, manajer juga harus menjadi teladan etika, komunikasi, dan dedikasi untuk para pekerjanya. “Manajer harus memperlihatkan mereka peduli,” kata Courtney. (VW)

 

LEAVE A REPLY