Khitan Bisa Hindarkan 'Kecelakaan' saat Bercinta

Gulalives.com, JAKARTA – Apa jadinya kalau lagi seru-serunya bercinta tiba-tiba Mr P terasa sakit? Yang begini pasti bikin kecewa pasangan karena puncak kepuasan bakalan sulit dicapai.

Itulah yang terjadi jika Mr P terluka saat berhubungan seks, yang kemungkinan dipicu oleh kurangnya pelumasan sementara Mr P sudah tak tahan untuk menyeruduk. Tapi mungkin masalah itu kecil kemungkinan terjadi jika MR P sudah disunat.

Berdasarkan studi, pria yang sudah disunat kecil kemungkinan mengalami luka, lecet atau abrasi pada Mr P selama bercinta. Ini juga dapat menjelaskan mengapa sunat dapat menurunkan risiko tertular HIV dari aktivitas seks heteroseksual.

Dalam studi ini, tim peneliti menggunakan data dari sebuah uji klinis HIV di Afrika yang melibatkan sekitar 2.800 pria berusia antara 18 hingga 24 tahun. Para peserta studi itu secara acak diminta untuk sunat atau tetap tak disunat. Pada 2005 dan 2006, penelitian itu dan dua penelitian lainnya di Uganda, Afrika Selatan dan Kenya menunjukkan bahwa sunat dapat mengurangi risiko pria terinfeksi HIV melalui kegiatan seks heteroseksual hingga sebesar 60% persen.

Sementara dalam studi ini, tim peneliti menemukan bahwa selama dua tahun, para pria yang disunat kemungkinannya lebih rendah 39% dibandingkan dengan mereka yang tak disunat untuk mengalami luka penis selama berhubungan intim.

Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa rendahnya risiko luka pada penis sebagai satu alasan mengapa sunat dapat menurunkan risiko terinfeksi HIV, kata tim peneliti yang dipimpin Dr. Supriya D. Mehta dari University of Illinois di Chicago.

Untuk pastinya mengapa sunat dapat melindungi terhadap penularan HIV selama berhubungan intim, masih belum diketahui, ujar Mehta dan kawan-kawan dalam laporan studinya yang dimuat di Journal of Urology.

Ada beberapa teori tentang hal ini: Salah satunya adalah, bahwa dengan mengurangi jumlah jaringan mukosa yang terkena selama bercinta, sunat membatasi akses masuk virus ke sel tubuh yang menjadi sasarannya. Teori lainya adalah, bahwa penebalan kulit yang terjadi di sekitar bekas luka sunat dapat membantu menghalangi masuknya HIV.

Tapi yang jelas, luka yang terjadi pada penis menjadi pintu masuk utama bagi virus HIV. Dalam beberapa studi sebelumnya juga disebutkan bahwa pria yang tak disunat memiliki risiko lebih tinggi mengalami luka saat bercinta ketimbang pria yang sunat.

Sementara pada studi terbaru, 64% pria mengaku mengalami beberapa luka saat bercinta dalam enam bulan terakhir. Sedangkan 17% mengaku penis mereka berdarah. Dalam masa enam bulan hingga penelitian, tingkat cedera pada penis menurun. Pada tahun kedua, 31% pria yang sunat mengatakan mereka mengalami luka penis saat bercinta pada enam bulan sebelumnya.

Para pria di kelompok yang tak disunat juga melaporkan penurunan angka cedera penis, meski tak signifikan, dengan 42% mengaku mengalami luka Mr P dalam enam bulan terakhir. Untuk penurunan kasus cedera penis itu, menurut tim Mehta, sepertinya lebih karena kedua kelompok pria itu sudah mempraktikkan seks sehat, termasuk pemakaian kondom dan tak banyak berganti pasangan.

Pria yang mengatakan mereka memiliki banyak pasangan dalam enam bulan terakhir, memiliki kemungkinan lebih besar mengalami luka Mr P dibandingkan dengan pria yang hanya punya satu pasangan. Sementara itu, pemakaian kondom dan kebiasaan mencuci Mr P tak lama setelah bercinta juga berperan besar dalam menurunkan risiko sakit atau luka pada organ penting pria tersebut. (VW)

LEAVE A REPLY