Gulalives.com, JAKARTA – Inovasi di bidang properti terus berkembang. Tak hanya kegunaan, inovasi itu juga semakin mendekatkan properti dengan komitmen penyelamatan lingkungan.

Salah satu inovasi tersebut adalah atap tanpa sambungan, yang mampu mengurangi panas di dalam rungan. Jika panas ruangan berkurang, tentu pemakaian penyejuk udara juga berkurang. Dan jika pemakaian penyejuk udara berkurang, maka kebutuhan listrik ikut berkurang. Ujung – ujungnya, Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dipakai memproduksi listrik juga berkurang. Semuanya berkurang.

Mom dan Ladies, dalam prinsip greenbuilding, minimnya pemakaian listrik yang bersumber dari BBM menjadi prinsip utama. Semakin green sebuah bangunan, maka semakin minim kebutuhan listriknya. Dan, mom, ladies, semuanya bisa dimulai dari pemakaian atap yang ramah lingkungan.

Tenang saja, atap itu buatan dalam negeri. Jika kita memakainya, bukan hanya mendorong kemajuan industri domestik, tetapi juga mengakui bahwa pelaku industri kita layak diacungi jempol. Mereka memiliki komitmen membangun properti Tanah Air dengan produk – produk yang ramah lingkungan.

Atap ramah lingkungan yang kini menarik perhatian praktisi industri properti adalah atap tanpa sambungan buatan PT Utomodeck Metal Works. Perusahaan berkantor pusat di Surabaya ini menawarkan produk atap tanpa sambungan, yang diklaim memenuhi prinsip green building.

Chief Executive Officer (CEO) PT Utomodeck Metal Works, Athony Utomo menyatakan, atap tanpa sambungan Utomodeck mempertimbangkan prinsip – prinsip green building. Dengan sistem atap yang greenship, kata dia, emisi karbon akibat tranportasi atap bentuk jadi dari pabrik yang cukup tinggi bisa ditekan. Prinsip green building menjadi salah satu pertimbangan pembuatan atap Utomedeck.

Ada lima pertimbangan atau kuardran, yakni fungsional, desain, termal (harus mengurangi panas), akustik (mengurangi kebisingan dari luar), dan bahan baku berinvestasi tinggi. “Atap kami menggunakan cat yang mampu mengurangi panas dari luar ke dalam ruangan, sebesar 4 derajat,” tegas Anthony.

Seperti disinggung sebelumnya, perusahaan ini juga meminimalisasi emisi karbon akibat transportasi atap bentuk jadi, dari pabrik ke lokasi proyek. Upaya ini dilakukan melalui penggunaan teknologi mobile system. Anthony menyatakan, teknologi tersebut memiliki beberapa keuntungan, selain menekan emisi karbon transportasi. Dengan teknologi ini, pembuatan, penyesuaian spesifikasi dan pemasangan atap dikerjakan di lokasi proyek.

Keuntunga yang didapat konsumen dari teknologi mobile system , diantaranya hemat biaya, waktu, tenaga kerja, bahan baku, dan menekan risiko kerusakan akibat handling. “Utomo Mobile System adalah penemuan revolusioner yang telah dipatenkan. Teknologi ini memungkinkan penutup atap dapat diproduksi di tempat. Luas bentangan atap pun tak terbatas,” jelas Anthony. (AA/SY)

LEAVE A REPLY