Gulalives.com, JAKARTA – Ladies, merasa nggak suhu bumi semakin hari semakin panas? Pasti merasa. Lalu, pernah kah berpikir, mengapa suhu bumi semakin panas? Kalau belum, ada baiknya segera bertanya-tanya dan menduga – duga, kenapa bumi kian panas.

Ladies, naiknya suhu bumi adalah imbas langsung dari pemanasan global atau global warming. Dampak pemanasan global, kian hari kian nyata. Kalau dibiarkan, entah apa jadinya bumi yang cuma satu ini. Iklim dan cuaca ekstrim bakal menjadi pemandangan sehari – hari. Kemarau panjang, gelombang panas, dan sejenisnya dengan mudahnya mendatangi keseharian kita.

Masa depan bumi mulai terancam. Ini bumi kita, Ladies. Di bumi ini lah semua keindahan, romantisme, mimpi, dan harapan kita labuhkan. Akankah bumi tercinta ini kita biarkan lapuk dan layu oleh pemanasan global? Sekali lagi Ladies, ini bumi kita. Apa pun harus kita lakukan untuk menyelamatkannya.

Semangat menyelamatkan itu lah yang mendorong Yayasan Peduli Bumi (YPB) mengampanyekan aksi peduli lingkungan ke mahasiswa. Kampanye ini akan dilakukan di 16 perguruan tinggi. Salah satu kampanye sudah dilakukan di Universitas Jayabaya, Jakarta. Bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universtas Jayabaya, YPB menggelar diskusi publik bertema The Last Chance to Save Our Earth.

Ketua Yayasan Peduli Bumi (YPB) Indonesia Ananda Mustajab Latif mengatakan, diskusi tersebut adalah bagian dari sosialisasi sekaligus kampanye aksi peduli lingkungan. Kampanye ini bertujuan untuk mencegah dan memperlambat dampak dari perubahan iklim.

“Global warming merupakan permasalahan yang sudah mendunia. Karena itu anak-anak muda harus tergerak untuk turut meng-kampanyekan aksi peduli lingkungan hidup,” ujar Ananda.

Ke depan, The Last Chance to Save Our Earth yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta ISBG Communication akan dikampanyekan di 16 perguruan tinggi.

“Kami ingin mengubah cara pikir (mindset) anak muda, terutama pada prilaku mencintai lingkungan. Sebagai contoh, yang paling kecil adalah tidak lagi membuang sampah sembarangan. Selain itu menekan jejak karbon sebesar 5%, dengan menumbuhkan semangat mencintai tanaman dan cara merawatnya,” kata Ananda.

Sugianto Tandio, Direktur PT Tirta Marta–salah satu perusahaan kemasan yang membuat plastik dari singkong menjelaskan, nantinya anak-anak muda akan jadi duta lingkungan. Mereka akan menyebarkan pengetahuan tentang perubahan lingkungan. “Selama 20 tahun, lingkungan kita sudah krisis. Ini masa depan bumi mereka. Mereka harus bergerak untuk menyelamatkan bumi dan lingkungan,” ujar dia.

Ladies, di tanganmu lah nasib bumi ini . (AA/SY)

LEAVE A REPLY