Gulalives.com, JAKARTA – Di masa pertumbuhannya seorang anak membutuhkan banyak sekali asupan gizi yang mengandung bahan-bahan untuk kesehatan dan kecerdasannya. Salah satu nutrisi yang dibutuhkan itu ada pada secangkir susu.

Namun persoalannya dengan meningkatnya harga kebutuhan pokok yang disertai dengan nilai tukar rupiah yang terus menurun berdampak pada daya beli masyarakat menengah bawah terhadap susu.

Melihat kenyataan tersebut mendorong Tempo Scan melalui produk Susu Bayi dan Pertumbuhan Anak Vidoran meluncurkan program “Susu Anak Pintar Indonesia”.

Program ini merupakan kepedulian sosial Tempo Scan terhadap asupan gizi anak-anak Indonesia terutama yang berasal dari golongan ekonomi lemah, berupa penurunan harga sekitar 17% tanpa mengurangi kualitas, kuantitas dan komposisi produk.

“Dengan penurunan harga sekitar 17% tanpa mengurangi kualitas, kuantitas dan komposisi produk, maka produk vidoran My Baby dan vidoran Xmart menjadi susu bayi dan susu pertumbuhan anak yang paling terjangkau di Indonesia, kami berharap hal ini bisa memberi manfaat penghematan dan keterjangkauan harga beli oleh konsumen di tengah penurunan daya beli masyarakat Indonesia,” kata Deputy General Manager Tempo Scan, Waty

Menurut dia lagi, program ini dilandasi keprihatinan perusahaan atas banyaknya anak-anak Indonesia yang belum mendapatkan asupan gizi mencukupi, terutama melalui konsumsi susu pertumbuhan anak dengan komposisi dan kadar nutrisi tepat, termasuk asupan protein yang memang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan otak anak.

“Sangat disayangkan kekurangan asupan gizi tersebut terutama disebabkan tidak terjangkaunya harga susu pertumbuhan anak dari keluarga dengan ekonomi lemah di Indonesia masih diberikan susu dengan kadar gula dan lemak yang tinggi, padahal hal itu malah bisa berdampak pada obesitas (kegemukan) dan tidak membantu pertumbuhan otak anak,” jelas Waty

Waty berharap semua pelanggan dan toko bisa turut berperan serta membantu keluarga Indonesia khususnya dari golongan ekonomi lemah, dengan menerapkan harga jual kepada konsumennya masing-masing (Harga Eceran Tertinggi/HET) sesuai dengan HET yang dianjurkan.

“Kami ingin terus memberikan produk yang berkualitas kepada konsumen untuk mendukung perkembangan otak serta pertumbuhan anak,” tandas Waty. (NES/SY)

LEAVE A REPLY